MANAGED BY:
SABTU
29 FEBRUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Rabu, 22 Januari 2020 15:17
Kalteng Dukung RUU Omnibus Law

Kotim, Paling Banyak Pengangguran

MENDUKUNG : Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah Rivianus Syahril Tarigan menyatakan Kalteng dukung RUU Omnibus Law.(DODI /RADAR PALANGKA)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA - Berbagai ajakan penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law yang diinisiasi pemerintah, ternyata tak berlaku di Provinsi Kalimantan Tengah. Walaupun RUU itu dinilai serikat pekerja merugikan para buruh.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah Rivianus Syahril Tarigan menanggapi berbagai aksi unjuk rasa di beberapa daerah, terkait draf RUU tersebut.

“Tidak ada aksi di Kalteng untuk mengajak penolakan, bahkan provinsi mendukung tentang rancangan itu, sudah saya sampaikan tentang isi dari draft UU cipta lapangan kerja dalam rangka Omnibus Law. Ada tujuh masalah di bidang ketenagakerjaan yang menjadi agenda dalam draf tersebut,” ujar Tarigan ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/1).

Tarigan menyampaikan, menyangkut perjanjian kerja waktu tertentu dan alih daya, artinya waktu kerja dibuat perluasan. Ada fleksibilitas waktu kerja untuk pekerjaan tertentu. Misalnya untuk sektor migas, pertambangan, kerjanya 24 jam, lalu  bekerja tidak penuh tujuh jam sehari.

“Ini sebenarnya diperluas. Mau bekerja 8 jam sehari selama sebulan. Tidak ada yang dirugikan,” jelasnya.

Kemudian, menyangkut upah minimum, dalam peraturan lama bisa ditangguhkan, artinya gaji tidak langsung sesuai UMR. Namun dalam draf baru tidak bisa ditangguhkan, artinya sesuai UMR, namun tetap memperkirakan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini menguntungkan. Masalah lain PHK, di-draf jika ada PHK disamping buruh dapat hak hak yang ada lalu ditambah dengan jaminan kehilangan pekerjaan. Selama enam bulan sampai dapat pekerjaan yang baru. Training up Skill, ada akses informasi lapangan kerja baru, tapi belum diketahui siapa yang menanggung hal tersebut,” jelasnya.

Lalu, terkait Outsourcing, dalam draf baru justru hak-hak buruh disamakan dengan perkerja pengawai tetap, termasuk jaminan sosial sehingga diaturan tersebut tentu lebih baik bagi para buruh.

“Bahwa untuk perjanjian kerja waktu tertentu dan outsorucing dalam UU Itu nanti justru hak haknya disamakan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) alias pegawai tetap, termasuk jaminan sosial, artinya justru ini lebih baik,” jelasnya.

Tentang masalah Tenaga Kerja Asing (TKA), lanjutnya, tidak serta merta TKA menguasi berbagai bidang perkerjaan. Tetapi perijinan semakin diperketat, artinya tidak mengurangi persyaratan dan kewajiban.

“Jadi apa yang akan dikuatirkan lebih mudah TKA masuk itu tidak seperti itu, tetap saja mereka harus punya keahlian khusus,” jelasnya lagi.

Terakhir terkait pidana, tambah Tarigan, dalam draf tidak mengurangi sedikitpun konsekuensi pelanggaran pidana.

”Jadi konkretnya draf itu menguntungkan dari serikat pekerja. Lalu ada menciptakan lapangan kerja. Berarti membuka lapangan kerja. Maka itu terbukanya lapangan kerja baru membuka posisi tawar untuk tenaga kerja di kalteng. Kita sepakat dengan serikat pekerja menguntungkan pekerja,” tegasnya.

Bicara angka angkatan kerja, diketahui bahwa  di Kalteng 1,3 juta angka angkatan kerja. Kabupaten pengangguran terbanyak, paling tinggi di Kotim, menyusul Palangka Raya dan Kapuas.

”Itu semua dari jumlah penduduk, maka itu diharapkan pemerintah setempat bisa lebih memberikan lapangan perkerja untuk masyarakat, tentunya dengan memperbanyak pelatihan dan meningkatkan skil pekerja,” pungkasnya. (daq/fm)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 15:57

Pencuri Berkeliaran di Palangka Raya, Ratusan Juta Raib dari Rumah Kadis

PALANGKA RAYA- Aksi pencurian dengan pemberantan terjadi di wilayah Kota…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:51

Gabungan Empat Polres Halau Pendemo

KUALA KAPUAS - Ratusan anggota Sabhara Polres Kapuas, Gunung Mas…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:47

Klaim Lahan Ganggu Pembangunan Jembatan Katingan

KASONGAN- Bupati Katingan Sakariyas menyatakan, apabila  ada pihak yang ingin…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:44

UPR Terbaik Kedua Se-Kalimantan

PALANGKA RAYA- Prestasi kembali ditorehkan Universitas Palangka Raya (UPR) di…

Jumat, 31 Januari 2020 17:06

Dinsos Minta Prostitusi Terselubung Ditindak

PALANGKA RAYA- Pihak  Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta…

Jumat, 31 Januari 2020 11:36

Pemkot Palangka Raya Terus Tingkatkan Infrastruktur Demi Masyarakat

PALANGKA RAYA -Keseriusan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam pembangunan untuk…

Kamis, 30 Januari 2020 17:40

Maling Ini Hanya Perlu Dua Menit, Motor pun Raib

PALANGKA RAYA – Tembok penjara ternyata tak mampu membuat Badrun…

Kamis, 30 Januari 2020 15:19

Gubernur Mendatang Dituntut Berdayakan Perempuan

PALANGKA RAYA- Siapapun yang nantinya terpilih pada pemilihan gubernur (Pilgub) Kalimantan…

Kamis, 30 Januari 2020 15:03

Badai Tumbangkan Berumur Beringin Ratusan Tahun, Timpa Kantor, Rumah Serta Mobil

KUALA KAPUAS – Sebuah pohon beringin tua berusia ratusan tahun,…

Kamis, 30 Januari 2020 14:56

Adik Kepala Dinas Tewas Ditabrak Mobil

PALANGKA RAYA-Insiden kecelakaan maut lagi-lagi terjadi di wilayah kota Palangka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers