MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT
Kamis, 31 Agustus 2017 14:15
Menjaga Ideologi Pancasila dari Rongrongan Paham Radikal
Ilustrasi. (net)

PROKAL.CO, Oleh: Ahmad Zarkasih S.Sos, S. Ag  

Bangsa  Indonesia  telah merayakan HUT Kemerdekaan ke 72, sebagai hari lahirnya negara Indonesia berkat keinginan persatuan dan kesatuan tokoh tokoh kemerdekaan dari Sabang Sampai Merauke.

Tanpa adanya  persatuan dan kesatuan negara kita tidak akan merdeka, mudah di jajah oleh bangsa asing.  Cita-cita kemerdekaan dari lahirnya  negara Indonesia itu ada di dalam Pancasila. Lima sila dalam Pancasila  memberikan petunjuk  ke mana perjuangan kita dan bagaimana masa depan yang kita tuju dari perjuangan itu. Pancasila merupakan suatu hasil perjuangan yang sekaligus menjadi sumber inspirasi perjuangan bangsa.

Pancasila adalah dasar negara, dan menjadi sumber inspirasi perjuangan, penggerak bagi masyarakat Indonesia di dalam bernegara.  Pancasila tidak sekadar legitimasi konstitusional sebagai syarat sah berdirinya sebuah negara, tetapi lebih dari itu, Pancasila haruslah benar-benar menjadi pandangan hidup di kalangan masyarakat, yang merekatkan seluruh keragaman yang pada saat ini rentan tercoreng, dimana  ada ormas ormas yang tidak lagi menganggap Pancasila sebagai ideologi.

Oleh karenanya kita harus memaknai Pancasila dalam konteks sejarah kemerdekaan. Pemaknaan itu adalah, pertama, nilai-nilai tersebut memiliki makna khas ketika kelimanya dirangkum menjadi satu kesatuan nilai. Artinya, makna Pancasila itu sendiri telah mengandung spirit ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Inilah jiwa Indonesia itu, jiwa yang akan mengerakan kita untuk terus berjuang.

Masyarakat harus memandang Pancasila tidak semata-mata dipahami sebagai seremoni atau sekadar hafalan, tetapi merupakan upaya memahami proses penggalian terhadap Pancasila.

Pancasila bukanlah slogan, tapi cita-cita dan petunjuk bagaimana perjuangan itu diarahkan dan dilakukan oleh masyarakat kita. Dengan itu, kita dapat memaknai lebih dalam kekuatan dan kesadaran dari seluruh kiprah perjuangan, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan.

Pancasila adalah ideologi revolusioner, ideologi yang tidak sudi terhadap segala bentuk penindasan dan penjajahan. Sebuah ideologi perlawanan terhadap segala hal yang bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan, dan keadilan.

Pancasila juga merupakan ideologi atas cita-cita masyarakat. Visi yang akan dicapai. Pancasila adalah tatanan masyarakat Indonesia, bentuk masyarakat Indonesia. Sehingga jelas bagaimana kita mengambarkan masyarakat itu, mengambarkan masyarakat yang akan kita perjuangankan, masyarakat Pancasila atau keberagaman, bukan masyarakat yang menginginkan  mempunyai ideologi yang berbentuk agama tertentu.

Oleh karenanya,  hanya dengan kesetiaan kepada Pancasila itulah Indonesia akan mencapai cita-cita seperti yang diamanatkan oleh perjuang kemerdekaan. Setia kepada Pancasila merupakan harga mati sebagai bakti kita mencitai negara Indonesia. Dengan demikian, kita akan mampu bertarung baik semangat, pikir, dan tindakan kita dalam melawan musuh-musuh Indonesia baik di dalam negeri maupun di luar negeri.    

Perjuangan kemerdekaan  telah menggariskan bahwa bentuk negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Proses pemilihan bentuk negara ini tentu juga tidak lepas dari pembacaan para pejuang pendahulu atas kondisi Indonesia dan tantangan yang dihadapi oleh Indonesia. Hanya dengan kesatuan yang bersendi pada kedaulatan rakyatlah Indonesia akan mampu menghadapi segala bentuk ancaman, tantangan, gangguan dan hambatan yang akan dihadapi  negara kita.

Bukti bahwa proses perjuangan Indonesia di dalam mencapai kemerdekaan,  mengalahkan kolonialisme, hanya dengan kesatuan rakyatnya. Bersatunya kekuatan seperti inilah yang menjadikan kita merdeka dari segala bentuk penjajahan. Indonesia, hasil kucuran air dari jutaan rakyat yang melawan penjajahan, dari cucuran darah, keringat, dan air mata para pendahulu kita. Jelas bahwa kedaulatan bangsa bukan sesuatu yang dapat ditawar-tawarkan apalagi digadaikan. Kedaulatan bangsa harus dijaga dan diperjuangkan tanpa kompromi.

Saat ini memang bentuk penjajahan semakin sulit terlihat dengan kasat mata, mudahnya mengakses informasi pada saat ini harus kita antisipasi  agar kedaulatan bangsa kita dapat dijaga. Tidaklah mungkin cita-cita masyarakat adil dan makmur itu dapat terwujud bila kedaulatan bangsa tidak ditegakan.

Oleh karenanya kita harus setia pada perjuangan  dan kedaulatan bangsa meneruskan perjuangan kemerdekaan dan  menjaga kedaulatan bangsa, dengan bersama-sama menjaga eksistensi pancasila agar faham dan iideologi menyimpang tidak memecah belah bangsa sehingga di dalam menyambut Perayaan kemerdekaan RI Ke- 72, semua elemen   masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan.  MERDEKA! )*Pemerhati masalah paham radikal


BACA JUGA

Rabu, 30 Mei 2018 09:27

Gelar Khatam Alquran di Bulan Ramadan

SAMPIT – Organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengelar…

Selasa, 29 Mei 2018 15:25

Ssstttt!!! Warga Endus Aksi Mesum di Ruang Publik

SAMPIT –Bulan Ramadan merupakan waktu untuk meningkatkan keimanan. Namun, di beberapa lokasi justru…

Kamis, 17 Mei 2018 10:51

Edukasi Pelajar dan Mahasiswa Terkait HIV/AIDS

SAMPIT – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengedukasi…

Jumat, 20 April 2018 10:09

Siswa Diwajibkan Ikut Praktik Manasik Haji

SAMPIT – Sebanyak 378 siswa dan siswi kelas X semua jurusan di SMKN 1 Sampit, mempraktikkan manasik…

Selasa, 17 April 2018 19:40

Penyakit Langka, Masih Bisa Disembuhkan

Muhammad Lintang Arsya Saputra lahir tak sempurna. Kondisinya memprihatinkan. Bayi lucu itu tidak memiliki…

Sabtu, 14 April 2018 10:06

Personel Damkar Perlu Latihan

SAMPIT –Ternyatamasih banyak personel di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kotim…

Senin, 02 April 2018 12:02

Disdik Jamin Soal UNBK Tak Bocor

SAMPIT – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMA/MA dan SMK di Kabupaten Kotawaringin…

Selasa, 27 Maret 2018 09:25

Dua Hari Penilaian, DLH Optimis Raih Adipura

SAMPIT – Tim terpadu dari Badan Lingkungan Hidup Kalteng melakukan penilaian Adipura di Kota Sampit…

Minggu, 25 Maret 2018 01:12

Media Sebagai Garda Kampanye Damai

Oleh: Stevanus Sulu )* Beberapa waktu belakang ini, isu hoax semakin menggila di Indonesia. Mulai dari…

Minggu, 18 Maret 2018 00:35

Pilkada Damai Menjadi Kebutuhan Bersama

Oleh: Dodik Prasetyo )* Gegap gempita pelaksanaan Pilkada 2018kini sudah mulai terasa.Mesin politik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .