SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

PALANGKA

Jumat, 19 Juni 2020 14:54
Rapid Test di Pasar Rajawali, 3 Reaktif
DETEKSI VIRUS: Seorang pedagang ketika mengikuti rapid test di kawasan Pasar Rajawali Palangka Raya, dan didapati 3 orang dari 98 orang yang dinyatakan reaktif sehingga harus mengikuti uji swab di rumah sakit.(istimewa)

PALANGKA RAYA –Upaya berbagai stekholder,  baik kepolisian dan pemerintah serta TNI dan Tim Gugus  untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 terus dilakukan. Seperti kembali menggelar rapid tes massal di kawasan Pasar Rajawali, Kota Palangka Raya, Kamis (18/6). 

Sasaran rapid test yakni para pedagang dan masyarakat yang berkunjung dengan jumlah 98 orang. Hasilnya,  95 orang dinyatakan non reaktif dan 3 orang dinyatakan reaktif, sehingga langsung mengikuti tes swap di rumah sakit. 

Wakapolda Kalteng yang memimpin rapid test di Pasar Rajawali tersebut Brigjend Indro Wiyono menyatakan, kegiatan ini sebagai upaya pemutus mata rantai Pandemi Covid-19. Terutama mengisi kegiatan Hari Bhayangkara ke-74 di Polda Kalteng. "Saya ingatkan jalankan protokol kesehatan secara betul, biar wabah segera hilang,” ucapnya. 

Kabid Humas Kombes Pol Hendra Rochmawan menambahkan, penyelenggaraan rapid test ini sangat berguna sekali bagi pedagang dan pengunjung Pasar Rajawali yang hasilnya setelah 10 menit pun langsung diserahkan kepada masyarakat. 

"Yang reaktif ditindaklanjuti dengan swap. Saya juga menekankan kepolisian menindak tegas warga bagi yang terbukti menghalang-halangi masyarakat yang mau rapid test. Semoga yang reaktif hasilnya negatif,” terangnya. 

Sementara di lokasi lain,  Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo mengecek pengamanan yang dilakukan personel Polri di RSUD dr. Doris Slyavanus dan Pasar Besar Palangka Raya. Sebelumnya kapolda juga mendampingi Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengecek Rumah Sakit Darurat Covid-19 Asrama Haji. 

Ia menyampaikan, personel Polri yang berjaga di rumah sakit harus menjalani rapid test agar tetap semangat dan disiplin dalam melaksanakan tugas. Selain itu saat kunjungan di Pasar Besar, dia juga ingin melihat langsung aktivitas pedagang,  sehingga protokol kesehatan bisa dijalankan secara baik. 

"Pedagang yang berjualan di pasar harus menggunakan sistem ganjil genap sehingga bisa menerapkan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak. Contoh aktivitas di Pasar Tanah Abang Jakarta," imbuh Dedi. 

Ditambahkannya, untuk pengecekan di Asrama Haji yang digunakan untuk merawat pasien OTG Covid-19, untuk mengetahui sarana dan prasarana yang ada, agar jangan sampai tidak memadai.

 Sementara itu,  kegiatan rapid test di Pasar Rajawai kemarin, juga disaksikan dihadiri Wakil Wali  Umi Mastikah dan Wakil Ketua Gugus Covid-19 Kalteng Suyuti Syamsul. (daq/gus)

 

 

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 21:50

Ratusan PNS Masih Mangkir, Laporkan Harta Kekayaan

<p>SAMPIT &ndash; Sebanyak 240 Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara di lingkup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers