MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Rabu, 23 Desember 2020 15:31
Eks Bos Minyak Terseret Kasus Pajak
RILIS KASUS: Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah Cucu Supriatna (dua dari kiri) bersama Kajari Kotim Hartono menggelar ekspos kasus tindak pidana pajak di Kejari Sampit, Selasa (22/12). (RADO/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Penyidik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah menetapkan satu tersangka pengusaha bahan bakar minyak (BBM) dari Kota Sampit, yakni SM alias UU. Sebelumnya SM sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pajak.

SM tertangkap secara tidak sengaaja lantaran terlibat dalam sindikat narkotika lintas provinsi . Dia ditangkap karena kepemilikan barang haram seberat tiga kilogram pada  awal tahun lalu di Pangkalan Bun oleh BNNP Kalteng.

”Saat yang bersangkutan terjerat dalam pidana lain dan kini di Lapas Pangkalan Bun, kami proses dalam kasus ini," kata Cucu Supriatna, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah, Selasa (22/12).

Cucu menjelaskan, penyidik dari Direktorat Jenderal Pajak Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah menyerahkan tersangka dan barang bukti terkait proses penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan dengan tersangka SM. Berkas perkara atas tersangka tersebut telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut Umum pada 30 November 2020.

Menurut Cucu, tersangka merupakan Direktur PT SJ, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang BBM. Pada kurun waktu 2013- 2014 menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Pertambahan Nilai yang isinya tidak benar atau tidak lengkap dengan cara mengkreditkan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnya. Hal itu diduga melanggar Pasal 39 Ayat 1 Huruf c dan Pasal 39A UU KUP.

”Tindakan penyidikan adalah upaya terakhir. Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak telah melakukan pendekatan secara persuasif dengan mengimbau untuk membetulkan SPT, mengikuti Tax Amnesty, dan sudah diberikan kesempatan mengajukan pengungkapan ketidakbenaran perbuatan sesuai Pasal 8 Ayat (3) UU KUP. Akan tetapi, wajib pajak (SM) tidak kooperatif," ujarnya.

Dalam kasus itu, perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian pada pendapatan negara sebesar Rp 414,7 juta. Atas perbuatan tersebut, tersangka diancam hukuman penjara paling singkat enam bulan dan paling lama enam tahun, serta denda paling banyak sebesar empat kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.

Cucu berharap peristiwa itu dapat menjadi pelajaran bagi semua wajib pajak agar menjalankan kewajiban perpajakan dengan baik, dengan melakukan penghitungan, pembayaran, dan pelaporan perpajakan selain ketentuan yang berlaku. Juga harus sesuai dengan kondisi atau transaksi sebenarnya.

”Diimbau kepada wajib pajak agar tidak mudah tergiur tawaran penggunaan faktur pajak dari pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengurangi pajak yang seharusnya dibayar," katanya.

Dia juga menegaskan agar tak main-main dengan kewajiban membayar pajak. Pihaknya tak segan untuk melakukan penyelidikan. Pajak merupakan penyumbang terbesar pendapatan negara hampir 83 persen dalam APBN.

”Semoga bisa ditindaklanjuti oleh penuntut umum dan membuahkan hasil yang bisa memberikan efek kepada wajib pajak,” ujarnya.

Apabila wajib pajak membayar sesuai undang-undang sebelum dilimpahkan ke kejaksaan, katanya yang bersangkutan tidak akan dihukum. ”Namun, jika sudah masuk ke penyidikan dan dilimpahkan ke kejaksaan, perkara akan terus berjalan hingga persidangan. Jika yang bersangkutan melunasi, sifatnya hanya untuk meringankan hukuman," kata Cucu.

Sementara itu, Kepala Kejari Kotim Hartono megatakan, pajak mempunyai peran penting dalam kehidupan dan pembangunan nasional. ”Ini kesekian kalinya Kejari Kotim menerima pelimpahan kasus pajak. Selanjutnya kami akan segera menyiapkan dakwaan agar bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sampit," ujarnya. (ang/ign)

 


BACA JUGA

Minggu, 17 Oktober 2021 21:37

Pelaku Balap Liar di Kotim Terus Diburu

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotim terus memburu para pengendara…

Sabtu, 16 Oktober 2021 13:04

NAH..!! Legislator Siap ”Kuliti” Kejanggalan Tarif Baru PDAM Sampit

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bakal…

Sabtu, 16 Oktober 2021 12:53

Polres Kotim Usut Laporan Warga yang Terjerat Pinjaman Online

 Kepolisian Resort Kotawaringi Timur (Polres Kotim) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai…

Jumat, 15 Oktober 2021 11:09

PARAH..!! Kades Korupsi Bantuan Covid-19 untuk Judi Online

Besarnya dana desa yang dikucurkan untuk Desa Pantai, Kecamatan Kapuas…

Kamis, 14 Oktober 2021 14:25

HOROR..!! Pikap Pengangkut BBM Terbakar, Ada Ledakan, Sejumlah Warga Terluka

Kebakaran sebuah mobil pikap bermuatan bahan bakar minyak (BBM), menghebohkan…

Rabu, 13 Oktober 2021 13:27

Sebelum Gantung Diri, Pemuda Itu Bikin Status, Begini Bunyinya...

Aksi nekat Endo (25), pemuda di Dusun Baninan, Desa Rubung…

Rabu, 13 Oktober 2021 10:37

Ratusan Ton Rotan Disita Polisi, Petani Rotan Kotawaringin Timur Gelisah

SAMPIT – Ratusan ton rotan kering asal Kabupaten Kotawaringin Timur…

Selasa, 12 Oktober 2021 11:05

WOOO..DEWOOO...!! Istri Cuma Dijatah Uang dari Penggelapan Rp 400 Juta, Selingkuhan Dijatah Rp 840 Juta

Kepercayaan yang diberikan PT Mitra Putra Profitmas (Suzuki) terhadap Purnomo…

Selasa, 12 Oktober 2021 11:01

GEGER..!! Pria Ini Ngamuk Pakai Parang, Lima Orang Luka Parah dan Satu Tewas

Warduyu (48), warga Desa Tanjung Karitak, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung…

Selasa, 12 Oktober 2021 10:48

Razia Belum Ampuh Bikin Jera Pembalap Liar, Polisi Amankan 12 Remaja

SAMPIT – Gencarnya penindakan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap aksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers