MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Kamis, 12 September 2019 09:38
Waspada..!!! Kualitas Udara Masih Tidak Sehat
MANUAL : Proses pengukuran kualitas udara di laboratorium milik DLH Kotim, baru-baru tadi.(DINTYA/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT-- Kualitas udara  belakangan ini di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih dinyatakan tergolong tidak sehat. Kabut asap yang masih terjadi akibat kebakaran lahan membuat kondisi udara belum membaik. Masyarakat pun terus iimbau untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Sanggul Lumban Gaol menjelaskan, pihaknya terus memantau kondisi kualitas udara melalui alat yang dimiliki. Namun diakuinya, alat yang dimiliki DLH masih menggunakan sistem manual, belum yang sistem digital, sehingga hasilnya tidak langsung dapat terlihat pada hari itu juga.

"Misalkan hari ini Rabu, hasilnya akan terlihat besok pada hari Kamis. Sehingga hasilnya tidak dapat langsung terlihat," tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, berdasarkan data dari alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari alat kualitas udara yang dimiliki DLH,  menunjukan setiap hari bertambah penurunan kualitas udara. Seperti pada Senin (9/9) Kadar PM10 sebesar 230.85 ug/Nm3 dengan indek ispu 140.43, kategori tidak sehat. Pada Selasa (10/9) Kadar PM10 sebesar 240.36 ug/Nm3 dengan indek ispu 145.18 kategori tidak sehat. Kondisi ini menunjukan kondisi kualitas udara di Kotim masih dalam keadaan tidak sehat.

"Masyarakat diimbau untuk beraktivitas menggunakan masker, sebab kondisi kualitas udara saat ini tidak sehat dan dapat berdampak untuk kesehatan masyarakat," tambah Sanggul.

Terlebih lanjutnya, kebakaran hutan dan lahan saat ini kian marak, untuk itu upaya penanganan harus secara terus menerus dan secara bersama dilakukan.

Sementara itu, berdasarkan data kualitas udara yang dikelola Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  stasiun Haji Asan Sampit, kualitas udara pada Rabu (11/9) kemarin pada pukul 18.00 WIB kondisi kualitas udara 353,25 ug/m³, masuk katagori sangat berbahaya. Selain itu, jarak pandang diketahui maksimal 1.500 meter, dan hal ini akan terus dipantau, sebab cukup banyak menganggu aktivitas masyarakat. (dc/gus)

 

 

 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 11:29

Pemkot Minimalisir Dampak Kabut Asap

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya berupaya meminimalisir dampak…

Jumat, 20 September 2019 11:01

Bupati Seruyan Sidak Naik Motor,

KUALA PEMBUANG - Bupati Seruyan Yulhaidir Kamis (19/9) kemarin membuat…

Jumat, 20 September 2019 10:55

Perbanyak Sosialisasi Bahaya Kabut Asap

KUALA PEMBUANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan mendorong…

Jumat, 20 September 2019 10:48

Jam Kerja Dikurangi, ASN Diminta Tetap Disiplin

SAMPIT-- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah mengambil kebijakan mengurangi…

Jumat, 20 September 2019 10:47

Legislator Ini Pilih Bantu Atasi Karhutla dengan Aksi

SAMPIT-Anggota DPRD Kotim M Khozaini menunjukan kepeduliannya kepada satuan tugas…

Kamis, 19 September 2019 10:11

DPRD Seruyan Menilai Pariwisata sebagai Sumber PAD Potensial

KUALA PEMBUANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan menilai…

Kamis, 19 September 2019 10:09

Politeknik Seruyan Wadah Mencetak SDM

KUALA PEMBUANG - Bupati Seruyan Yulhaidir beserta pengurus yayasan pengelola…

Kamis, 19 September 2019 09:55

BERSIAP..!!! Kotim Siap Jadi Tuan Rumah Liga 3 Kalteng

SAMPIT-- Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)…

Kamis, 19 September 2019 09:53

Pengusaha Perikanan Perkuat Kapasitas Usaha

SAMPIT-Sebanyak 450 peserta yang bergerak di bidang usaha perikanan dari…

Rabu, 18 September 2019 09:28

Objek Wisata Pantai Siamuk Terbengkalai

KUALA PEMBUANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan menilai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*