MANAGED BY:
SELASA
21 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Rabu, 04 Agustus 2021 12:17
Dua Faktor Ini Jadi Biang Banjir di Pangkalan Bun
ATASI SUMBATAN: Tim Satgas SDA PUPR Kobar saat melakukan penanganan normalisasi saluran induk di Kota Pangkalan Bun, belum lama ini. (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

 Sedimentasi dan sampah mendominasi sumbatan saluran induk dan sekunder di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). hal ini diyakini menjadi biang utama banjir pada musim penghujan.

Perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan dan tingginya tingkat sedimentasi membuat Satgas Bidang Sumber Daya Air Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kewalahan dalam penanganan sumbatan saluran. 

Kepala Dinas PUPR Kotawaringin Barat Juni Gultom mengatakan, saluran induk dan saluran sekunder yang ada di dalam kota Pangkalan Bun terus dilakukan pemeliharaan dengan normalisasi.

“Kita upayakan program nol sumbatan baik saluran induk maupun sekunder dapat tertangani semua, sehingga Kota Pangkalan Bun kedepannya akan bebas dari banjir,” ujarnya, Senin (2/8).

Sementara itu, Kabid SDA PUPR Kobar, Nety Juniarti Nengsih menyampaikan untuk total panjang saluran baik saluran induk maupun sekunder di Kota Pangkalan Bun sepanjang 53 kilometer. Dari total panjang saluran tersebut yang sudah dilakukan pemeliharaan secara berkala melalui Tim satgas SDA sepanjang 13,2 kilometer. “Dalam menangani sumbatan kita ada mengalami kendala di lapangan khususnya kendala tenaga satgas,sehingga perlu dilakukan penambahan untuk pemeliharaan saluran sepanjang 53 kilometer,” imbuhnya.

Selain itu, tingginya tingkat sedimentasi dan banyaknya sampah menjadi kendala lainnya, karena belum dua bulan ditangani Satgas SDA harus kembali membersihkan di tempat tersebut. Ia menyebut ada beberapa fokus satgas SDA dalam normalisasi sumbatan, yaitu di daerah jembatan prima tepatnya di depan Gracia komputer, saluran induk di Jalan Iskandar (Bu Sam), dan saluran induk di fepan rumah makan Ayayan. 

“Diperlukan kerjasama dalam dalam menanggulanginya, terutama kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah pada saluran dan sungai dalam kota,” pungkasnya. (tyo/sla)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 13 September 2021 21:28

Vaksinasi Covid-19 Masuki Pelosok Desa

PANGKALAN BUN-Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat,Kalimantan Tengah untuk…

Minggu, 12 September 2021 14:07

Mau Konsultasi, Ibu Muda Malah Dicabuli

 Seorang pengurus salah satu pondok pesantren di Desa Pandu Senjaya,…

Jumat, 10 September 2021 10:09

Banjir Masih Mengancam, Kobar Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir…

Jumat, 10 September 2021 10:07

Gawat..!! Puluhan Hektar Lahan Pertanian Terendam

Bencana banjir bukan hanya merendam rumah warga tetapi juga membuat…

Kamis, 09 September 2021 12:20

YAELAA...!! Pria Ini Bunuh Diri karena Cemburu dengan Istri

Kepolisian akhirnya mengungkap motif MW (24) nekat melakukan aksi bunuh…

Senin, 06 September 2021 12:53

Gawat!!! Genangan di Arut Utara Kembali Naik

Rumah warga di lima kelurahan yang berada di bantaran Sungai…

Minggu, 05 September 2021 14:23

Genangan di Kilometer 24 Makin Dalam

Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekitarnya yang melintas di Jalan…

Minggu, 05 September 2021 14:14

Nestapa..! Belasan Hektar Tanaman Sayuran Direndam Banjir

Banjir besar yang mengepung Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sejak sepekan…

Sabtu, 04 September 2021 12:51

Permukaan Sungai Arut Naik Dua Meter

PANGKALAN BUN - Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 02 September 2021 23:34

Banjir di Kotawaringin Barat Kian Ganas

Hujan deras berkepanjangan yang mengguyur Kabupaten Kotawaringin Barat, membuat sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers