SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

PALANGKA

Rabu, 19 Juli 2017 13:37
Turut "Terjangkit" Banjir Aktivitas Perekonomian di Daerah Ini Lumpuh
LUMPUHKAN EKONOMI: Banjir yang terjadi di Jalan Panglima Batur melumpuhkan aktivitas perekonomian. Tampa toko-toko pedagang yang tutup karena tergenang air.(ALWANDI/RADAR PALANGKA)

MUARA TEWEH – Banjir yang melanda permukiman warga di sepanjang aliran Sungai Barito mengganggu perekonomian masyarakat. Beberapa toko dan lapak pedagang di dataran rendah terpaksa terhenti. Mereka tidak dapat beraktivitas seperti biasa, sebab jalan dan tempat mereka berjualan sudah mulai digenangi air.

”Air cepat sekali naik sejak dua hari terakhir ini. Sekarang, untuk lewat di Jalan Panglima Batur ini saja tidak bisa karena debit air sudah terlalu tinggi,” kata Iwan, seorang pedagang bangunan di Jalan Panglima Batur, Selasa(18/7).

Saat ini ada beberapa ruas jalan dan permukiman warga yang sudah tidak dapat dilalui pengendara, baik roda 2 maupun 4. Di antaranya, Jalan Imam Bonjol, Jalan Merak, Jalan Panglima Batur, dan lainnya.

”Kita (pedagang, Red) hanya bisa pasrah dan bersabar dengan banjir ini. Aktivitas berdagang terpaksa terhenti akibat banjir yang sudah mengenangi  tempat dagangan kita,” ujarnya.

Dia berharap banjir yang merendam Kabupaten Batara cepat surut, agar aktivitas  masyarakat yang terkena banjir bisa kembali seperti semula. ”Harapan kita, agar secepatnya surut agar bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Sebab, bila banjir seperti sekarang, terpaksa toko kita tutup dan barang-barang jualan kita ungsikan ke tempat yang lebih aman,” katanya. (viv/ign)


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 21:50

Ratusan PNS Masih Mangkir, Laporkan Harta Kekayaan

<p>SAMPIT &ndash; Sebanyak 240 Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara di lingkup…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers