MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Kamis, 22 Agustus 2019 17:13
Polri: Penyebar Pertama Hoak Itu Iblis

Jelang Pikada, Hoax Berpotensi Meningkat

HENTIKAN HOAX: Divhumas Polri menggelar temu pegiat medsos. Polisi mengajak semua pihak untuk memberangus semua konten hoax, Rabu (21/8).(DODI/RADAR PALANGKA)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Berita hoax berpotensi meningkat menjelang Pilkada Kalteng dan Kabupaten Kotawaringin Timur. Polda Kalteng berupaya mengantisipasi itu dengan mengumpulkan para pegiat media sosial, Rabu (21/8).

Dalam kesempatan itu, jajaran kepolisian mengajak semua pihak menciptakan media sosial tanpa hoax, tanpa ujaran kebencian, tanpa pornografi, dan tanpa menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

”Hoax disebarkan akun abal-abal dan tidak mendasar. Lihat profilnya. Jika ada provokasi, sangat mudah membedakannya. Makanya, jelang pilkada pun akan ada banyak hal itu nantinya, seperti saat pilpres kemarin. Ingat, penyebar pertama hoax itu iblis. Maka itu, saya ajak untuk stop hoax dan ajak warga bijak bermedia sosial,” ujar Kabag Diseminasi Biro Multimedia Divhumas Polri Kombes Pol Heru Yulianto.

Heru menuturkan, dalam pilkada, tidak bisa dimungkiri akan ada berita fitnah dan bermuatan politik, saling menjelekkan antara paslon satu dan lainnya, sehingga masyarakat harus benar-benar bijak bermedia sosial.

”Saya pokoknya ingatkan jangan menyebarkan hoax. Sebab, jejak digital akan ketahuan dan mudah ditelusuri. Maka itulah giat ini digelar biar nanti masyarakat bersatu dan tidak menyebarkan hoax. Jangan sampai menjadi korban apalagi pelaku hoax,” tegasnya.

Perwira menengah Polri ini menambahkan, khusus untuk wilayah Kalimantan Tengah, berdasarkan data dan analisa Mabes Polri, penyebarannya memang masih sangat rendah dan di bawah rata-rata. Namun, tetap harus diwaspadai dan ditekan sedini mungkin agar tidak terus menyebar.

Sementara itu, Staf Ahli Sekjen Kominfo Hendrasmo menambahkan, pemerintah sudah memblokir ratusan situs penyebar hoax dan terus melakukan pemantauan di dunia maya, sehingga masyarakat diminta terus bijaksana dalam bermedia sosial. ”Intinya, jangan sampai ikut-ikutan dan ingat stop hoax,” tandasnya. (daq/ign)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 15:57

Pencuri Berkeliaran di Palangka Raya, Ratusan Juta Raib dari Rumah Kadis

PALANGKA RAYA- Aksi pencurian dengan pemberantan terjadi di wilayah Kota…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:51

Gabungan Empat Polres Halau Pendemo

KUALA KAPUAS - Ratusan anggota Sabhara Polres Kapuas, Gunung Mas…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:47

Klaim Lahan Ganggu Pembangunan Jembatan Katingan

KASONGAN- Bupati Katingan Sakariyas menyatakan, apabila  ada pihak yang ingin…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:44

UPR Terbaik Kedua Se-Kalimantan

PALANGKA RAYA- Prestasi kembali ditorehkan Universitas Palangka Raya (UPR) di…

Jumat, 31 Januari 2020 17:06

Dinsos Minta Prostitusi Terselubung Ditindak

PALANGKA RAYA- Pihak  Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta…

Jumat, 31 Januari 2020 11:36

Pemkot Palangka Raya Terus Tingkatkan Infrastruktur Demi Masyarakat

PALANGKA RAYA -Keseriusan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam pembangunan untuk…

Kamis, 30 Januari 2020 17:40

Maling Ini Hanya Perlu Dua Menit, Motor pun Raib

PALANGKA RAYA – Tembok penjara ternyata tak mampu membuat Badrun…

Kamis, 30 Januari 2020 15:19

Gubernur Mendatang Dituntut Berdayakan Perempuan

PALANGKA RAYA- Siapapun yang nantinya terpilih pada pemilihan gubernur (Pilgub) Kalimantan…

Kamis, 30 Januari 2020 15:03

Badai Tumbangkan Berumur Beringin Ratusan Tahun, Timpa Kantor, Rumah Serta Mobil

KUALA KAPUAS – Sebuah pohon beringin tua berusia ratusan tahun,…

Kamis, 30 Januari 2020 14:56

Adik Kepala Dinas Tewas Ditabrak Mobil

PALANGKA RAYA-Insiden kecelakaan maut lagi-lagi terjadi di wilayah kota Palangka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers