MANAGED BY:
KAMIS
13 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Selasa, 07 Juli 2020 13:43
HADEHHHH!!! Banyak Pedagang Ogah Kenakan Masker
TANPA MASKER: Pedagang dan pengunjung di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun di masa new normal masih banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan, Senin (6/7).(SULISTYO/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO,

PANGKALAN BUN - Memasuki era new normal dan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19, ternyata tidak membuat pedagang maupun pengunjung di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Buktinya, 40 persen pedagang yang berjualan di sejumlah blok pasar rakyat terbesar di Kobar itu tidak mengenakan masker saat melayani pembeli.

Ada beberapa yang patuh, sayangnya masker tidak dikenakan sebagaimana mestinya, yaitu untuk menutupi hidung dan mulut, tetapi di dagu mereka. Di bagian dinding lapak-lapak dan kios pedagang terjejer rapi satu lembar kertas yang sudah dilaminating. Lembaran kertas tersebut ternyata surat keterangan rapid test dengan hasil nonreaktif.

Menurut mereka, penempelan foto copy surat keterangan rapid test tersebut sebagai salah satu syarat mereka dapat berjualan kembali dan hal itu sifatnya wajib. Bila ada pedagang yang belum melakukan rapid test, maka akan terdeteksi dan tidak diperkenankan untuk berjualan sampai mereka sudah mengantongi surat keterangan tersebut.

"Semua harus menempel hasil rapid test, lihat saja dari lapak saya ini sampai ke ujung pedagang sudah menempel surat keterangan tersebut. Sayangnya masih ada yang tidak patuh imbauan pemerintah untuk mengenakan masker," ujar  pedagang di blok G Pasar Indra Sari Pangkalan Bun, Martini, Senin (6/7).

Informasi yang berhasil dihimpun, ada beberapa pedagang di Pasar Indra Sari di salah satu blok yang positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab. Saat ini kios tersebut sudah tutup.

Walaupun tidak seramai sebelum pandemi Covid-19, aktivitas perdagangan berjalan lancar. Hal itu diakui oleh Sunarto. Pedagang asal Semarang Jawa Tengah ini mengaku pendapatan mereka menurun sekitar 60 persen sejak pandemi Covid-19.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 16:02

Heboh Saling Klaim Survei, Ini Komentar Ketua PDI Perjuangan Kotim

SAMPIT – Hasil survei bakal calon kepala daerah dinilai bukan…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:27

Desa Runtu Diteror Buaya, Satu Warga Terluka

PANGKALAN BUN – Kemunculan buaya di Kabupaten Kobar mulai merambah…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:23

TGC Simulasikan Penanganan Suspect Virus Corona

PANGKALAN BUN - Tim Gerak Cepat (TGC) yang terdiri dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:20

Masuk Kandang Ayam, Ular Piton Gegerkan Warga

PANGKALAN BUN - Regu III PHL Animal Rescue Pemadam Kebakaran…

Jumat, 31 Januari 2020 17:02

ASN Dilarang Keluyuran Saat Jam Kerja

NANGA BULIK – Satpol PP Lamandau awasi ketat para Aparatur…

Jumat, 31 Januari 2020 16:38

Nekat..!!! Sekdes Ini Jinakkan King Kobra yang Masuki Kawasan Kantornya

PANGKALAN BUN - Sekretaris Desa Rangda, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten…

Jumat, 31 Januari 2020 11:39

Angkutan Perintis Resmi Beroperasi, Pangkalan Bun – Arutara Semakin Terbuka

PANGKALAN BUN -  Masyarakat Kecamatan Arut Utara (Arutara) Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 30 Januari 2020 21:26

Ditinggal Kerja, Satu Rumah Di Desa Bayat Jadi Arang

NANGA BULIK- Satu rumah milik warga Desa Bayat, Kecamatan Belantikan…

Kamis, 30 Januari 2020 21:11

Data Pemilih Pilgub Kalteng Wajib Jadi Perhatian

PANGKALAN BUN -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat…

Kamis, 30 Januari 2020 14:47

Pundak Ditepuk, Uang Pedagang Telur Melayang

PANGKALAN BUN - Nasib sial dialami oleh Ibu Rian (40),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers