SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

PALANGKA

Rabu, 12 September 2018 17:07
Elpiji Melon Tembus Rp 40 Ribu
LANGKA: Sebelum kelangkaan, pedagang eceran menjual gas isi ulang elpiji 3 kg dengan stok yang masih cukup dan harga Rp 30ribu.(YUSHO/RADAR SAMPIT)

MUARA TEWEH – Masyarakat kabupaten Barito Utara (Batara) dibuat resah dengan melambungnya harga isi ulang elpiji 3 kg atau elpiji melon atau liquefied petroleum gas (LPG) 3 kg. Sebab, saat ini harga isi ulang gas elpiji melon tembus Rp 40 ribu.

Melambungnya harga isi ulang tabung elpiji 3 kg ini diduga disebabkan terjadi kelangkaan. Di mana dalam sepekan terahir, beberapa agen penyalur gas elpiji melon di wilayah setempat, mengalami ke kosongan stok.

Salah seorang warga bernama Mahliadi mengatakan, harga eceran gas elpiji 3 kg saat ini berpariasi dibeberapa warung dan kios. "Saya baru saja beli elpiji 3 kg dengan harga Rp 40.000. Namun ada informasi bahwa ada sebagian pedagang yang menjual isi ulang tabung gas elpiji 3 Kg degan harga Rp 35.000," ujarnya, Selasa (11/9).

Sementara, Sanah salah seorang ibu rumah tangga  menambahkan, kelangkaan gas elpiji melon ini sudah terjadi dalam sepekan. "Kini beberapa kios atau warung pedagang bayak yang mengalami ke kekosongan. jika ada, harganya pun melonjak naik," katanya.

Disampaikanya, dengan kenaikan gas elpiji 3 kg ini, maka berdampak terhadap meningkatnya biaya kebutuhan rumah tangga masyarakat. "Oleh sebab itu, kami berharap kepada instansi terkait supaya bisa mencari solusi, agar harga elpiji 3 kg di daerah ini bisa turun atau normal kembali," tandasnya. (viv/arj)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 21:50

Ratusan PNS Masih Mangkir, Laporkan Harta Kekayaan

<p>SAMPIT &ndash; Sebanyak 240 Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara di lingkup…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers