SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT | DPRD SERUYAN

KOTAWARINGIN

Kamis, 10 November 2022 10:24
Masih Kurang Rp 300 Juta Pasar Rakyat Mentaya Gagal Difungsikan Tahun Ini

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) gagal memfungsikan Pasar Rakyat Mentaya tahun ini. Padahal, rencananya bangunan yang dialihfungsikan menjadi Swalayan Rakyat Mentaya untuk menampung produk UMKM itu ditargetkan sudah operasional November ini. Hal itu disebabkan renovasi bangunan yang masih kurang anggaran.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kotim Zulhaidir mengatakan, renovasi bangunan Pasar Rakyat Mentaya sudah tiga kali dianggarkan sebesar Rp 200 juta. Kemudian ditambah Rp 370 juta dan Rp 125 juta pada perubahan anggaran tahun ini. Namun, renovasi yang menelan anggaran Rp 695 juta tersebut masih tak cukup merampungkan pekerjaan hingga selesai.

”Di perubahan anggaran tahun ini, Pemkab Kotim menganggarkan lagi Rp 125 juta untuk menyelesaikan pembuatan partisi di dalam area bangunan. Namun, anggaran itu belum cukup, sehingga fungsional bangunan diundur tahun depan,” kata Zulhaidir, Kepala Disperdagin Kotim, Senin (7/11).

Zulhaidir mengestimasikan kekurangan anggaran untuk menyelesaikan pekerjaan renovasi sampai selesai sekitar Rp 300 juta lagi. Masih ada beberapa pekerjaan yang belum diselesaikan, di antaranya pemasangan instalasi listrik, rak untuk pajangan produk, pengecatan bangunan, ruang pendingin khusus untuk penempatan sayur segar dan ikan segar yang dikemas secara higienis, serta fasilitas kelengkapan mini kafe di sudut pintu masuk swalayan.

”Sesuai rancangan awal sebenarnya renovasi bangunan ini memerlukan anggaran Rp 2 miliar. Untuk pekerjaan yang belum selesai, saya estimasikan kekurangan anggarannya sekitar Rp 300 juta dan ini akan dilanjutkan secara bertahap, menyesuaikan anggaran yang tersedia,” katanya.

 

Renovasi bangunan Pasar Rakyat Mentaya sudah mulai dikerjakan Desember tahun lalu. Pekerjaan dimulai dengan membongkar 197 lapak. Kemudian dilanjutkan pengecoran lantai sampai pemasangan keramik.

Pemkab Kotim telah menganggarkan sebesar Rp 200 juta untuk merenovasi bangunan. Namun, anggaran tersebut hanya cukup untuk merenovasi bagian dalam, mulai dari pembongkaran lapak, pengecoran lantai, dan pemasangan keramik yang tak dikerjakan sampai selesai karena kurangnya anggaran.

Pekerjaan tersebut rencananya ditargetkan selesai April 2022. Namun, karena kekurangan anggaran, molor selama berbulan-bulan. Pada proyek lanjutan tahap dua, pekerjaan dilanjutkan menggunakan sistem lelang, dikarenakan anggaran melebihi Rp 200 juta. Karena hal itulah, pekerjaan sempat terhenti dan molor karena menunggu pemenang lelang.

”Proses lelang sampai dua bulan. Pekerjaan tidak dapat langsung dikerjakan. Pekerjaan kembali dilanjutkan dari Juli sampai September setelah ada tambahan anggaran Rp 370 juta,” ujarnya.

Zulhaidir mengungkapkan, beberapa pekerjaan, seperti pemasangan keramik dan pengecoran selasar teras pintu, pemasangan kenopi di teras masuk sudah selesai digarap. Pekerjaan yang belum selesai, di antaranya pembangunan pintu masuk (arah KNPI Jalan Yos Sudarso), pemasangan instalasi listrik, pengecatan, dan penambahan rak.

”Pemasangan sekat partisi dilanjutkan dalam bulan ini. Setelah pemasangan partisi selesai, baru kami akan perhitungkan beberapa keperluan penambahan rak susun untuk pajangan produk,” ujarnya.

Zulhaidir mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan 40 rak susun untuk tempat pajangan produk UMKM. Swalayan Rakyat Mentaya nantinya diperuntukkan guna menampung produk UMKM yang dikelola satu manajemen.

 

”Pertama dikelola satu manajemen dari Disperdagin Kotim. Ke depannya mungkin bisa melibatkan pihak ketiga dari perusda atau bisa juga dikelola koperasi yang di dalamnya melibatkan pelaku UMKM,” ujarnya.

Dalam penjualan produknya nanti, lanjut Zulhaidir, siapa pun pelaku UMKM, termasuk petani lokal dapat menjual dan memajang produknya di Swalayan UMKM. ”Siapa saja boleh menitip. Kami tawarkan dan membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menjual memajang produknya di Swalayan UMKM, karena kami sudah siapkan rak susunnya. Asalkan dengan syarat, produknya harus memenuhi standardisasi dan diupayakan sudah berizin,” ujarnya.

Untuk menampung stok ketersediaan produk UMKM, Disperdagin akan menyediakan gudang penyimpanan barang. ”Nanti kami siapkan gudang penyimpanan barangnya. Nanti juga ada ruang pendingin khusus untuk penempatan sayur dan ikan segar yang dikemas rapi,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pasar Rakyat Mentaya dibangun tahun 2017 menggunakan dana APBN sebesar Rp5,8 miliar. Bangunan itu telah dihibahkan ke pemerintah daerah. Tersedia 197 lapak dan 17 kios menghadap arah Jalan Ahmad Yani.

Selama bertahun-tahun bangunan itu masih belum fungsional, setelah sebelumnya ada penolakan dari berbagai pihak apabila bangunan tersebut difungsikan sebagai pasar ikan. Karena itu, Pemkab Kotim mengalihfungsikan bangunan yang tadinya akan diperuntukkan sebagai lapak pasar ikan menjadi Swalayan Rakyat Mentaya untuk menampung produk UMKM di Kotim. (hgn/ign)

loading...

BACA JUGA

Senin, 07 September 2015 22:26

Excavator Sudah Diincar

<p><strong>SAMPIT &ndash;</strong> Aparat kepolisian berhasil meringkus komplotan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers