MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Kamis, 12 September 2019 09:38
Waspada..!!! Kualitas Udara Masih Tidak Sehat
MANUAL : Proses pengukuran kualitas udara di laboratorium milik DLH Kotim, baru-baru tadi.(DINTYA/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT-- Kualitas udara  belakangan ini di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih dinyatakan tergolong tidak sehat. Kabut asap yang masih terjadi akibat kebakaran lahan membuat kondisi udara belum membaik. Masyarakat pun terus iimbau untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Sanggul Lumban Gaol menjelaskan, pihaknya terus memantau kondisi kualitas udara melalui alat yang dimiliki. Namun diakuinya, alat yang dimiliki DLH masih menggunakan sistem manual, belum yang sistem digital, sehingga hasilnya tidak langsung dapat terlihat pada hari itu juga.

"Misalkan hari ini Rabu, hasilnya akan terlihat besok pada hari Kamis. Sehingga hasilnya tidak dapat langsung terlihat," tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, berdasarkan data dari alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari alat kualitas udara yang dimiliki DLH,  menunjukan setiap hari bertambah penurunan kualitas udara. Seperti pada Senin (9/9) Kadar PM10 sebesar 230.85 ug/Nm3 dengan indek ispu 140.43, kategori tidak sehat. Pada Selasa (10/9) Kadar PM10 sebesar 240.36 ug/Nm3 dengan indek ispu 145.18 kategori tidak sehat. Kondisi ini menunjukan kondisi kualitas udara di Kotim masih dalam keadaan tidak sehat.

"Masyarakat diimbau untuk beraktivitas menggunakan masker, sebab kondisi kualitas udara saat ini tidak sehat dan dapat berdampak untuk kesehatan masyarakat," tambah Sanggul.

Terlebih lanjutnya, kebakaran hutan dan lahan saat ini kian marak, untuk itu upaya penanganan harus secara terus menerus dan secara bersama dilakukan.

Sementara itu, berdasarkan data kualitas udara yang dikelola Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  stasiun Haji Asan Sampit, kualitas udara pada Rabu (11/9) kemarin pada pukul 18.00 WIB kondisi kualitas udara 353,25 ug/m³, masuk katagori sangat berbahaya. Selain itu, jarak pandang diketahui maksimal 1.500 meter, dan hal ini akan terus dipantau, sebab cukup banyak menganggu aktivitas masyarakat. (dc/gus)

 

 

 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 21 Februari 2020 10:31

Kasihan...Sekolah di Desa Ini Tak Punya Guru Agama

KUALA PEMBUANG - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan…

Jumat, 21 Februari 2020 10:29

HEBAT..!! Seruyan Sukses Swasembada Pangan

KUALA PEMBUANG - Bupati Seruyan Yulhaidir akan menerima penghargaan Satya…

Jumat, 21 Februari 2020 10:27

Warga Miskin Butuh Program Bedah Rumah

KUALA PEMBUANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan menegaskan…

Jumat, 21 Februari 2020 09:56

Pembakar Lahan Inginkan Keringanan Hukuman

NANGA BULIK - Tukiman akhirnya hanya bisa pasrah saat Jaksa…

Kamis, 20 Februari 2020 11:57

Pantai Sendurian Potensial Dikembangkan

KUALA PEMBUANG - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan…

Kamis, 20 Februari 2020 11:47

Warga Pedalaman Pilih Belanja ke Kalbar

KUALA PEMBUANG – Guna mengetahui secara langsung kondisi infrastruktur jalan…

Kamis, 20 Februari 2020 11:34

Potensi Wisata Perlu Dikembangkan

KUALA PEMBUANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan mendorong…

Kamis, 20 Februari 2020 11:13

Kades Diingatkan Aktif Mendata Warga

 KUALA PEMBUANG - Bupati Seruyan Yulhaidir terus mengingatkan para kepala…

Rabu, 19 Februari 2020 11:19

Manfaatkan CSR, Bantu Pendidikan

KUALA PEMBUANG - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan…

Rabu, 19 Februari 2020 11:15

Minim Sarana, Penanganan Kurang Maksimal

KUALA PEMBUANG - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers