SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

METROPOLIS

Senin, 25 Januari 2021 15:31
Meraup Rezeki dari Hobi Tanaman Hias
Berawal dari hobi, Ragita Heleni meraup untuk dari koleksi tanaman hias miliknya, Sabtu (23/1).(YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT - Untuk mengisi waktu ditengah pandemi Covid-19 seperti saat ini banyak orang yang menyibukkan diri dengan hobi. Salah satunya adalah dengan menanam tanaman hias jenis caladium.

Tidak sedikit yang mencari tanaman hias tersebut untuk ditanam, dikoleksi, maupun diperjualbelikan. Tanaman yang awalnya tidak diperhitungan, kini harga melejit.

Melonjaknya harga caladium tidak disangka oleh Ragita Heleni. Tanaman hias bukanlah hal baru, karena sudah ditekuninya sejak empat tahun silam.

"Pokoknya selama pandemi virus korona ini, caladium naik daun. Banyak peminatnya," kata Ragita di kediamannya, Jalan Christopel Mihing, Sampit, Sabtu (23/1).

Teras rumahnya dipenuhi aneka tanaman hias. Saking banyaknya, Ragita sampai lupa berapa jenis tanaman hias yang ia miliki. Bahkan dirinya sampai lupa beberapa nama tanaman hias.

"Jenisnya banyak sekali," katanya.

Hampir setiap hari ada saja warga yang datang ke Pondok Bunga Dytha, tempat usaha tanaman hias miliknya. Bahkan beberapa kali ada warga dari luar kota yang sengaja datang ke rumahnya.

 

"Ada juga yang dari Parenggean, Palangka Raya, sampai Banjarmasin. Sebelum mereka pulang, mampir ke sini beli tanaman," sebut ibu rumah tangga yang biasa membagi foto koleksi tanaman hiasnya di facebook ini.  

Ragita mengatakan, caladium biasa tumbuh di hutan-hutan Kalimantan. "Keladi yang tidak dianggap, sekarang jadi sesuatu yang dicari," imbuhnya.

Menurutnya, daun keladi atau caladium memiliki warna yang beragam. Ada yang putih kehijauan dengan tulang daun hijau, ada yang hijau di tepi dan merah menyala di tengahnya. Ada yang hijau di tepi dan tengahnya pink dibayangi putih. Semakin unik warnanya maka semakin mahal pula harganya.

"Biasanya ada yang coraknya merah marun, merah kehitaman, warna yang jarang itu yang mahal," sebut wanita kelahiran 1989 yang sering dibantu anak-anaknya ketika merawat tanaman.

Harga tanaman hiasa yang ia jual pul bervariasi. Harga  caladium tergantung banyaknya daun, ada yang satu daun Rp 10 ribu, ada juga yang Rp 25 ribu - Rp 50 ribu per polybag, sedangkan untuk caladium remaja ada yang dihargai Rp 100 ribu.

Dirinya juga sering kali mencoba melakukan eksperimen dengan cara stek tanaman dari tanaman indukan.

"Beli yang indukan dulu, terus kalau sudah ada tunas lain, dipindah ke polybag, dari satu indukan itu jadinya bisa banyak," terangnya.

Menurut dia, aktivitas menanam sangat menyenangkan serta membuatnya banyak belajar hal baru. Wanita berhijab ini merasa puas ketika ketika melihat ada tunas baru yang tumbuh, daun-daun baru tumbuh dan mekar.

Tentang keahlian menanam tumbuhan, Ragita mengaku belajar dari youtube dan artikel tentang cara merawat tanaman hias.

"Memelihara tanaman juga merupakan tantangan, karena masing-masing tanaman berbeda penanganannya. Ada yang sensitif dengan air, ada yang semakin diberi air semakin subur, jadi memang harus telaten," ungkapnya.

Awalnya tanaman hias yang ia miliki berawal dari tren tanaman vinca atau bunga ayu tingting, kemudian merambah ke tanaman daun.

"Dulu banyak ayu tingting, bagus kan warna-warni tapi cape perawatannya. Akhirnya beralih ke daun," tambahnya.  

Ragita juga menyebut pernah gagal saat awal mulai tanam tumbuhan, namun rezekinya terus mengalir ketika beralih ke tanaman hias. Sebelum pandemi, dalam sebulan ia bisa mengumpulkan pendapat sebesar Rp 1 juta. Saat ini dalam sehari ia bisa meraup untung minimal Rp 300 ribu - Rp 500 ribu bahkan hingga Rp 1 Juta - Rp 1,5 Juta.  

"Asalnya pernah tanam terong, lombok, tapi enggak sukses, pindah ke tanaman hias," sebutnya.  

Selain di teras rumah, ternyata persis di depan rumahnya, di lahan 8 meter x 9 meter persegi dia memiliki tempat untuk menyimpan tanaman hias lainnya. Ke depan ia berencana ingin membenahi tempat tersebut agar koleksinya seperti tanaman caladium, sri rezeki, aglonema, kaktus, bunga mawar, aneka tanaman philo, sirih silver, sirih brazil, janda bolong, bunga kupu-kupu, bunga kertas atau bugenvil dan tanaman lainnya akan jauh lebih terawat lagi.

"Alhamdulillah rezekinya, karena tidak hanya hobi, ini sangat menunjang ekonomi keluarga," kata lulusan Universitas Darwan Ali (Unda) Sampit ini. (yn/yit)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers