MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Senin, 15 Juli 2019 14:22
Lombok Naik, Bawang Mulai Turun
Beberapa komoditas di Pasar Keramat Sampit mengalami lonjakan harga baru-baru ini.(DINTYA AYU PURIKA/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Sampit fluaktif. Lombok mengalami kenaikan, sementara bawang merah dan bawang putih mengalami penurunan. Kenaikan harga lombok sudah terjadi sejak sepekan terakhir.

“Harga lombok naik Rp 80 ribu per kilogram. Enggak tahu naiknya kenapa, pokoknya sudah lima hari ini naiknya, sudah enggak bisa lagi jual harga Rp 30-35 ribu,” ujar  Parji, pedagang Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Minggu (14/7).

Di saat harga normal, lombok dijual dengan kisaran harga Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram.

Perlu diketahui, harga lombok Rp 80 ribu per kilogram ini merupakan jenis lombok yang didatangkan dari Jawa. Ciri-ciri bentuknya gendut dan warnanya merah cerah.

“Saya jual lombok Jawa saja, kalau lombok tanjung (berbentuk panjang dan lebih pedas) enggak jual. Ambil ke distributornya lebih mahal lagi,” ujarnya.

Kendati demikian, harga bawang merah dan bawang putih dalam sepekan terakhir ini sudah turun dari Rp 40 ribu menjadi Rp 35 ribu.

”Bawang merah harga biasanya beda-beda tergantung kualitas ada juga yang lebih mahal dari yang saya jual tetapi kualitas bawangnya bagus dan harum,” katanya. 

Hal serupa juga disampaikan pedagang cabai rawit di Pasar Keramat Sampit, Sumi dan Misna.  Misna yang sehari-hari mengambil pasokan cabai dari Jawa menuturkan, sejumlah wilayah penghasil cabai mengalami kekeringan. Hal inilah yang menyebabkan produksi cabai rawit dan merah belum stabil. Namun, meski cabai dari Jawa pasokannya belum stabil, masih terbantu dengan pasokan dari Banjarmasin.

“Saya ambilnya dari pedagang besar di sini, hanya saja biasanya mereka dipasok dari Jawa dan Banjarmasin. Memang sedang mahal ini, kalau yang besar ini masih tetap,” ungkapnya.  

Meski cabai merah harganya sedang meroket, namun sejumlah sayuran lainnya harganya masih relatih normal. Seperti sawi putih normal di harga Rp 14 ribu/kg, sawi hijau Rp 12 ribu per kg, daun bawang normal di harga Rp 40 ribu per kg, sedangkan daun seledri turun dari Rp 20 ribu menjadi Rp 12 ribu per kg.  

Selain cabai rawit, komoditas di Pasar Kramat yang mengalami kenaikan di minggu kedua bulan Juli 2019 ini adalah daging ayam dan beberapa jenis ikan. Salah satu penjual daging ayam dan ikan, Meliza menuturkan daging ayam mengalami kenaikan harga secara bertahap.

“Ayam memang naik hari ini, kalau sekarang Rp 38 ribu per kilogram. Tapi tidak langsung naik sudah satu minggu ini naiknya bertahap, dari awalnya Rp 30 ribu per kilogram, terus Rp 35 ribu per kilogram. Nah, hari Minggu ini (14/7) langsung naik lagi jadi Rp 38 ribu/kg,” jelas Meliza.

Bahkan sudah beberapa hari terakhir ikan bandeng dan selar juga mengalami kenaikan yang sama. “Ikan juga ada kenaikan tapi tidak semua, seperti ikan Bandeng yang awalnya dijual Rp 26 ribu/kg, sekarang ini dijual dengan harga Rp 30 ribu/kg. Sedangkan ikan Selar yang awalnya dijual Rp 35 ribu/kg sekarang dijual Rp 38 ribu/kg,” terangnya.

Meski komoditas cabai rawit, daging ayam dan ikan sedang mengalami kenaikan harga. Hal ini tidak berdampak pada sejumlah harga sembako yang dijual oleh Arifin, salah satu penjual sembako di Pasar Kramat.

“Masih normal saja belum ada kenaikan minggu-minggu ini. Kalau harga telur berbeda-beda itu kan tergantung dari mana mereka mengambilnya atau agen yang mereka tuju. Misal dari agen sudah murah otomatis kita akan jual murah juga, kalau tinggi mau gak mau ikut naikkan juga,” tuturnya.

Sementara itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotim pada Juni 2019 lalu, cabai merah besar menjadi salah satu penyumbang inflasi peringkat ke-3, yakni sebesar 0,03 persen. Hal ini akibat momentum Lebaran 2019 yang jatuh tepat di bulan Juni 2019.  (hgn/rm-97/yit)  


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 10:01

277 Kelompok Peserta Meriahkan Jalannya Pawai

SAMPIT- Sebanyak  277  nomor  atau kelompok peserta meramaikan pawai pembangunan…

Senin, 19 Agustus 2019 09:55

Memprihatinkan! Masyarakat Kurang Peduli dengan Fasilitas Umum

SAMPIT- Sejak Minggu (18/8) pagi kemarin,  warga terlihat mengisi ruas-ruas…

Sabtu, 17 Agustus 2019 11:27

Pagar Jembatan Sungai Lintang Diperbaiki

SAMPIT-Pagar jembatan Sungai Lintang Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu…

Sabtu, 17 Agustus 2019 11:22

Serunya Fun Cooking With Masterchef Fani

SAMPIT- Fun Cooking with Masterchef  Fani  yang  gelar Aquarius  Boutique…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:53

Bupati Ajak Masyarakat Perjuangkan Adipura

SAMPIT-- Menghadapi penilaian tahap 1  Adipura di akhir bulan ini,…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:51

DLH Kotim Bagikan Motor Pengangkut Sampah Lagi

SAMPIT – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, kembali akan menyerahkan…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:34

Khotbah Jumat: Pembatal-Pembatal Keislaman Bagian I

PADA kesempatan kali ini kita akan membahas satu pembahasan yang…

Kamis, 15 Agustus 2019 11:02

INGATTTT..!!! Tidak Menjabat, Aset Daerah Dikembalikan

SAMPIT- Dalam  rangka memberikan contoh yang baik untuk anggota DPRD…

Kamis, 15 Agustus 2019 06:39

P1 Adipura Sasar 18 Indikator

SAMPIT—Dalam waktu dekatini, Penilaian Tahap 1 (P1) Piala Adipura mulai…

Kamis, 15 Agustus 2019 06:00

Ada Karhutla, Laporkan!

SAMPIT – Tidak ingin bencana kabut asap tahun 2015 kembali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*