SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

PALANGKA

Sabtu, 07 Oktober 2017 09:23
DPRD Katingan Minta Tingkatkan Budaya dan Olahraga
HADIRI PARIPURNA: Anggota DPRD Katingan Esenhover bersalaman dengan Bupati Katingan Sakariyas usai mengikuti agenda paripurna, belum lama ini.(ANGGRA/RADAR SAMPIT)

KASONGAN – Kalangan anggota DPRD Kabupaten Katingan meminta pemkab melalui instansi terkait agar meningkatkan sektor kebudayaan dan olahraga di Bumi Penyang Hinje Simpei.

Menurut anggota DPRD Katingan ‎Esenhover, kebudayaan dan olahraga merupakan dua sektor yang patut menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena erat kaitannya dengan visi daerah, yaitu mewujudkan Katingan Sehat.

"Kebudayaan dan olahraga ini merupakan sektor yang berperan penting dalam pencapaian visi katingan sehat. Sebab, dengan kebudayaan dan olahraga dapat menyehatkan jasmani dan rohani," sebutnya, belum lama ini.

Untuk itu, dia meminta Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) melakukan penguatan terhadap seni dan budaya yang terukur serta terstruktur sebagai ciri khas suku Dayak.

"Perlu pembangunan sanggar seni budaya di wilayah kecamatan dan melakukan program mamapas lewu diakhir tahun ditiap kecamatan dan desa," imbuhnya.

Mengenai olahraga, legislator asal daerah pemilihan (dapil) III ini meminta dinas terkait mengadakan even olahraga di tingkat desa guna menyaring bibit yang andal dari tingkat kecamatan sampai kabupaten.

"Terkait peningkatan olahraga ini, pemkab juga perlu mempertimbangkan membangun stadion mini di sejumlah kecamatan dan desa guna mencari potensi atlet," pungkasnya. (agg/ign)

 


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 21:50

Ratusan PNS Masih Mangkir, Laporkan Harta Kekayaan

<p>SAMPIT &ndash; Sebanyak 240 Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara di lingkup…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers