MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOLOM

Kamis, 31 Agustus 2017 14:15
Menjaga Ideologi Pancasila dari Rongrongan Paham Radikal
Ilustrasi. (net)

PROKAL.CO, Oleh: Ahmad Zarkasih S.Sos, S. Ag  

Bangsa  Indonesia  telah merayakan HUT Kemerdekaan ke 72, sebagai hari lahirnya negara Indonesia berkat keinginan persatuan dan kesatuan tokoh tokoh kemerdekaan dari Sabang Sampai Merauke.

Tanpa adanya  persatuan dan kesatuan negara kita tidak akan merdeka, mudah di jajah oleh bangsa asing.  Cita-cita kemerdekaan dari lahirnya  negara Indonesia itu ada di dalam Pancasila. Lima sila dalam Pancasila  memberikan petunjuk  ke mana perjuangan kita dan bagaimana masa depan yang kita tuju dari perjuangan itu. Pancasila merupakan suatu hasil perjuangan yang sekaligus menjadi sumber inspirasi perjuangan bangsa.

Pancasila adalah dasar negara, dan menjadi sumber inspirasi perjuangan, penggerak bagi masyarakat Indonesia di dalam bernegara.  Pancasila tidak sekadar legitimasi konstitusional sebagai syarat sah berdirinya sebuah negara, tetapi lebih dari itu, Pancasila haruslah benar-benar menjadi pandangan hidup di kalangan masyarakat, yang merekatkan seluruh keragaman yang pada saat ini rentan tercoreng, dimana  ada ormas ormas yang tidak lagi menganggap Pancasila sebagai ideologi.

Oleh karenanya kita harus memaknai Pancasila dalam konteks sejarah kemerdekaan. Pemaknaan itu adalah, pertama, nilai-nilai tersebut memiliki makna khas ketika kelimanya dirangkum menjadi satu kesatuan nilai. Artinya, makna Pancasila itu sendiri telah mengandung spirit ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Inilah jiwa Indonesia itu, jiwa yang akan mengerakan kita untuk terus berjuang.

Masyarakat harus memandang Pancasila tidak semata-mata dipahami sebagai seremoni atau sekadar hafalan, tetapi merupakan upaya memahami proses penggalian terhadap Pancasila.

Pancasila bukanlah slogan, tapi cita-cita dan petunjuk bagaimana perjuangan itu diarahkan dan dilakukan oleh masyarakat kita. Dengan itu, kita dapat memaknai lebih dalam kekuatan dan kesadaran dari seluruh kiprah perjuangan, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan.

Pancasila adalah ideologi revolusioner, ideologi yang tidak sudi terhadap segala bentuk penindasan dan penjajahan. Sebuah ideologi perlawanan terhadap segala hal yang bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan, dan keadilan.

Pancasila juga merupakan ideologi atas cita-cita masyarakat. Visi yang akan dicapai. Pancasila adalah tatanan masyarakat Indonesia, bentuk masyarakat Indonesia. Sehingga jelas bagaimana kita mengambarkan masyarakat itu, mengambarkan masyarakat yang akan kita perjuangankan, masyarakat Pancasila atau keberagaman, bukan masyarakat yang menginginkan  mempunyai ideologi yang berbentuk agama tertentu.

Oleh karenanya,  hanya dengan kesetiaan kepada Pancasila itulah Indonesia akan mencapai cita-cita seperti yang diamanatkan oleh perjuang kemerdekaan. Setia kepada Pancasila merupakan harga mati sebagai bakti kita mencitai negara Indonesia. Dengan demikian, kita akan mampu bertarung baik semangat, pikir, dan tindakan kita dalam melawan musuh-musuh Indonesia baik di dalam negeri maupun di luar negeri.    

Perjuangan kemerdekaan  telah menggariskan bahwa bentuk negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Proses pemilihan bentuk negara ini tentu juga tidak lepas dari pembacaan para pejuang pendahulu atas kondisi Indonesia dan tantangan yang dihadapi oleh Indonesia. Hanya dengan kesatuan yang bersendi pada kedaulatan rakyatlah Indonesia akan mampu menghadapi segala bentuk ancaman, tantangan, gangguan dan hambatan yang akan dihadapi  negara kita.

Bukti bahwa proses perjuangan Indonesia di dalam mencapai kemerdekaan,  mengalahkan kolonialisme, hanya dengan kesatuan rakyatnya. Bersatunya kekuatan seperti inilah yang menjadikan kita merdeka dari segala bentuk penjajahan. Indonesia, hasil kucuran air dari jutaan rakyat yang melawan penjajahan, dari cucuran darah, keringat, dan air mata para pendahulu kita. Jelas bahwa kedaulatan bangsa bukan sesuatu yang dapat ditawar-tawarkan apalagi digadaikan. Kedaulatan bangsa harus dijaga dan diperjuangkan tanpa kompromi.

Saat ini memang bentuk penjajahan semakin sulit terlihat dengan kasat mata, mudahnya mengakses informasi pada saat ini harus kita antisipasi  agar kedaulatan bangsa kita dapat dijaga. Tidaklah mungkin cita-cita masyarakat adil dan makmur itu dapat terwujud bila kedaulatan bangsa tidak ditegakan.

Oleh karenanya kita harus setia pada perjuangan  dan kedaulatan bangsa meneruskan perjuangan kemerdekaan dan  menjaga kedaulatan bangsa, dengan bersama-sama menjaga eksistensi pancasila agar faham dan iideologi menyimpang tidak memecah belah bangsa sehingga di dalam menyambut Perayaan kemerdekaan RI Ke- 72, semua elemen   masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan.  MERDEKA! )*Pemerhati masalah paham radikal


BACA JUGA

Selasa, 07 November 2017 11:11

Dana Aspirasi Diwujudkan Alat Pertanian

PULANG PISAU - Sejumlah petani di wilayah Pulang Pisau akhirnya bisa bernafas lega. Usulan permintaan…

Senin, 06 November 2017 07:59

Duhhhhh Bikin Jengkel..!!! Kendaraan Ngebut Dikeluhkan

SAMPIT-Anggota Komisi IV DPRD Kotim, Muhammad Shaleh mengeluhkan laju kendaraan berkecepatan tinggi…

Rabu, 18 Oktober 2017 16:19

Uji Kemampuan Manajemen, Calon Sekda Tegang

SAMPIT – Lima peserta calon Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, memaparkan makalah…

Sabtu, 07 Oktober 2017 22:21

Membangun hingga ke Ujung Negeri

Oleh: Robertinus Sulu )* Jokowi mencanangkan program nawacita, salah satu programnya adalah membangun…

Sabtu, 07 Oktober 2017 22:14

Isu SARA dan Hate Speech Ancam Pilpres 2019

Oleh : Robertinus Sulu )* Bercermin pada pelaksanaan Pilpres 2014, maraknya penyebaran isu yang berbau…

Sabtu, 07 Oktober 2017 22:11

Isu Komunis dalam Kepemimpinan Jokowi

Oleh: Dodik Prasetyo )* Manuver Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965, sampai saat ini masih…

Senin, 02 Oktober 2017 08:19

Dewan Minta Maksimalkan Pajak Reklame, Ternyata Selama Ini..

SAMPIT-Ketua Komisi I DPRD Kotim, Handoyo J Wibowo  meminta agar penggalian Pendapatan Asli Daerah…

Minggu, 24 September 2017 00:28

Menjelang Tiga Tahun Membangun Indonesia

Oleh: Agung Prasetyo )* Memasuki tiga tahun pemerintahan Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang tepat…

Minggu, 24 September 2017 00:24

Antisipasi Kebakaran Hutan 2017

Oleh: Yanuar Manurung )* Kebakaran hutan..... Apakah yang pertama sekali pembaca bayangkan ketika mendengar…

Sabtu, 16 September 2017 23:32

Bisnis di Balik Konflik Rohingya

Oleh: Jefry Untung )* Beberapa waktu belakangan ini tentu konflik Rohingya menjadi Headline news di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .