MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Selasa, 10 September 2019 22:09
Kenakan Pakaian Spesial, Jadi Tradisi Turun-Menurun

Saat Jemaah Haji Tiba di Kampung Halaman

Penampilan jemaah haji perempuan saat tiba di tanah air.(HENY/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, Kedatangan jemaah haji selalu disambut meriah oleh sanak keluarga. Tak sedikit pula jemaah haji yang rela merogoh kantong dalam-dalam untuk mempersiapkan diri berpakaian warna-warni.  

HENY, Sampit

Satu demi satu, jemaah haji turun dari bus. Mereka menuju ruang aula Islamic Center, Sabtu (7/9) malam,  untuk mengikuti acara penyambutan jemaah haji oleh para pejabat Pemerintah Daerah Kotim.   Aroma minyak wangi khas Arab seketika mengharumkan aula.

Ada jemaah haji laki-laki yang berpakaian sorban ala-ala Raja Arab. Ada juga yang sengaja mengenakan kacamata hitam, padahal malam hari plus kabut asap.  

Penampilan jemaah haji kaum perempuan juga tak kalah unik. Dari pemilihan kerudung sampai pakaian long dress atau biasa kita mengenalnya sebutan gamis, semua dipenuhi dengan payed-payed dan bling-bling. Lampu di ruangan tersebut bisa memantulkan dari pakaian yang dikenakan mereka.

Raut wajah bahagia dengan perona pipi berwarna merah muda dan pemerah bibir berwarna maroon terpancar dari seorang perempuan yang saat itu mengenakan pakaian berwarna krim disertai payed dan bling-bling serta kerudung yang diikat ke samping.  Dialah Rusmaniah (49) yang mengalihkan pandangan Radar Sampit malam itu.

Saat itu dia terlihat asik berbincang hangat dengan sanak keluarganya. Tak lama, dia sempatkan mengambil foto yang telah di genggamnya, guna mengabadikan momen yang tak bisa terulang.  

“Ini momen satu kali, belum tentu bisa terulang kembali,” ucap Hajjah Rusmaniah.

Pulasan make up Rusmaniah layaknya perempuan yang biasa pergi ke kondangan.  Demi sebuah penampilan, dirinya pun bahkan rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mempersiapkan diri mengenakan pakaian berkilau saat kepulangan haji.

“Ini saya desain sendiri ke tukang jahit dan sengaja dipersiapkan dibawa ke Mekkah, karena ini momen bahagia yang sayang untuk dilewatkan begitu aja,” ucap warga Jalan Sari Gading Baamang Tengah.

Pakaian berkilau juga dikenakan Diana, jemaah haji yang bersebelahan dengan Rusmaniah. Kali ini dia mengenakan pakaian gamis berwarna merah dengan sedikit motif putih serta kerudung bling-bling berwarna kuning kunyit.  

Ditanya makna dari pakaian yang dikenakannya, mereka menjawab ini semua sudah menjadi tradisi turun-temurun, yang bahkan dikenakan saat kepulangan haji.

“Memang sudah menjadi tradisi kami dari zaman datu nenek kami ini, emang harus kenakan pakaian seperti ini, untuk mengambil apuahnya (berkah),” ucap Diana seraya mendoakan wartawati Radar Sampit dapat ke Mekkah.

“Datuk nenek saya juga saat kepulangan haji juga mengenakan pakaian seperti ini juga,” sahut Rusmaniah.  

Lain hanya dengan Salasiah. Menurutnya, pakaian seperti ini sebagai bentuk rasa syukur karena telah menunaikan serangkaian ibadah haji.

“Ini sudah tradisi dan sebagai bentuk rasa syukur dan bahagia karena bisa tunaikan ibadah haji dan pulang dengan selamat.  Tak hanya di Sampit, di Bugis Makassar dan daerah Indonesia lainnya juga mengenakan pakaian seperti ini,” ucap Salasiah, warga keturunan Madura.

Menurutnya, semua punya kostum nyentrik, namun tak semua mau mengenakannya karena memang bukan suatu keharusan.

“Semua punya, ibu-ibu yang mengenakan kursi roda saja juga mengenakan pakaian seperti saya ini.  Tetapi yang lain ada yang enggak dipakai. Ya tidak apa-apa karena bukan suatu keharusan,” ujarnya.

Dari pantauan Radar Sampit, sebanyak 212 jemaah haji yang datang malam itu, ada sekitar 20-an jemaah haji perempuan yang mengenakan pakaian dengan pernak-pernik.

 Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kotim Rabiatul Adawiyah  mengaku senang melihat jemaah haji Kotim, meskipun ada satu dua orang yang kelelahan selama di perjalanan.

“Alhamdulillah jemaah sehat, tetapi tadi memang ada jemaah yang kelelahan selama perjalanan merasa pusing tetapi sudah pulih kembali,” kata Rabiatul.

Ditanya terkait busana khas yang dikenakan jemaah haji Kotim, Rabiatul mengatakan pengenaan pakaian bling-bling hanya tradisi yang biasa dikenakan saat kepulangan jemaah haji.

“Memang tidak ada dalam islam diminta berpakaian warna warni dan bling-bling. Ini sudah tradisi turun-temurun dan sebagai wujud kebahagiaan telah menunaikan ibadah haji. Setiap jemaah yang pulang haji selalu mengenakan pakaian yang spesial,” tandasnya. (yit)  

 

 

 


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 16:31

Mobil Diambil Paksa Leasing, Pemilik Lapor Polisi dan DAD

SAMPIT–Aksi debt collector membuat Dian Arsandi kelimpungan. Warga Pangkalan Bun,…

Kamis, 23 Januari 2020 11:55

Sistem Zona Parkir di Sampit akan Dievaluasi

SAMPIT—Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan mengevaluasi zona parkir yang…

Kamis, 23 Januari 2020 11:28

Tanam Buah-buahan Lokal, Kampanyekan Satu Biji untuk Bumi

Hari Sejuta Pohon menjadi penanda gerakan peduli lingkungan yang dilaksanakan…

Rabu, 22 Januari 2020 17:28

Appernas Jaya Ajukan Penambahan Kuota Rumah Subsidi

SAMPIT– Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas) Jaya mengajukan penambahan…

Rabu, 22 Januari 2020 17:20

SMK N 2 Sampit Gelar Pembekalan PKL

SAMPIT – SMK N 2 Sampit membekali siswa-siswinya untuk mempersiapkan…

Rabu, 22 Januari 2020 15:20

Dua Pemuda Curi Alat Musik Gereja

KASONGAN - Dua pemuda berinisial N dan M diringkus polisi…

Rabu, 22 Januari 2020 14:41

Kantor Kecamatan Baamang Akan Dipindah

SAMPIT— Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus pelakukan penataan dan…

Rabu, 22 Januari 2020 14:37

AGC Bertekad Tingkatkan Taraf Hidup Penambang Emas Skala Kecil

SAMPIT- Artisanal Gold Council (AGC) berkunjung ke kantor Radar Sampit,…

Selasa, 21 Januari 2020 15:18

Tinggalkan Anak Masih Kecil Belanja, Pasutri Tewas Tertindih Truk Pengangkut Tanah

SAMPIT – Pasangan suami istri Dadang Suharto (42) dan Leny…

Selasa, 21 Januari 2020 14:12

Renovasi Pasar Keramat Molor

SAMPIT – Beragam kendala dalam renovasi lapak ikan di Pasar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers