MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Rabu, 11 April 2018 11:42
Rokok Senilai Rp 135 Juta Dimusnahkan
ILEGAL: Bea Cukai Pangkalan Bun bersama instansi terkait memusnahkan rokok ilegal hasil sitaan dengan cara dibakar.(JOKO HARDYONO/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Bea Cukai Pangkalan Bun memusnahkan rokok ilegal  di lapangan Pelindo III Pangkalan Bun, Selasa (10/4). Barang yang dimusnahkan tersebut berasal dari hasil penindakan Bea Cukai Pangkalan Bun di wilayah Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara sejak 2015 sampai 2017.

Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun Nurtanti Widyasari menuturkan, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 136/PMK.04/2010 tentang Tata Cara Penyelesaian Barang Kena cukai dan Barang Barang Lain yang Dirampas untuk Negara atau yang Dikuasai Negara, bahwa penyelesaian lebih lanjut dari barang kena cukai (BKC) yang menjadi milik negara harus dimusnahkan oleh pejabat bea dan cukai. Kegiatan pemusnahan kali ini dilakukan dengan cara pembakaran. 

Barang hasil penindakan berupa rokok ilegal berbagai jenis merk dengan modus-modus pelanggaran seperti tanpa pita cukai (polos), dilekati pita cukai palsu, dan dilekati pita cukai bekas. Atas penindakan sebagaimana dimaksud telah ditetapkan sebagai barang yang dikuasai negara (BDN) yang selanjutnya ditetapkan menjadi barang milik negara (BMN).

Total barang kena cukai yang dimusnahkan adalah 309.016 batang dengan nilai barang Rp 135.108.100 dan potensi kerugian negara sebesar Rp 99.348.680.

Rokok hasil penindakan barang kena cukai ilegal tahun 2015 sejumlah 1.600 batang dengan nilai Rp 640.000 dan potensi kerugian negara sebesar Rp 424.000. Hasil penindakan BKC ilegal tahun 2016 sejumlah 61.720 batang dengan nilai Rp 24.692.000 dan potensi kerugian negara sebesar Rp 15.583.880. Sedangkan Hasil penindakan BKC ilegal tahun 2017 sejumlah 245.696 batang dengan nilai Rp 109.776.100 dan potensi kerugian negara sebesar Rp 83.340.800.

“Yang sedang digalakkan kegiatan pemusnahan ini juga sejalan dengan kegiatan operasi Gempur Direktorat Jenderal Bea Cukai secara nasional. Tujuannya adalah untuk menekan tingkat peredaran BKC ilegal, sehingga dapat memberikan situasi yang kondusif kepada peredaran BKC yang legal dan berdampak pada kenaikan penerimaan cukai,” pungkasnya. (jok/yit)

 


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 15:11

Akan Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla

PANGKALAN BUN - Pemerintah Kabupaten Kotawangin Barat (Kobar) akan meningkatkan…

Selasa, 17 September 2019 10:37

RSCH Sosialisasi Memandikan Jenazah Berpenyakit Menular

PANGKALAN BUN - Rumah Sakit Citra Husada (RSCH) Pangkalan Bun,…

Senin, 16 September 2019 14:59

Dua Heli Bantu Padamkan Karhutla

PANGKALAN BUN- Dua helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan…

Senin, 16 September 2019 14:55

Dua Bulan ada 4.513 Kasus ISPA, 10 Persennya Diduga Akibat Asap

PANGKALAN BUN – Dalam dua bulan terakhir temuan Infeksi Saluran…

Senin, 16 September 2019 14:51

Gedung Walet Ada Tanda Ini, Berarti Belum Bayar Pajak

PANGKALAN BUN- Badan Pendapatan Daerah bersama Satuan Polisi Pamong Praja…

Sabtu, 14 September 2019 17:04

Pemkab Sukamara Gelar Upacara dan Olahraga Bersama

SUKAMARA – Pemkab laksanakan upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas)…

Sabtu, 14 September 2019 16:49

Warga Desa Melata Ditemukan Membusuk di Sawitan

NANGA BULIK - Warga Desa Melata, Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten…

Sabtu, 14 September 2019 16:41

Sudah Puluhan Hektare Kebun Sawit Jadi Arang

PANGKALAN BUN - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kelurahan…

Jumat, 13 September 2019 15:33

Tingkatkan Kompetensi Teknis Petugas Mupen dan MPC

PALANGKA RAYA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)…

Jumat, 13 September 2019 15:31

Ibu-ibu Latihan Gerak Jalan di Jembatan

Derap langkah kaki para ibu - ibu di atas titian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*