MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Senin, 14 Oktober 2019 08:47
HADEEEEEHHHHH..!!! Perampokan di PPM Ternyata Rekayasa
Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit dilihat dari Sungai Mentaya.(DOK.RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT–Perampokan yang menimpa toko handphone Maitri Cell di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Jumat (11/10) petang, ternyata hanya rekayasa. Diduga aktor intelektualnya adalah Djie Sau Fung yang saat itu menjaga toko Maitri Cell. Djie Sau Fung adalah keponakan dari pemilik toko yang sedang keluar negeri.    

Dari informasi yang dihimpun Radar Sampit, perampokan terjadi saat Djie Sau Fung tengah membuka brangkas uang di dalam toko. Pada saat bersamaan, datang pria menggunakan senjata tajam, lalu menodong Djie Sau Fung untuk menyerahkan uang yang ada di brangkas. Tanpa pikir panjang, Djie Sau Fung memberikan sejumlah uang Rp 47,5 juta kepada perampok berperawakan tinggi besar dan menggunakan jaket itu.  

Sesaat setelah kejadian, Djie Sau Fung melaporkan hal ini kepada Polsek Ketapang. Dengan sigap, Polsek Ketapang segera meluncur ke tempat kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa orang yang saat itu berada dekat dengan lokasi kejadian dimintai keterangan oleh kepolisian.  

Beberapa kejanggalan pun mulai mencuat. Di antaranya tidak ada satu pun saksi mata kecuali korban, padahal ada beberapa toko yang masih buka.  Korban juga tidak berteriak minta tolong saat perampok kabur meninggalkan toko. Selain itu, berdasarkan rekaman CCTV di area parkir pun tidak menangkap seseorang yang datang ataupun melarikan diri membawa senjata tajam.

Pada saat kejadian korban juga berusaha menjauhkan orang yang berada dekat lokasi kejadian. Misalnya meminta seorang juru parkir (jukir) yang tengah berjaga di dekat toko untuk membelikan air minum dingin. Padahal penjaga toko Maitir Cell sebelumnya tidak pernah menyuruh tukang parkir untuk membelikan apapun.   

Sepulangnya membeli air minum, Hadi (juru parkir) diberitahu oleh Djie Sau Fang bahwa toko Maitir Cell telah dirampok. Padahal Hadi meninggalkan lokasi parkir dalam hitungan menit.

Keterangan Djie Sau Fang pun berbeda antara yang diceritakan kepada warga setempat dengan yang diceritakan kepada kepolisian. Misalnya waktu perampokan maupun jumlah pelaku perampokan.

Saat dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh Polsek Ketapang Sampit, Sabtu (12/10),  Djie Sau Fang kesulitan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh kepolisian. Ia mengatakan, saat terjadinya perampokkan, si perampok meletakkan pisau di sebelahnya sebelum mengambil semua uang di brangkas. Saat kejadian semacam itu, Djie Sau Fang mempunyai peluang untuk melarikan diri atau membuang benda tajam tersebut, kemudian berteriak meminta bantuan.

Rentetan kejanggalan itu akhirnya menguak fakta baru. Djie Sau Fang mengakui bahwa dirinya berbohong tentang aksi perampokan ini. Dirinya yang mengambil uang tersebut dan mengarang cerita bahwa uang di brangkas sirna karena dirampok.

Kapolsek Ketapang AKP Wiwin Julianto Supriyadi menuturkan, pihaknya telah mencium adanya kejanggalan dalam kasus perampokan bersenjata tajam yang sudah dilaporkan oleh Djie Sau Fang. Untuk mengungkap kecurigaan itu, penyidik kembali menginterograsi korban serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

”Setelah dilakukan penyidikan, akhirnya terbukti bahwa laporan polisi yang dibuat korban atas kasus pencurian dengan kekerasan alias aksi perampokan yang dialaminya itu, ternyata adalah rekayasa,” bebernya.

Rekayasa ini dilakukan untuk mengelabui pemilik toko yang juga pamannya.  Akibat ulahnya, Djie Sau Fang kini ditetapkan sebagai tersangka pembuat laporan palsu. ”Itu adalah cara dia untuk menggugurkan apa yang sudah ia lakukan,” terangnya.

Untuk sebagian uang yang telah tersangka ambil, sebut Wiwin, sudah digunakan demi kepentingan pribadi. Adapun jumlah uang yang digasak yakni sebesar Rp 47,5 juta.

”Dalam waktu dekat ini, kami akan ungkap lebih dalam lagi dimana saja uang tersebut digunakan. Atas laporan resmi yang tersangka bilang, itu semua hanya akal-akalannya saja, demi menutup perbuatannya,” pungkasnya. (dia/sir/yit)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 10:11

Warga Pamalian Desak Selesaikan Jembatan

SAMPIT – Jembatan Desa Pamalian, Kecamatan Kotabesi yang dibangun sejak…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:05

Peserta Lomba Free Fire Membeludak, Gamers Masih Punya Kesempatan

SAMPIT – Kompetisi game online Free Fire yang akan digelar…

Jumat, 31 Januari 2020 17:22

Bantah Survei Nasdem, PANTAS Klaim Teratas

SAMPIT – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kotim…

Jumat, 31 Januari 2020 17:19

Kaca Mobil Dipecah, Rp 249 Juta Raib

SAMPIT – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) patut waspada. Pasalnya,…

Jumat, 31 Januari 2020 17:09

Proyek Rumah Sakit Jadi Temuan BPK

SAMPIT – Proyek di lingkungan RSUD dr Murjani Sampit jadi…

Jumat, 31 Januari 2020 11:56

Hikmah Jumat: Jaga Lisan dan Kemaluan!

Bismillah. Jika lisan ini rusak maka akan rusak amal. Jika…

Jumat, 31 Januari 2020 10:10

Cuaca Dingin, Nikmatnya Menyantap Kembang Tahu

SAMPIT–Ingin menikmati kuliner penghangat badan di saat cuaca dingin? Kembang…

Kamis, 30 Januari 2020 17:52

Halikinnor, Rudini, dan Suprianti Kuasai Survei Calon Bupati Kotim

SAMPIT – Persaingan merebut hati rakyat dalam Pilkada Kotim 2020…

Kamis, 30 Januari 2020 16:30

Di Pondok Ini, Ayah Bejat Bunuh Anak Sekaligus Cucunya

PURUK CAHU – Perilaku biadab ayah bejat yang tega menghamili…

Kamis, 30 Januari 2020 14:28

Wajib Kenakan Pakaian Khusus, Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Menangani penyakit mematikan yang menggemparkan dunia tak bisa sembarangan. Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers