KUALA KURUN - Penjabat Bupati Gunung Mas (Gumas) Herson B Aden mendukung kebijakan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait rencana pemberhentian aktivitas truk angkutan kayu log dan batu bara yang melintasi ruas jalan Kuala Kurun-Palangka Raya.
"Kami akan menindaklanjuti kebijakan dari Pemprov Kalteng mengenai pemberhentian truk angkutan perusahaan besar swasta (PBS), baik itu kayu log dan batu bara yang melintasi ruas jalan Kuala Kurun-Palangka Raya," ucap Herson, Jumat (7/2).
Dia mengatakan, tindaklanjut yang akan dilakukan yakni melaksanakan rapat dan koordinasi dengan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan dinas terkait, dengan mengundang sejumlah tokoh masyarakat.
"Rapat tersebut untuk membahas terkait kebijakan provinsi, sembari menunggu surat instruksi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengambil kebijakan yakni melarang aktivitas truk angkutan kayu log dan batu bara melewati jalan Kuala Kurun-Palangka Raya. Larangan aktivitas itu sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
"Hanya truk angkutan Crude Palm Oil (CPO) saja yang boleh melintas di ruas jalan Kuala Kurun-Palangka Raya, tetapi dengan tonase maksimal delapan ton," tegasnya.
Dia juga meminta kepada Pj Bupati Gumas bersama jajaran forkopimda setempat, agar selalu menjaga dan segera melaksanakan kebijakan tersebut, demi kepentingan bersama.
"Saya rasa tidak ada jalan lain, selain mengambil kebijakan melarang aktivitas truk angkutan kayu log dan batu bara. Saya selaku gubernur ingin melayani masyarakat, bukan perusahaan," pungkasnya. (arm/yit)