MANAGED BY:
SABTU
15 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Jumat, 03 Juli 2020 14:02
Permintaan Pasar Menurun Harga Karet Terjun Bebas
GETAH KARET : Salah seorang petani karet di Kecamatan Pangkalan Banteng sedang mencetak getah karet hasil panen di kebunnya. Harga karet saat ini mengalami penuruanan akibat rendahnya penyerapan pasar.(SLAMET HARMOKO/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO,

PANGKALAN BANTENG – Harga karet di Pangkalan Banteng kian terjun bebas. Tiap kilogram getah beku berbau khas itu hanya dihargai anatar Rp 4.700 – Rp 5.700 tergantung kualitasnya.

Hal itu diungkapkan Antonius, petani karet di kawasan eks transpir ini mengatakan bahwa harga karet makin murah menjelang pandemic Covid-19. “Hal itu telah berlangsung sejak awal April lalu, sebelumnya sempat tembus Rp 7.000 per kilogram,” ungkapnya.

Kenyataan itu juga dialami Vinie, warga Sungai Hijau, Kecamatan Pangkalan Banteng ini mengungkapkan bahwa para petani karet saat ini tengah terhimpit beban ekonomi yang kian berat. “Saat covid melanda, harga karet justru makin murah,” katanya.

Pengakuan yang sama diungkapkan Parlan, warga Desa Marga Mulya ini mengaku bahwa selain harga murah, saat ini hasil getah karet juga menurun drastic. “Pohon karet mulai masa semi, sehingga getah berkurang drastic. Di sisi lain harga juga kian murah,” katanya.

Menurutnya hal ini berbanding terbalik dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya saat getah karet menyusut, harga di pasaran biasanya makin meningkat. Namun hal ini justru sebaliknya. “Biasanya saat musim semi karet ini harganya mahal karena pasokan sedikit,” katanya.

Sementara itu salah seorang pengepul getah karet di Pangkalan Banteng, Edi Priyono mengatakan bahwa harga karet di pasaran memang mengalami kejatuhan. Menurutnya permintaan getah karet menurun akibat adanya pandemic Covid-19. “Sepertinya semua terimbas korona ini. Karena harga setorannya memag sedang turun. Kami pengepul hanya mengambil keuntungan maksimal 8 persen. Tapi dengan kondisi saat ini margin keuntungan juga berkurang,” katanya. (sla)

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 16:02

Heboh Saling Klaim Survei, Ini Komentar Ketua PDI Perjuangan Kotim

SAMPIT – Hasil survei bakal calon kepala daerah dinilai bukan…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:27

Desa Runtu Diteror Buaya, Satu Warga Terluka

PANGKALAN BUN – Kemunculan buaya di Kabupaten Kobar mulai merambah…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:23

TGC Simulasikan Penanganan Suspect Virus Corona

PANGKALAN BUN - Tim Gerak Cepat (TGC) yang terdiri dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:20

Masuk Kandang Ayam, Ular Piton Gegerkan Warga

PANGKALAN BUN - Regu III PHL Animal Rescue Pemadam Kebakaran…

Jumat, 31 Januari 2020 17:02

ASN Dilarang Keluyuran Saat Jam Kerja

NANGA BULIK – Satpol PP Lamandau awasi ketat para Aparatur…

Jumat, 31 Januari 2020 16:38

Nekat..!!! Sekdes Ini Jinakkan King Kobra yang Masuki Kawasan Kantornya

PANGKALAN BUN - Sekretaris Desa Rangda, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten…

Jumat, 31 Januari 2020 11:39

Angkutan Perintis Resmi Beroperasi, Pangkalan Bun – Arutara Semakin Terbuka

PANGKALAN BUN -  Masyarakat Kecamatan Arut Utara (Arutara) Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 30 Januari 2020 21:26

Ditinggal Kerja, Satu Rumah Di Desa Bayat Jadi Arang

NANGA BULIK- Satu rumah milik warga Desa Bayat, Kecamatan Belantikan…

Kamis, 30 Januari 2020 21:11

Data Pemilih Pilgub Kalteng Wajib Jadi Perhatian

PANGKALAN BUN -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat…

Kamis, 30 Januari 2020 14:47

Pundak Ditepuk, Uang Pedagang Telur Melayang

PANGKALAN BUN - Nasib sial dialami oleh Ibu Rian (40),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers