MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Jumat, 16 Agustus 2019 15:59
GILLLAAA..!!! Cabai Rawit Makin Melejit, Tembus Rp 200 Ribu Per Kilo

Gagal Panen, Kiriman Dari Jawa Terhenti

MAHAL : Harga komoditas cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, meroket hingga tembus Rp 200 ribu perkilogram, nampak pedagang cabai di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun, Kamis (15/8/2019).(SULISTYO/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Harga komoditas cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dalam sepekan ini terus merangkak naik, bahkan mampu tembus dikisaran harga Rp 200 ribu perkilogram.

Menurut beberapa pedagang sayur mayur di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun, tingginya harga cabai rawit lantaran tidak ada pasokan dari Pulau Jawa, terutama dari Jawa Tengah, yaitu Cilacap dan Wonosobo, serta pasokan dari Surabaya.

Untuk mencukupi kebutuhan akan cabai rawit pedagang mendatangkan cabai dari petani di daerah Tanjung, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Kalau dari Jawa kosong barangnya, harga dari pemasok di Jawa sudah Rp180 ribu, dan kita jual Rp 200 ribu perkilogramnya,” ujar salah satu pedagang sayur mayur di Pasar Indra Sari, Kelurahan Baru, saat dibincangi media ini.

Menurutnya, harga cabai rawit di pasaran saat ini bervariatif, antara satu pedagang dengan pedagang yang lain berbeda, pedagang lain ada yang menjual Rp 200 ribu per kilogram, sementara ia menjual perkilogramnya Rp150 ribu karena harga sudah menurun sejak kemarin.

Ia membandingkan, sejatinya komoditas cabai dari Banjarmasin maupun dari Pangkalan Bun kualitasnya lebih bagus dari pada cabai rawit yang asal Jawa. Cabai lokal lebih segar sedangkan dari Jawa sudah layu karena lamanya perjalanan.

Namun sayangnya, seperti di Jawa, cabai rawit lokal Pangkalan Bun juga tidak ada pasokan, karena saat musim kemarau komoditas cabai rawit tidak tumbuh dengan subur.

“Walau mahal tetap saja di buru, sayangnya cabai langka dan sulit mendapatkannya, harga ini tertinggi sejak lima tahun terakhir, kalau harga normal perkilogramnya hanya Rp 25 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Berbanding terbalik dengan komoditas sejenisnya, cabai keriting dan cabai hijau tidak turut naik. Cabai jenis ini (hijau) per kilogramnya Rp 60 ribu, dan untuk cabai merah keriting Rp 80 ribu.

Saat ini selain kenaikan harga cabai rawit, ada juga sayur - sayuran yang harganya jatuh hingga titik terendah, seperti harga tomat yang hanya Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per kilogramnya.

“Harga sawi juga jatuh, kalau musim hujan harganya mahal per ikat bisa Rp 15 ribu, saat ini per dua ikat hanya Rp 3 ribu, harga bawang merah stabil dikisaran Rp 25 ribu, dan bawang putih Rp 35 ribu, sudah turun sepekan ini, sebelumnya Rp 50 ribu,” bebernya.

Ia berharap harga beberapa komoditas baik yang naik dan yang turun agar kembali stabil, agar masyarakat dapat mencukupi kebutuhannya sehari - hari.

Sementara itu pedagang lainnya, Muklis mengungkapkan berdasarkan informasi dari petani di Pulau Jawa, bahwa gagal panennya komoditas cabai rawit lantaran saat ini sedang booming bibit cabai impor dari China, dimana bibit tersebut lebih tahan terhadap serangan hama dan lain - lain.

“Bibitnya saya dengar tahan terhadap serangan penyakit, sehingga bibit lokal kalah dan banyak yang gagal, karena penyakit larinya ke tanaman cabai masyarakat yang menggunakan bibit lokal,” pungkasnya.

Kondisi serupa juga terpantau di Pasar Karang Mulya, Pangkalan Banteng. Harga cabai rawit masih menjadi yang paling menarik. Di pasar yang menjadi basis belanja masyarakat perkebunan dan pedesaan itu satu kilogram cabai harus ditebus dengan harga Rp 150 ribu.

“Sepekan ini sudah Rp 150 ribu, kalau terus-terusan pasokan sedikit bisa lebih tinggi lagi,” ungkap Soleh, salah satu pedagang di pasar tersebut. (tyo/sla)


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 14:49

Kabut Asap Kagetkan Turis asal Italia

Pamela dan David, pasangan wisatawan mancanegara berkewarganegaraan Italia, merasa aneh…

Rabu, 18 September 2019 14:43

Siaga Karhutla di Kobar Diperpanjang

PANGKALAN BUN- Status siaga karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat diperpanjang…

Rabu, 18 September 2019 14:36

BNNK Bekuk Jaringan Narkoba Kalbar

PANGKALAN BUN- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kobar menangkap Selamet,…

Selasa, 17 September 2019 15:15

CUMA MODAL SEMANGAT..!! Personel Pas-pasan, Satgas Keteteran Padamkan Karhutla

PANGKALAN BUN - Keterbatasan jumlah personil membuat Satuan Tugas Kebakaran…

Selasa, 17 September 2019 15:11

Akan Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla

PANGKALAN BUN - Pemerintah Kabupaten Kotawangin Barat (Kobar) akan meningkatkan…

Selasa, 17 September 2019 10:37

RSCH Sosialisasi Memandikan Jenazah Berpenyakit Menular

PANGKALAN BUN - Rumah Sakit Citra Husada (RSCH) Pangkalan Bun,…

Senin, 16 September 2019 14:59

Dua Heli Bantu Padamkan Karhutla

PANGKALAN BUN- Dua helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan…

Senin, 16 September 2019 14:55

Dua Bulan ada 4.513 Kasus ISPA, 10 Persennya Diduga Akibat Asap

PANGKALAN BUN – Dalam dua bulan terakhir temuan Infeksi Saluran…

Senin, 16 September 2019 14:51

Gedung Walet Ada Tanda Ini, Berarti Belum Bayar Pajak

PANGKALAN BUN- Badan Pendapatan Daerah bersama Satuan Polisi Pamong Praja…

Sabtu, 14 September 2019 17:04

Pemkab Sukamara Gelar Upacara dan Olahraga Bersama

SUKAMARA – Pemkab laksanakan upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*