MANAGED BY:
RABU
02 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT
Sabtu, 28 Oktober 2017 22:47
Peran Pemuda dalam Menegakkan Bhineka Tunggal Ika
Ilustrasi. (net)

PROKAL.CO,

Oleh: Indah Rahmawati Salam )*

Memperingati hari sumpah pemuda sama halnya dengan mengingatkan kembali peran penting kaum pemuda dalam menggagas konsep kesatuan tanah air, bangsa, dan bahasa. Harapannya agar masyarakat khususnya kaum pemuda saat ini menyadari potensi diri dalam mewujudkan Indonesia yang berlandaskan pancasila.

Akan tetapi seiring waktu berlalu dan menimbun sejarah, pemahaman akan makna peringatan sumpah pemuda semakin terlupakan. Peringatan sumpah pemuda bukan hanya sekedar perayaan, akan tetapi juga sebagai sistem kontrol yang memecut dan menuntut pertanggungjawaban dari seluruh masyarakat Indonesia khususnya pemuda dalam mempertahankan pencapaian-pencapaian para pendiri bangsa.

Berbeda dengan gambaran pemuda Indonesia yang tertulis dalam sejarah. Memasuki era perkembangan teknologi pemuda Indonesia mengalami perubahan karakter dan sikap yang sangat signifikan. Perubahan tersebut tentu saja dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya perkembangan teknologi informasi global yang memungkinkan terjadinya percampuran budaya, khususnya budaya barat. Hal tersebut terjadi karena keunggulan teknologi umumnya dimiliki oleh Negara-negara barat.

Dampak nyata dari masuknya budaya asing tersebut adalah terjadinya bentrokan nilai-nilai sosial asing (barat) yang umumnya memegang paham liberal dan memiliki karakter individualis dan Indonesia (timur) yang berpegang pada Ideologi pancasila dan memiliki karakteristik “gotong royong” atau kebersamaan. Sehingga, acap kali terjadi perbedaan pandangan di dalam masyarakat, khususnya kaum pemuda.

Sementara, dampak jangka panjangnya adalah terjadinya pelemahan pancasila karena pemuda sebagai generasi penerus bangsa lebih mudah menerima nilai-nilai sosial asing yang cenderung berpaham liberal dan memiliki karakter individualis. Kekhawatiran tersebut bukan hanya sekedar paranoid saja, saat ini banyak terjadi peristiwa-peristiwa yang menggambarkan perpecahan antara sesama bangsa Indonesia hanya karena perbedaan keyakinan, ras, suku, dan kelompok.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 22:47

Rudini Ditenggat 60 Hari

<p><strong>SAMPIT </strong>&ndash; Calon bupati Kotim Muhammad Rudini harus menyerahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers