MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Rabu, 12 Februari 2020 14:16
Masih Banyak Nelayan Kobar Abaikan Keselamatan
SANDAR: Kapal milik nelayan Kumai saat sandar di Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kumai, Selasa (11/2).(RINDUWAN/RADAR PANGKALAN BUN )

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN- Kecelakaan saat melaut ini kerap terjadi dan menyebabkan para korbannya meninggal dunia. Hal ini terjadi karena banyak nelayan di Kobar hanya modal nekat dan tak menghiraukan faktor keselamatan. 

Komandan Pos TNI AL Kumai Letda Laut (P) MS Rio Kusuma mengatakan, kasus kecelakaan air  yang menimpa nelayan Kumai sering terjadi di perairan Kobar. Tak jarang mereka yang mengalami kecelakaan air meninggal dunia. "Nelayan Kobar yang mengalami kecelakaan di Sungai Kumai maupun di Perairan Kobar ini jarang terselamatkan," kata MS Rio Kusumo. 

Para nelayan ini, hanya nekat dan tidak memperhatikan masalah keselamatan. Sehingga tidak pernah ada yang membawa pelampung atau alat penunjang keselamatan lainnya. "Kebanyakan nelayan melaut hanya nekat dan tidak ada safetynya. Mereka ini seolah tidak memperhitungkan potensi terjadinya masalah saat melaut," ujarnya. 

Selain itu ia juga mengatakan bahwa terkadang para nelayan sulit diberitahu, terutama saat ada peringatan mengenai gelombang tinggi. Justru nelayan dengan kapal kecil tetap nekat melaut. Alasan mereka untuk mencari nafkah anak dan istri. "Sebenarnya kami susah juga kalau sudah urusannya untuk cari nafkah. Tapi kami harapkan saat cuaca buruk agar tidak melaut sampai cuaca kembali normal," ujarnya. 

Terkadang, lanjutnya, TNI Pos AL Kumai juga sering meminta pelampung pada kapal besar yang sadar di Kumai. Kemudian pelampung tersebut dibagikan kepada para nelayan. "Harapanya pelampung itu bisa digunakan saat melaut. Ketika kapal diterjang ombak  mereka masih bisa selamat karena mengenakan rompi pelampung," jelasnya. 

Dirinya juga mengimbau agar nelayan tradisional saat melaut lebih baik secara berkelompok. Ketika terjadi kecelakaan maka ada rekan yang akan membantu. (rin/sla)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 16:02

Heboh Saling Klaim Survei, Ini Komentar Ketua PDI Perjuangan Kotim

SAMPIT – Hasil survei bakal calon kepala daerah dinilai bukan…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:27

Desa Runtu Diteror Buaya, Satu Warga Terluka

PANGKALAN BUN – Kemunculan buaya di Kabupaten Kobar mulai merambah…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:23

TGC Simulasikan Penanganan Suspect Virus Corona

PANGKALAN BUN - Tim Gerak Cepat (TGC) yang terdiri dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:20

Masuk Kandang Ayam, Ular Piton Gegerkan Warga

PANGKALAN BUN - Regu III PHL Animal Rescue Pemadam Kebakaran…

Jumat, 31 Januari 2020 17:02

ASN Dilarang Keluyuran Saat Jam Kerja

NANGA BULIK – Satpol PP Lamandau awasi ketat para Aparatur…

Jumat, 31 Januari 2020 16:38

Nekat..!!! Sekdes Ini Jinakkan King Kobra yang Masuki Kawasan Kantornya

PANGKALAN BUN - Sekretaris Desa Rangda, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten…

Jumat, 31 Januari 2020 11:39

Angkutan Perintis Resmi Beroperasi, Pangkalan Bun – Arutara Semakin Terbuka

PANGKALAN BUN -  Masyarakat Kecamatan Arut Utara (Arutara) Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 30 Januari 2020 21:26

Ditinggal Kerja, Satu Rumah Di Desa Bayat Jadi Arang

NANGA BULIK- Satu rumah milik warga Desa Bayat, Kecamatan Belantikan…

Kamis, 30 Januari 2020 21:11

Data Pemilih Pilgub Kalteng Wajib Jadi Perhatian

PANGKALAN BUN -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat…

Kamis, 30 Januari 2020 14:47

Pundak Ditepuk, Uang Pedagang Telur Melayang

PANGKALAN BUN - Nasib sial dialami oleh Ibu Rian (40),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers