Ratusan anak ayam mati akibat kandang dipeternakan ayam di Jalan Paleleng, RT 02, Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terbakar, Selasa (18/1) pukul 23.58 WIB. Kebakaran dipeternakan tersebut membuat pemiliknya Pudianto panik, mengingat dipeternakan itu terdapat anak ayam yang jumlahnya tidak sedikit dan mencapai ribuan ekor.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Kabid Damkar) Satpol PP dan Damkar Kobar, Agus Dwi Suhartono mengatakan, titik api diduga muncul dari lantai dan merembet ke atas atap dan mengakibatkan kandang ayang mengalami rusak berat.
“Penyebab kebakaran dari tungku pemanas yang mengeluarkan percikan api dan terjatuh ke lantai sehingga membuat api menyala dan mengenai atap kandang ayam,” terangnya, Rabu (19/1). Kemudian kata dia, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Aji Buana yang baru saja pulang mengantar salah seorang warga yang sakit. Aji menggunakan ambulans milik pemerintah Desa Batu Belaman. Saat akan mengantarkan mobil ambulans tersebut ke kantor desa, ia melihat cahaya merah yang diduga api dari arah kandang ayam milik Pudianto.
Karena penasaran ia mendatangi titik yang memerah saga tersebut dan ternyata seperti dugaannya kandang ayam tetangganya tersebut terbakar. Mendapati hal itu ia langsung menelpon Mako Damkar untuk meminta pertolongan penanganan kebakaran. Mendapat informasi tersebut enam unit armada pemadam kebakaran yaitu unit Bocah Merah 01, Bocah Merah 02, Fire Dome 5, Fire Dome 08, Water Suplai 012 dan water suplai 013, dan dibackup mobil patroli Polres Kobar dan Polsek Kumai, water suplai kecamatan Kumai, serta Balakar Huma Singgah Itah serta PMI Kobar dalam tempo 15 menit sudah tiba di lokasi kebakaran. “Kurang lebih 1 jam, tim melakukan penanganan kebakaran, dan api dapat kita padamkan pada pukul 01.00 WIB,” ungkapnya.
Mengingat hembusan angin yang kencang dan material kandang mudah terbakar maka kebakaran yang terjadi cukup luas, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Kendati demikian, menurut keterangan pemilik peternakan dari total 2500 ekor ayam, 200 diantaranya mati dan kerugian yang diderita oleh korban mencapai Rp10 juta. (tyo/sla)