MANAGED BY:
MINGGU
05 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Jumat, 06 Agustus 2021 12:57
KEPSEK BEJATTTT...!! Dipaksa Nonton Film Porno, 4 Murid Dicabuli Bergantian
JADI TERSANGKA: Oknum kepsek pelaku pencabulan terhadai sejumlah muridnya, ketika diikutkan dalam pers rilis oleh Reskrim Polres Kapuas, Rabu (4/8) . (ALEXANDER/RADAR SAMPIT)

Aksi asusila dengan korban perempuan di bawah umur kembali terjadi. Bejatnya lagi,  kali ini dilakukan oknum kepala sekolah (kepsek) di salah satu sekolah di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, kepada anak muridnya.

Pelaku bukannya menjadi teladan dan mengajari hal baik kepada muridnya, malah melakukan aksi asusila. Tidak tanggung-tanggung, korbannya sebanyak empat orang, berinisal S (12), Sm (12), A (12), dan I (13). 

Saat ini dirinya pun sudah dijebloskan ke sel tahanan Polres Kapuas, setelah pihak kepolisian dari Polres Kapuas menerima laporan tentang kasus asusila yang dialami oleh keempat korban tersebut.

Saat menggelar press rilis Rabu (4/8) kemarin, Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti melalui Kasat Reskrim AKP  Kristanto Situmeang memaparkan, kronologis kejadian, terjadi pada 21 Mei 2021 yang lalu. Awalnya, pelaku melakukan asusila kepada satu korban berisial SK diruangan pelaku yang merupakan kepala sekolah tersebut.

”Pelaku ini memanggil korban SK keruangan setelah selesai mengikuti ujian. Di ruang kerjanya, korban ditanyai tentang hal yang tidak sopan. Hingga pelaku juga memerintahkan korban untuk menonton video tidak senonoh. Korban tidak mau dan korban pun dipaksa membuka baju sendiri oleh pelaku,” beber Kasat Reskrim.

Kristanto melanjutkan, korban yang dipaksa membuka baju pun, langsung dihampiri pelaku dengan memegang bagian dada dan kemaluannya, sekitar dua menit. Tidak sampai disitu,  korban pun diminta ke kamar mandi untuk melepas pakaiannya. 

”Ditolak korban. Lalu pelaku ini terus memaksa yang akhirnya baju korban terbuka dan langsung dilecehkan pelaku. Setelah itu korban diminta pulang. Namun diancam pelaku agar tidak menceritakan kejadian itu ke orang lain. Jika diceritakan tidak akan lulus sekolah,” bebernya.

Usai melancarkan aksinya ke korban pertama, pelaku pun meminta korban  lainnya secara bergiliran masuk ruangan. Selanjutnya, dengan aksi yang sama pelaku melakukan aksinya cabulnya.

Para korban yang merasa terancam dan dicelehkan itu pun menceritakan kejadian itu ke keluarga mereka, yang akhirnya pihak keluarga korban tidak terima dan melaporkan kejadian itu ke Polres Kapuas.

”Dari laporan orang tua para korban langsung kami tindaklanjuti dan mengamankan pelaku dikediamannya. Saat ini pelaku masih kami lakukan proses penyelidikan untuk mengetahui apakah ada korban lainnya,  atau hanya empat orang itu saja,”terang Kristanto.

Sementara itu,  akibat dari perbuatannya pelaku harus mempertanggungjawabkan dengan mendekam di sel jeruji besi Polres Kapuas. Dirinya dikenakan pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) undang-undang RI no 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah penggantian undang-undang no 1 tahun 2016 perbuahan undang-undang nomor 35 tahun 2014 perubahan atas undang-undang no 23 tahun 2002 perlindungan anak.

”Dengan itu pelaku dikenakan hukuman pidana paling lama 15 tahun dan paling rendah lima tahun penjara serta denda Rp 5 miliar. Dalam Ayat (2) Yaitu dimana tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yang dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga, pengasuh anak, pendidik, tenaga pendidik, aparat yang menangani perlindungan anak, atau dilakukan oleh lebih dari satu orang secara bersama-sama, pidananya ditambah sepertiga dari pidana sebagaimana pada ayat (1),”pungkas Kristanto. (der/gus)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 10:36

Kalteng Waspadai Peningkatan Covid-19 saat Natal dan Tahun Baru

Polri menggelar apel kepala satuan wilayah (Kasatwil) di Bali kemarin.…

Jumat, 03 Desember 2021 12:22
Jaksa Diharapkan Tuntut Hukuman Maksimal

LAYAK DIHUKUM MATI..!! Bos Kampung Narkoba Palangka Raya Hasilkan Miliaran Sebulan

Bos kampung narkoba di Palangka Raya, Salihin alias Saleh (35),…

Kamis, 02 Desember 2021 12:44

SEREM..!! King Kobra Masuk ke Kamar

Kemunculan binatang berbisa dan berbahaya kembali menghebohkan warga di Jalan…

Selasa, 30 November 2021 14:47

Kerekam CCTV, Jambret Gadget Milik Pejalar SMP Dibekuk

Bermodalkan rekaman kamera pengawas Closed Circuit Television (CCTV), Tim Reserse…

Selasa, 30 November 2021 14:46

Anak Buah Aril, Buron Bandar Sabu Sampit, Divonis 5,5 Tahun

Rusandy Lesmana dijatuhi vonis selama 5 tahun dan 6 bulan…

Kamis, 25 November 2021 12:17

Sebesar Ini Denda ke Perusahaan Terkait Temuan Kayu Log Sidak Gubernur Kalteng

 PT Hutan Produksi Lestari (HPL) dikenakan denda administratif sebesar Rp…

Sabtu, 20 November 2021 12:56
Terjang Banjir dan Lumpur Menuju Sekolah

Kerasnya Perjuangan Siswa Mengejar Matahari di Ujung Utara Kobar

Buruknya kondisi infrastruktur bukan hanya memukul ekonomi masyarakat, tetapi juga…

Jumat, 19 November 2021 13:55
GAWAT!!! Kalteng di Ambang Krisis Ekologis

Kualitas Lingkungan Kalteng Kian Memburuk, Bencana Bisa Semakin Parah

Banjir yang terus terjadi di Kalimantan Tengah menandakan semakin buruknya…

Kamis, 18 November 2021 11:33

MIRIS!!! Suami Jarang Pulang, Bayi Jadi Korban

Seorang wanita di Kotim, Sy, tega menelantarkan darah dagingnya sendiri…

Kamis, 18 November 2021 10:35

Wali Kota Palangka Raya Jamin Kebutuhan Pengungsi Akibat Banjir

Masih meningginya debit air luapan sungai Kahayan, yang merandem sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers