MANAGED BY:
SABTU
24 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Senin, 05 Oktober 2020 11:24
Padat Karya Mangrove Mulai Dikerjakan
TANAM MANGROVE ; Bupati bersama warga saat melakukan penanaman perdana mangrove di Desa Sungai Pasir Kecamatan Pantai Lunci.(FAUZIANUR/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO,

SUKAMARA - Penanaman perdana program padat karya mangrove yang dipusatkan di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pantai Lunci mulai dilakukan. Penanaman dilaksanakan di Kecamatan Pantai Lunci dan Jelai dengan luas sekitar 400 hektare. 

Bupati Sukamara Windu Subagio yang membuka kegiatan itu menyampaikan bahwa mangrove merupakan salah satu ekosistem esensial yang mendukung sektor perikanan, mencegah abrasi pantai, banjir, menjaga kualitas air pesisir, konservasi keanekaragaman hayati, penyimpanan karbon dan menyediakan bahan-bahan alami penting dan menjadi sumber mata pencaharian. 

“Kerusakan ekosistem mangrove disebabkan antara lain oleh adanya konversi lahan mangrove menjadi penggunaan lain, illegal logging, hama dan penyakit, pencemaran dan perluasan tambak,” terangnya. 

Hal itu, lanjutnya, telah menyebabkan deforestasi ekosistem pesisir, penurunan kualitas air dan polusi. Fakta menunjukkan bahwa sekitar 5 - 6 persen hutan mangrove di Indonesia hilang atau rusak setiap tahunnya. Kerusakan tersebut pada akhirnya menyebabkan adanya perubahan lingkungan yang mendorong peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer yang berdampak terhadap perubahan iklim. 

“Program ini dicetuskan untuk meringankan dampak ekonomi yang ditimbulkan dari masa pandemi Covid-19. Ekonomi masyarakat harus tetap bergerak dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan yang telah disepakati, sekaligus kita perbaiki lingkungan melalui program padat karya penanaman mangrove ini,” jelas Bupati. 

Program ini juga gayung bersambut dengan program nasional lainnya yang secara kebetulan berada di Kabupaten Sukamara, yaitu kegiatan pengembangan kawasan klaster sentra usaha perikanan budidaya tambak udang vaname. “Kabupaten Sukamara mendapatkan alokasi sekitar 400 Hektare. Keberhasilan kegiatan padat karya ini sangat tergantung dari kepedulian banyak pihak, maka dalam rangka penyelamatan ekosistem mangrove ini sangat diperlukan langkah - langkah konkrit, jelas dan implementatif,” tambahnya. 

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 24 Oktober 2020 21:07
Sosial

PWI Kobar Serahkan Bantuan Banjir

PANGKALAN BUN - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Barat…

Sabtu, 24 Oktober 2020 11:49

PBS Belum Perbaiki Jalan Bakal Ditagih

PANGKALAN BUN- Sejumlah perusahaan besar swasta (PBS) telah terlibat pembangunan…

Sabtu, 24 Oktober 2020 11:41

Warga Antusias Saksikan Lomba Dayung

PANGKALAN BUN- Ribuan warga di sekitar Kota Pangkalan Bun  memadati…

Sabtu, 24 Oktober 2020 09:21

Tim Pemenangan Ajak Ciptakan Pilkada Damai

PANGKALAN BUN – Menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan…

Jumat, 23 Oktober 2020 18:55

Tingkatkan Imun Tubuh Dengan Olahraga

NANGA BULIK - Banyak cara dilakukan untuk mengkampanyekan kebiasaan baru…

Jumat, 23 Oktober 2020 17:37

Program Konsorsium Jadi Andalan Kobar

PANGKALAN BUN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin…

Jumat, 23 Oktober 2020 17:13

Kasus Covid-19 Terendah di Kalteng, Lamandau Siapkan Pembukaan Sekolah

NANGA BULIK - Sudah sebulan lebih posisi Kabupaten Lamandau berada…

Jumat, 23 Oktober 2020 16:59

Keluarga dan Lingkungan Kunci Sukses Isolasi Mandiri

PANGKALAN BUN - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Dinas Kesehatan…

Jumat, 23 Oktober 2020 12:20

BNN Kobar Musnahkan Dua Ons Sabu-Sabu

PANGKALAN BUN –Badan Narkotika Nasional Kotawaringin Barat (Kobar) musnahkan dua…

Jumat, 23 Oktober 2020 10:50

Korintiga Serahkan Jalan Konsorsium

PANGKALAN BUN - PT Korintiga Hutani merampungkan pembangunan jalan konsorsium…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers