MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Jumat, 16 Agustus 2019 15:08
Gambut Harusnya Tak Mudah Terbaka, Kenapa?

Curah Hujan Rendah Bisa Perparah Asap

PANDUAN WARGA: Alat pengukur indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Kota Palangka Raya bermanfaat sebagai panduan warga melihat secara langsung kualitas udara.(HARI SOSILO/RADAR PALANGKA)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Tekstur tanah gambut di Kalimantan Tengah seharusnya tak mudah mudah terbakar. Karena itu, kebakaran yang terjadi di lahan gambut dan menimbulkan kabut asap, kemungkinan besar disebabkan ulah manusia.

Hal itu disampaikan pakar gambut dari Universitas Palangka Raya (UPR) Salampak. ”Tidak, gambut itu tidak mudah terbakar. Bahkan dengan gesekan kuat antara ranting juga tidak akan membuatnya terbakar. Gambut akan terbakar jika bahan lain atau bahan organik di atasnya terbakar sampai 270 derajat," ujarnya.

Dia menambahkan, curah hujan yang relatif singkat justru akan menambah parah kabut asap dari tanah gambut. Hal itu disebabkan lahan gambut yang semula kering, makin lembat dengan asupan air dalam jumlah sedikit. Akan tetapi, jika curah hujan tinggi, air akan meresap dan memadamkan unsur organik yang terbakar.

”Ibaratnya bakar sampah, kalau disiram sedikit maka yang keluar asap yang tebal, sementara apinya belum padam. Begitulah gambut, kalau hujan hanya sedikit, hanya akan menghilangkan partikel di udara, tetapi menambah parah asap," katanya.

Menurutnya, langkah yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat adalah dengan cara mengubah pola pikir. Mengingat masyarakat Kalteng hidup di wilayah gambut, maka kesadaran untuk menjaga lahan tersebut harus dimulai dari dalam diri manusia.

Sejauh ini, lanjutnya, upaya restorasi gambut yang dilakukan pemerintah belum membuahkan hasil memuaskan. Sebab, karhutla di wilayah Kalteng lebih didominasi ulah manusia.

”Seperti program Presiden, revolusi mental itulah yang sangat penting. Zaman dulu, orang hidup dan bangun rumah dengan dinding kulit kayu atau tanaman yang dianyam, kalau rumah itu terbakar, maka yang salah adalah penghuni rumahnya, bukan rumahnya. Kira-kira seperti itulah analoginya," ujarnya.

Sementara itu, Satpol PP Kota Palangka Raya melakukan pemantauan terhadap masyarakat yang membakar lahan. Hasilnya, tim teknis mengamankan oknum yang membakar lahan di ujung Jalan G Obos 14.

Kasatpol PP Kota Palangka Raya Yohn Benhur Pangaribuan, pelaku bernama Haryadi (43) tertangkap basah melakukan pembakaran lahan di ujung Jalan G Obos 14 Ujung. ”Pelaku ditangkap setelah membakar lahan di Jalan G Obos 14 Ujung. Lahan yang dibakar satu kavling," ucapnya. (sos/ign)

 


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 14:27

Campos ke Persebaya, Antoni ke PSS Sleman

PALANGKA RAYA- Kabar mengejutkan berhembus dalam skuad Kalteng Putra usai…

Rabu, 18 September 2019 08:51

Pemkot Diminta Serius Uji Kompetensi Pejabat

PALANGKA RAYA – Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K…

Rabu, 18 September 2019 08:44

Pastikan Hadir di Tengah Masyarakat

PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama…

Rabu, 18 September 2019 08:41

Masyarakat Bisa Bantu Petugas Padamkan Karhutla

KUALA KURUN – Dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan…

Selasa, 17 September 2019 11:26

Penindakan Hukum Harus Transparan

PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail…

Selasa, 17 September 2019 11:23

Dorong Buka Ruang Oksigen

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong semua…

Selasa, 17 September 2019 11:19

Desak Naikkan Status Bencana

PALANGKA RAYA – Ketua sementara DPRD Kota Palangka Raya Sigit…

Selasa, 17 September 2019 10:59

Tangani Karhutla, Semua Pihak Diminta Bergerak

PALANGKA RAYA – Peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di…

Selasa, 17 September 2019 10:43

Dewan Bantu Petugas BPBD dan Damkar

KUALA KURUN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten…

Selasa, 17 September 2019 10:40

Fokus Peningkatan SDM untuk Hasilkan Usaha Maksimal

KUALA KURUN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*