MANAGED BY:
KAMIS
04 MARET
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Kamis, 14 Januari 2021 12:13
Ketika Penyakit Tanaman Serang Kebun Pisang Petani Seruyan
Perekonomian Ikut Terdampak, Ribuan Batang Pisang Harus Dimusnahkan Massal
PENYAKIT TANAMAN: Petani di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir, memperlihatkan kondisi buah pisang kepok yang rusak dan tidak bisa dimakan karena terserang penyakit.(ALDI SETIAWAN/RADAR SAMPIT)

Jika dibelah, di dalam buah pisang tersebut akan terdapat bercak kecokelatan sampai hitam dengan tekstur yang sangat keras. Tentu saja buah itu tidak bisa dimakan, apalagi dijual.

Sejak saat itu, lanjutnya, produksi pisang yang dihasilkan kebunnya langsung merosot. Sebelum terserang penyakit, kebunnya bisa menghasilkan pisang hampir dua kuintal lebih, baik pisang lilin maupun pisang kepok dengan masa panen 15 hari sampai dengan satu bulan satu kali.

Akan tetapi, di masa sekarang, mencari 50 kilogram pisang saja sangat sulit. ”Pisang kepok itu mencari 10 kilogram saja sulit, pisang lilin juga demikian. Itu pun bukannya dalam jangka waktu yang pendek, satu bulan setengah bahkan lebih baru bisa panen, tapi harga jualnya sangat tinggi, pisang lilin itu sekitar Rp 3.000 per kilo, kalau dulu itu sekitar Rp 1.000, dan kalau pisang kepok saat ini sampai Rp 5.000 per kilo, sedangkan dulu cuman sekitar Rp 2.000-an,” tuturnya.

Menurutnya, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap perekonomiannya. ”Dengan hasil panen pisang yang dulu, peribahasanya masih bisa buat beli-beli ongkos di dapur sembari menunggu panen kelapa yang memang cukup lama. Kalau ditotal-total bisa saja dapat Rp 500 ribu lebih tiap panen, tapi saat ini itu sangat sulit,” ujarnya.

Keadaan tersebut diperparah dengan rendahnya hasil produksi kelapa yang dihasilkan kebunnya yang notabene jauh dari hasil musim panen biasanya. ”Saat ini saya tidak melakukan perlakuan khusus terhadap kebun saya. Kalau untuk masalah pisang, mungkin nanti akan kami tanam ulang sembari berharap tanaman yang baru tidak terkena penyakit lagi. Untuk kelapa saat ini memang musim panen yang sedikit. Tapi kalau saya lihat-lihat beberapa waktu belakangan, buah-buah kelapa mudanya sudah mulai lebat. Mudah-mudahan saja itu jadi tanda produksi kelapa di kebun saya kembali normal,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Seruyan Albidinnor mengatakan, jika disesuaikan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada terhadap penyakit pisang tersebut, memang diharuskan untuk melakukan eradikasi atau pemusnahan massal atau sterilisasi lahan dengan tujuan pemutusan mata rantai.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 07 September 2015 22:26

Excavator Sudah Diincar

<p><strong>SAMPIT &ndash;</strong> Aparat kepolisian berhasil meringkus komplotan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers