PALANGKA RAYA – Provinsi Kalimantan Tengah akan menerima kapal pembangkit tenaga listrik dari dari dari Turki. Kapal pembangkit tenaga listrik tersebut disewa oleh BUMN kelistrikan untuk mengatasi persoalan kelistrikan di Kalteng.
Anggota Komisi VI DPR, Hamdhani mengatakan, didatangkannya kapal pembangkit tenaga listrik merupakan terobosan pihak PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dalam mengatasi kurangnya pasokan listrik di berbagai daerah, khususnya di Kateng. Langkah PLN tersebut perlu diapresiasi karena persoalan kekurangan listrik di Kalteng masih terjadi.
“Rencananya, Maret ini kapal pembangkit listrik dari Turki akan tiba di Kalteng. Kapal tersebut dengan daya sebesar 60 MW untuk memenuhi kekurangan pasokan listrik di Kalteng,” tegas Hamdhani, Rabu (28/2).
Kapal pembangkit tenaga listrik dengan nama CARADEMIZ LVMPP itu didatangkan akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan di tiga kabupaten dan satu kota. Adapun 4 kabupaten/kota tersebut, yakni Pelabuhan Bagendang Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kota Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat, Katingan dan Kota Palangka Raya.
“Tambahan daya yang cukup besar itu, diharapkan defisit tenaga listrik di Kalimantan Tengah bisa teratasi. Saya berharap aktivitas masyarakat, juga kalangan dunia usaha tidak terganggu lagi,” tukas Hamdhani.
Anggota Fraksi Partai Nasdem ini meminta kepada pihak PLN agar bisa menjamin ketersediaan daya listrik di berbagai wilayah, termasuk di Kalimantan Tengah yang terdiri dari 13 kabupaten dan 1 kota. Pasalnya, selama ini Kalteng termasuk wilayah yang defisit daya listrik dan berdampak pada masyarakat dan dunia usaha.
“Kita minta kepada PLN agar ada jaminan pasokan listrik di Kalteng aman dan tidak lagi defisit. Karena dampak persoalan listrik sangat menyulitkan masyarakat, terutama dunia usaha,” tandasnya. (arj/vin)