MANAGED BY:
KAMIS
04 MARET
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Sabtu, 09 Januari 2021 15:53
Pakaian Adat Supian Hadi dan Taufiq Mukri Diprotes
Bupati Kotim Supian Hadi dan Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri pada upacara peringatan hari ulang tahun ke-68 Kabupaten Kotim Kamis (7/1).( Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi dan Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri pada upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-68 Kabupaten Kotim Kamis (7/1) .(RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO,

SAMPIT – Pakaian adat yang digunakan Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi dan Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri pada upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-68 Kabupaten Kotim Kamis (7/1) lalu menuai polemik. Pakaian itu dinilai tak menggambarkan ciri khas masyarakat adat Dayak di Kotim.

”Kenapa kepala daerah dan wakilnya harus menggunakan pakaian seperti itu dalam perayaan HUT Kotim tahun ini. Tidak hanya saya, tetapi banyak juga masyarakat yang bertanya pakaian adat yang digunakan itu dari daerah mana? Tidak ada yang identik dengan masyarakat adat kita di Kalteng, khususnya di Kotim ini,” kata Anggota Komisi I DPRD Kotim Rimbun, Jumat (8/1).

Rimbun menuturkan, dia menyoal pakaian adat itu karena selama ini tak pernah melihat jenis pakaian adat Kotim. Kepala daerah dan wakilnya sebagai simbol daerah yang umumnya masyarakat suku Dayak, kata Rimbun, merindukan kepala daerah mengenakan pakaian adat Dayak.

”Sebuah kebanggaan bagi masyarakat jika pakaian yang digunakan memang menggambarkan kedayakan itu sendiri. Tetapi, dengan pakaian yang dipakai saat momentum perayaan HUT Kotim, jauh dari harapan dan ini hendaknya jadi evaluasi dan pembelajaran pihak terkait,” kata politikus PDI Perjuangan tersebut.

Pria yang juga tokoh pemuda Dayak Kotim itu juga menilai, Taufiq Mukri yang menjabat Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim justru terkesan tidak paham. Seharusnya, pakaian adat Dayak sudah ada klasifikasi.

”Paling aneh lagi justru Ketua DAD kita, Pak Taufiq sebagai panutuan orang Dayak justru ikut mengenakan pakaian yang bukan milik orang Dayak. Ini sangat kami sesalkan,” ujarnya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 02 Desember 2020 20:09

Cara Jitu dari Ernest Prakasa Promosikan Film Via Offline dan Media Sosial

  Rangkaian kegiatan Cerita Sinema Workshop persembahan Samsung Galaxy Movie…

Rabu, 02 Desember 2020 19:29

Tiga Hal Ini Jadi Perhatian Presiden Jokowi dalam Pengelolaan Perbatasan Negara

JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan…

Rabu, 02 Desember 2020 14:51

Parimus Berharap Pilkada Berjalan Jalan Lancar

SAMPIT-Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Parimus berharap…

Rabu, 02 Desember 2020 12:35

PLN Dukung Program Pencegahan Stunting

PALANGKA RAYA – Sebagai salah satu pilar pembangunan bangsa, PT…

Rabu, 02 Desember 2020 08:03

PBS Diminta Lakukan Perbaikan Jalan di Pedalaman

SAMPIT— Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi minta, kepada perusahaan…

Selasa, 01 Desember 2020 09:45

Asisten I Setda Kotim Pensiun

SAMPIT— Pada Senin (30/11), Asisten I Setda Kotim Nur Aswan,…

Selasa, 01 Desember 2020 09:38

Anggota Korpri Harus Berkontribusi untuk Daerah

SAMPIT— Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Korps Pegawai Republik Indonesia…

Selasa, 01 Desember 2020 09:35

DLH Evaluasi Perpanjangan Masa Kerja Tenaga Kontrak

SAMPIT – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotim Sanggul Lumban Gaol…

Senin, 30 November 2020 14:40

Penanam Kelapa Sawit Tewas di Dalam Rumah

SAMPIT – Warga Jalan ABD I, RT 9, RW 5,…

Senin, 30 November 2020 13:30

Tingkatkan Peran Partisipasi Generasi Muda

SAMPIT – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera  (PKS)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers