MANAGED BY:
RABU
23 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Senin, 08 Februari 2021 16:07
Dinilai Tak Terbukti Merusak Hutan, Kuasa Hukum Minta Petani Sawit di Seruyan Ini Bebas
M Abdul Fatah, petani sawit yang dituduh merusak hutan.(DOK.RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO,

SAMPIT – Kuasa hukum M Abdul Fatah, petani sawit dari Desa Ayawan, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, meminta agar kliennya dibebaskan dari dakwaan. Abdul Fatah dinilai tak terbukti merusak hutan seperti yang dituduhkan. Di sisi lain, peta kehutanan yang dijadikan acuan menjerat Abdul Fatah dianggap tak relevan.

”Kepada Majelis Hakim agar menjatuhkan putusan menyatakan terdakwa M Abdul Fatah tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dan dituntut Jaksa Penuntut Umum atau setidak-tidaknya menyatakan perbuatan terdakwa bukan perbuatan pidana. Membebaskan terdakwa dari dakwaan dan/atau tuntutan JPU dalam perkara ini," kata Rendha Ardiansyah, kuasa hukum Abdul Fatah dalam sidang di Pengadilan Negeri Sampit, pekan lalu.

JPU Kejari Seruyan sebelumnya menuntut Abdul Fatah dengan pidana penjara selama tiga tahun dan denda Rp 1,5 miliar subsider 2 bulan penjara. Terdakwa dianggap dinilai melakukan perambahan hutan di atas areal seluas 12,3 hektare di Desa Ayawan. Dia dijerat Pasal 92 Ayat (1) Huruf a Jo Pasal 17 Ayat (2) Huruf b UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Rendha menegaskan, apabila mengacu Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 529/Menhut-II/2012 tertanggal 25 September 2012, seluas 80 persen atau sebagian besar kawasan di Kabupaten Seruyan merupakan kawasan hutan. Hal itu termasuk Kantor Bupati Seruyan, Kantor Kejari Seruyan, Polres Seruyan, dan lainnya.

Bahkan, lanjutnya, tidak hanya Seruyan saja yang sebagian besar arealnya merupakan kawasan hutan. Kota Palangka Raya, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah, sebagaian besar arealnya merupakan kawasan hutan yang belum memiliki izin pelepasan kawasan.

Selain itu, Rendha menambahkan, banyak lahan yang digarap masyarakat menggunakan ekskavator, bahkan penambangan galian pasir, tambang emas dan lainnya yang merusak hutan dan lingkungan hidup, justru tidak pernah dipermasalahkan aparat penegak hukum bidang kehutanan. 

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 22 Juni 2021 18:09

Gawat!!! Pasien Covid-19 Membeludak, Ruang Isolasi Penuh

PANGKALAN BUN – Membludaknya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirujuk…

Selasa, 22 Juni 2021 18:02

Salip Tronton Tabrak Truk, Pengendara Motor Tewas

PULANG PISAU – Nahas dialami oleh pengendara motor Honda Beat…

Selasa, 22 Juni 2021 18:00

Pria Setengah Abad Cabuli Anak Tiri

SAMPIT – Seorang ayah di Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur…

Selasa, 22 Juni 2021 17:57

Jualan Online, Pedagang Bawang Tertipu Rp 23 Juta

SAMPIT – Transaksi dagang secara daring rentan jadi sasaran aksi…

Senin, 21 Juni 2021 17:26

Batamad Buru Bos Cawan Mas

SAMPIT – Tindakan bos toko minuman keras Cawan Mas dianggap…

Senin, 21 Juni 2021 17:25

Polisi Berburu Kendaraan Knalpot Brong

SAMPIT – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotim sedang gencar-gencarnya…

Senin, 21 Juni 2021 17:23

Tanda Tangan Terdakwa Dipalsukan

SAMPIT - Sidang kasus penggelapan yang menyeret Ketua Koperasi Garuda…

Sabtu, 19 Juni 2021 12:14

Kenaikan Setoran Parkir Mencekik

PANGKALAN BUN – Tingginya target pendapatan asli daerah (PAD) dari…

Sabtu, 19 Juni 2021 12:10

Arogansi Bos Miras Picu Kemarahan Publik

SAMPIT – Arogansi bos toko minuman keras Cawan Mas, JW,…

Sabtu, 19 Juni 2021 12:07

Wabup Kotim Pastikan Penertiban Miras Terus Berlanjut

SAMPIT – Wakil Bupati Kotim Irawati mengapresiasi kinerja aparat kepolisian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers