MANAGED BY:
SENIN
19 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Kamis, 07 Januari 2021 17:23
Diduga Roket Milik CNSA, Lapan akan Lanjutkan Penelitian
TELITI PUING ROKET : Tenaga Ahli KNKT Masruri bersama unsur FKPD dan Basarnas serta Kepala UPBU Zubaer saat pres rilis terkait temuan serpihan roket di Teluk Ranggau, Desa Sei Cabang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar, di halaman kantor UPBU Lanud Iskandar, Rabu (6/1) (SULISTYO/RADAR PANGKALAN BUN)

Menurutnya saat ini barang-barang tersebut telah dikumpulkan dan nantinya untuk inventarisasi mana material yang dari badan roket atau bukan merupakan kewenangan Lapan. “Nanti itu kewenangan Lapan yang akan menjelaskannya, karena ketika diindentifikasi bahwa material serpihan tersebut bukan pesawat transportasi komersil maupun militer, kewenangannya sudah di Lapan,” pungkasnya.

 Sementara itu Peneliti Bidang Astronomi Astrofisika di Pusat Antariksa Lapan Dr Rhorom Priyatikanto menyebut bahwa pada tanggal 5 Januari 2021 sore, Pusat Sains Antariksa Lapan menerima laporan adanya benda buatan ditemukan warga di Pantai Teluk Ranggau, Desa Sungai Cabang, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat, Kalteng.  

Ada kemungkinan bahwa benda tersebut merupakan sampah antariksa yang berasosiasi dengan Roket Chang Zheng (Long March) milik Tiongkok yang digunakan untuk meluncurkan satelit Beidou 3-IGSO 3 pada tanggal 4 November 2019. 

“Analisis singkat yang telah dilakukan yaitu tanggal 4 Januari 2021 pukul 14.01 WIB, sistem pemantauan orbit.sains.lapan.go.id mendeteksi empat objek yang melintas di atas wilayah Indonesia dengan ketinggian rendah. Objek CZ-3B R/B yang memiliki nomor katalog NORAD 44710 merupakan objek dengan orbit lonjong yang mencapai ketinggian minimum (perigee) sekitar 121 kilometer di atas permukaan Bumi, sementara ketinggian maksimumnya hampir 11.500 kilometer,” jelas Rhorom Priyatikanto. 

Menurutnya model peluruhan orbit yang diadopsi memperkirakan bahwa bekas roket tersebut akan mengalami reentry dalam waktu dekat yakni pada bulan Maret 2021. 

“Dengan input yang sedikit berbeda, model peluruhan tadi sempat memberikan prediksi reentry pada tanggal 4 Januari 2021. Simpangan waktu prediksi reentry tersebut dinilai wajar, terlebih untuk objek yang memiliki orbit lonjong. Berdasarkan pemantauan virtual orbit benda jatuh antariksa yang telah dilakukan, objek nomor 44710 dianggap sebagai benda antariksa yang paling mungkin jatuh di pesisir Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah pada tanggal 4 Januari 2021,” jelasnya. 

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 21:10

57 Jamaah Calon Haji Diberangkatkan

<p>PANGKALAN BUN- Sebanyak 57 orang Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Kotawaringin Barat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers