MANAGED BY:
SELASA
21 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 17 Juli 2021 13:11
Nelayan Protes Saluran Limbah Sawit
LINGKUNGAN TERANCAM: Warga nelayan dari tiga desa ketika melakukan protes ke pihak perusahaan di tengah pekerjaan membuat saluran limbah ke wilayah pesisir, dan mendapatkan pengawalan pihak kepolisian.

PULANG PISAU - Pembuatan saluran pembuangan limbah milik PT Karya Luhur Sejati (KLS),  satu perusahaan besar swasta (PBS)  di bidang perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) diprotes warga nelayan.

Camat Kahayan Kuala Muhammad Daulay menyampaikan, pihaknya telah mengetahui adanya protes tersebut. Warga yang turun ke lapangan menggelar protes antara lain  dari Desa Papuyu III,  Desa Sei Pudak dan Desa Pasanan. Mereka rata-rata berprofesi sebagai nelayan tambak dan tangkap.

”Karena pembuangan limbah dari perusahaan ini dinilai berpotensi membuat pencemaran terhadap kondisi air dan ekosistem yang berdampak pada penurunan pada hasil produksi ikan dari tambak,”ujarnya, Jumat (16/7).

Daulay melanjutkan, mengantisipasi dan untuk menjaga hal yang tidak diinginkan terjadi, pemerintah kecamatan bersama Kapolsek dan Danramil setempat melakukan koordinasi dan memfasilitasi komunikasi antara perusahaan dengan nelayan.

“Hasil dari musyawarah antara warga dan pihak perusahaan, menyepakati pembangunan saluran tersebut dihentikan sementara, hingga menunggu hasil mediasi yang dilakukan tim teknis. Diharapkan untuk warga dapat menahan diri,” terangnya.

Salah satu perwakilan warga bernama Haidir menyatakan, pihaknya tetap menolak saluran limbah yang dibuat oleh pihak perusahaan yang tembus sampai ke muara laut itu.

Ditegaskannya, hal itu akan merubah sanitasi air, yang mengakibatkan pencemaran terhadap air tambak di wilayah pesisir. Selain itu bisa juga berdampak matinya ekosistem lingkungan setempat.

“Sudah pasti akan membuat rusaknya ekosistem yang ada di sekitar,  hingga menurunan hasil produktivitas nelayan tambak dan nelayan tangkap. Jadi kami minta tolong untuk saling menghargai dengan tidak membuat saluran limbah, ini sudah komitmen kami untuk minta dihentikan,”pungkasnya. (der/gus)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 11:11

WADUH..!! Bangunan RS Pratama Parenggean Retak- Retak

Rumah Sakit (RS) Pratama Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan…

Selasa, 14 September 2021 14:02

Salah Gaul, Mahasiswa Ini Terancam 9 Tahun Penjara

Pergaulan yang salah membawa M Afreza, seorang mahasiswa, masuk ke…

Selasa, 14 September 2021 10:55

Pos Penyekatan Resmi Dihentikan, Ribuan Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Pos penyekatan aktivitas pengawasan dan pemeriksaan arus masuk orang maupun…

Senin, 13 September 2021 13:53

Ini Perintah Gubernur Kalteng untuk Tim Medis di Lokasi Banjir

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menegaskan, pelayanan kesehatan untuk…

Senin, 13 September 2021 13:03

Covid-19 Menurun, Razia Prokes Terus Dilakukan

Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Baamang mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi…

Senin, 13 September 2021 10:29

Tabrakan Karambol di Jalur Lintas Provinsi, Untungnya Tak Ada Korban Jiwa

Empat kendaraan terlibat kecelakaan beruntun (karambol) di Jalan Lintas Provinsi,…

Sabtu, 11 September 2021 11:10

Banjir Kapuas Meluas, Tujuh Desa Terendam

Banjir yang melanda Kabupaten Kapuas semakin meluas. Sebanyak tujuh desa…

Sabtu, 11 September 2021 10:59

Remaja Bikin Sertifikat Vaksin Palsu Tarif Rp 10 Ribu

Polresta Palangka Raya membongkar pembuatan kartu vaksin palsu. Dua pelaku…

Senin, 06 September 2021 11:11

Korban Banjir di Kotim Terus Bertambah

SAMPIT – Banjir yang terus meluas, membuat jumlah korban yang…

Sabtu, 04 September 2021 12:50

Komnas PA Apresiasi Kinerja Polres Kapuas

KUALA KAPUAS – Pengungkapan kasus perdagangan anak dibawah umur oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers