MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Jumat, 23 Agustus 2019 17:14
Khotbah Jumat: Bahaya Menghina Agama
ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, Memperolok -olok agama merupakan kemurtadan dalam Islam, serta mengeluarkan dari agama secara totalitas.

Allah berfirman: “ Katakanlah, mengapa kepada Allah dan ayat-ayat -Nya serta Rasul-Nya kamu berolok-olok? Tidak usah meminta maaf, karena  kamu telah kafir setelah beriman.” (QS:At-Taubah 65-66).

Ayat di atas menunjukkan serta memberikan hukum bahwa memperolok- olok Allah, Rasul-Nya dan ayat - ayat-Nya merupakan suatu kekufuran, siapa saja yang menghina salah satu dari perkara- perkara  yang telah disebutkan maka sama halnya menghina seluruhnya.

 Sebagaimana yang telah terjadi pada orang-orang munafik bahwa mereka menghina Rasulullah dan para sahabatnya sehingga Allah menurunkan ayat-Nya.

 Ketahuilah bahwa menghina perkara-perkara yang telah disebutkan saling memberikan konsekuensi. yakni, orang yang meremehkan tauhid pasti dia akan mengagungkan peribadatan selain Allah. Apabila ia diperintah kepada tauhid dan dilarang dari syirik pasti dia akan meremehkannya, sebagaimana Allah tegaskan dalam firman-Nya: 

 “Apabila  mereka  melihatmu  (Muhammad),  mereka  hanyalah    menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan): “Inikah orang yang diutus Allah

sebagai Rasul?. Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sesembahan kita seandainya kita tidak bersabar (menyembah) nya.” (QS:Al-Furqon  41 -42).

Orang - orang musyrik dahulu selalu menghina Rasulullah apabila mereka dilarang dari kesyirikan, terus menerus mereka menghina Nabi -nabi Allah  dan memberikan julukan - julukan yang tidak pantas: bodoh, sesat, dan gila.

Apabila mereka diseru kepada tauhid, karena memang pada diri mereka ada  bentuk  pengagungan  terhadap  kesyirikan.  Demikianlah  anda  akan  jumpai orang  yang  serupa  dengan  mereka.  Apabila  dia  melihat  orang  yang  berdakwah menyeru kepada tauhid pasti dia akan memperolok-oloknya, karena ia memiliki kecondongan terhadap kesyirikan, sebagaimana Allah memberitakan dalam firman-Nya:

“Dan di antara manusia ada yang menyembah  tuhan  selain Allah sebagai  tandingan,  yang  mereka  cinta  seperti  mencintai  Allah.”  (QS:Al-Baqarah  165).

Siapa saja yang mencintai makhluk seperti kecintaannya kepada Allah  maka dia musyrik. Sehingga perlu difahami perbedaan cinta karena Allah dan  cinta bersama Allah, orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai sesembahan selain Allah anda akan jumpai mereka akan memperolok-olok orang yang  mentauhidkan Allah serta hanya beribadah kepada-Nya. Mereka akan mengagungkan apa yang mereka jadikan sebagai pemberi syafaat dari selain Allah, bahkan  di antara  mereka  berani  bersumpah  atas  nama  Allah  dengan  kedustaan, padahal mereka sangat takut bersumpah dengan kedustaan atas nama syaikh mereka.

Banyak  kelompok-kelompok  menyimpang  yang  mana  anda  akan melihat  diantara  mereka berkeyakinan  bahwa  meminta  kepada  syaikhnya lebih bermanfaat daripada meminta kepada Allah dimasjid pada waktu sahur! 

Dan mereka akan minghina orang yang berusaha meniti jalan tauhid, dan tidak sedikit dari mereka berani menghancurkan rumah-rumah Allah dan me

makmurkan  tempat-tempat  keramat,  tidaklah  ini  semua  kecuali  bentuk penghinaan terhadap Allah, ayat - ayat, dan Rasul-Nya, serta pengagungan terhadap kesyirikan, ini banyak terjadi dari para penyembah dan pengagung kuburan.

Menghina agama ada dua macam:

1.Penghinaan yang jelas, hal ini seperti orang-

orang yang divonis oleh  Allah dalam ayat dengan kekafiran yakni karena ucapan mereka: “kami

tidak pernah melihat semisal mereka yang mana amat besar perutnya, amat dusta lisannya, dan amat pengecut ketika bertemu musuh (yang mereka inginkan adalah Rasulullah dan sahabatnya). Atau selain dari pada itu dari ucapan-ucapan penghinaan, seperti ucapan sebagian mereka:

“Agama kalian ini adalah agama kelima” atau “ Agama kalian agama yang membingungkan” atau ucapan mereka ketika melihat orang yang menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar

“ Datang kepada kalian orang yang sok beragama”, dan ucapan-ucapan yang tidak mungkin untuk dibatasi. yang sejatinya ucapan mereka lebih berbahaya dari pada ucapan  orang-orang  munafik  yang  mereka  telah  divonis  oleh  Allah dengan kekafiran.

2.Penghinaan yang tidak jelas, bentuk celaan semisal ini bagaikan laut yang tak bertepi, seperti: mengedipkan mata, menjulurkan lidah, menjulurkan bibir, berisyarat dengan tangan ketika ada yang membaca Al Qur’an dan sunnah Rasulullah, berisyarat yang jelek ketika ada yang amar ma’ruf dan nahi munkar. Dan termasuk penghinan jenis kedua ini juga perkataan sebagian orang yang menyatakan bahwa islam tidak layak diterapkan untuk abad ke-20 , Islam hanya cocok untuk abad pertengahan, ajaran Islam itu kuno, ketinggalan zaman, hukum-hukum Islam itu kaku dan keras, dan Islam amat menzalimi hak wanita karena di perbolehkannya  perceraian  dan  poligami. 

 Di antara  mereka  ada  yang mengatakan berhukum dengan undang-undang lebih baik untuk manusia dari pada hukum Islam. Mereka menjuluki orang yang berdakwah kepada tauhid dan mengingkari peribadatan kepada kuburan dan tempat-tempat keramat dengan aliran ekstrem atau orang yang memecah persatuan kaum muslimin, wahabi, mazab kelima, dan apa yang serupa dengan ucapan-ucapan ini yang inti semua itu adalah bentuk celaan terhadap agama dan pemeluknya, serta celaan terhadap akidah yang benar, Laa Haula Wa Quwwata Illa Billah. Merupakan celaan mereka terhadap orang-orang yang komitmen dengan sunnah Rasulullah: “Agama bukan hanya  dirambut”  dalam  rangka  menghina  orang  yang  memelihara jenggotnya, dan yang serupa dengan kata-kata yang tidak sopan ini. 

Diterjemah dari kitab Aqidatut tauhid karya DR. Sholih bin Fauzan bin Ab-dullah Al Fazan – afizahullah.(Ustaz Muhammad Rofi’I, Yayasan Assunah Sampit)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 17:18

Mahasiswi Ditemukan Tak Bernyawa

PALANGKA RAYA – Mahasiswi semester tujuh Institut Agama Islam Negeri…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:36

Bagus Nih..!!! PT Katingan Indah Utama Salurkan CSR ke Desa Kabuau

SAMPIT – PT Katingan Indah Utama (KIU) anak perusahan Matahari…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:31

Puskesma Ketapang I Sampit Kampanyekan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun

SAMPIT – Bertepatan dengan peringatan hari cuci tangan pakai sabun…

Selasa, 15 Oktober 2019 15:14

NAH LOOO!!!! ASN Ini Gugat Pemkab Rp 3 Miliar

SAMPIT – Seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab…

Selasa, 15 Oktober 2019 15:10
Mengenal Pengacara Cantik Anisa Dewi

Tak Janjikan Kemenangan, Tapi Berusaha Maksimal

Menjadi pengacara sudah jadi pilihan hidup Anisa Dewi (34). Perempuan…

Selasa, 15 Oktober 2019 12:26

Kemeriahan Ulang Tahun ke-57 Smansa

SAMPIT – Puncak Peringatan Ulang Tahun ke-57 SMA Negeri 1…

Senin, 14 Oktober 2019 10:17

Pemkab Tangani 65 Meter Kubik Sampah Per Hari

SAMPIT - Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas…

Senin, 14 Oktober 2019 08:40

SMPN 2 Sampit Tingkatkan Mutu Pendidikan Berbasis HOTS

SAMPIT – Melalui program pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pengelolaan…

Senin, 14 Oktober 2019 08:36

Pentingnya Seribu Hari Pertama Kehidupan

SAMPIT – Tumbuh kembang anak agar terhindar dari stunting perlu…

Sabtu, 12 Oktober 2019 14:29

”Tolong Jaga Dia. Dia anak saya. Jangan Lupa Sempatkan Gendong Dia!”

Puluhan tahun memelihara satwa langka, Sugiono harus rela melepas kepergiannya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*