SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

PALANGKA

Selasa, 20 Juni 2017 11:08
Jangan Langsung Percaya Berita di Medsos
RAPAT INTERNAL: Sejumlah pengurus PWI Pulang Pisau menggelar rapat bulanan membahas isu-isu sosial yang berkembang di daerah.(dedi sanjaya/radar sampit)

PULANG PISAU - Untuk menjaga kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat, Ketua PWI Pulang Pisau Adi Waskito mengimbau masyarakat yang kerap mengakses berita melalui medsos untuk pandai membedakan berita hoaks dengan berita benar. Berita hoaks jika tidak dihindari dikhawatirkan akan mempengaruhi perilaku seseorang dan mengarah pada hal yang negatif.

"Kita imbau agar masyarakat pandai menyeleksi mana berita hoaks mana berita yang benar. Berita hoaks itu menjurus pada hal-hal yang tidak benar, bohong dan cenderung membuat keadaan gaduh, untuk itu perlu ditangkal dengan bijaksana. Caranya ya harus pandai memilih sumber berita," tutur Adi Waskito.

Dirinya pun memberikan tips untuk menghindari berita hoaks, yakni dengan mengecek portal atau sumber berita dan melakukan pendalaman informasi. Saat ada informasi yang masuk, maka pembaca diimbau melihat situs atau portal mana yang menginformasikan. Jika sumbernya dianggap tidak jelas, kabur dan dianggap meragukan maka jangan langsung dibagikan sebelum kebenaran berita di lakukan pengecekan ulang.

"Sumber berita sebaiknya jangan pada satu media saja, lihat perbandingan di beberapa media besar. Biasanya berita yang memuat isu tertentu akan ada banyak dimuat  media, makanya kita imbau jika menemukan berita jangan langsung membagikan, tapi dicek dulu kebenarannya," tukas Adi. (ds/yit) 


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 21:50

Ratusan PNS Masih Mangkir, Laporkan Harta Kekayaan

<p>SAMPIT &ndash; Sebanyak 240 Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara di lingkup…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers