MANAGED BY:
KAMIS
04 MARET
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT
Minggu, 29 April 2018 00:06
Pemilu yang Semarak dan Anti Hoax Berbasis Transparansi Informasi
Ilustrasi. (net)

Kemudian dalam konteks pemilu damai, Dan Satriana menjelaskan bahwa perlu disepakati dulu bahwa kondisi damai ini maksudnya bahwa pemilu itu tidak berujung pada perpecahan di masyarakat ya, bukan damai dalam arti “anyep” tanpa semangat atau hening karena teror.

“Saya pikir dari perspektif keterbukaan informasi, bukan pemilu damai dalam tanda kutip seperti itu yang sebenarnya kita harapkan. Bahwa pemilu damai yangminim aspirasi kritis publik tentu tidak lebihbaik dari pemilu yang berjalan sesuai aturan, yakni pemilu yang jujur, adil, semarak, kompetitif, memicu partisipasi aktif masyarakat, dapat menjadi pembelajaran politik bagi semua pihak, dan menjadi titik tolak pertama untuk mendorong peran aktif calon pemimpin dalam melayani masyarakat.  Tentu saja, hal itu hanya akan dapat tercapai jika badan publik yang bertanggungjawab menyelenggarakan perhelatan ini, yakni KPU dan Bawaslu, benar-benar menjalankan tugasnya menjaga hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lengkap, valid dan mudah diakses, terkait profil, track record dan program kerja para calon. Selain itu, KPU dan Bawaslu harus bisa dengan cepat mengklarifikasi dan meng-counter berita-berita hoax, sehingga hoax tersebut tidak berhasil memanfaatkan situasi dalam memecah belah masyarakat.” Demikian paparan dari Dan Satriana.

Terkait dengan kasus hoax dalam pemilu, Afif dari Mafindo menjelaskan bahwa sampai saat ini, tensi persaingan Pilgub Jabar belum sampai memicu black campaign dan hoax yang menjadi-jadi seperti dalam Pilkada Jakarta tempo hari. Beberapa berita yang tendensius sebagai hoax terkait pasangan calon yang muncul saat ini juga tidak terlihat begitu kuat.

Dapat dikatakan, sampai saat ini pilkada Jabar relatif tenag. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal itu, pertama karena polaritas identitas masing-masing paslon tidak seekstrem Pilkada Jakarta. Meski basis polaritas di masyarakat Jabar ada dan cenderung kuat, namun boleh dikatakan di tingkat paslon, sangat baur antara identitas agama dan identitas nasionalisme masing-masing paslon, sehingga meminimalkan polarisasi yang ekstrem.

Dalam hal ini, isu agama dan nasionalisme sebagai pemicu hoaxprimadona menjadi tidak terlalu efektif untuk mem-framing para paslon pilkada Jabar. Di samping itu, Afif melihat bahwa upaya-upaya pemberantasan hoax yang dijalankan multipihak, baik masyarakat dan pemerintah, terutama dalam upaya penangkapan para produsen hoax, saat ini terlihat cukup memberi dampak positif terhadap menurunnya jumlah hoax yang beredar.

Meski demikian, upaya itu masih harus terus dijalankan. Mafindo sebagai lembaga insiatif masyarakat dan independen menjalankan berbagi teknik pelacakan, pembuktian dan pelaporan hoax yang bisa dilakukan masyarakat luas, salah satunya dengan menggunakan aplikasi Hoax Buster Apps yang dikembangkan Mafindo, dan dapat diunduh di Google Play.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 22:47

Rudini Ditenggat 60 Hari

<p><strong>SAMPIT </strong>&ndash; Calon bupati Kotim Muhammad Rudini harus menyerahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers