KUMAI – Larangan aparatur sipil negara (ASN) menggunakan elpiji subsidi ternyata tidak digubris. Sebagian abdi negara tetap ikut berburu elpiji ukuran 3 kilogram.
Di hadapan Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Ahmadi Riansyah, pemilik pangkalan elpiji di Jalan Panglima Utar RT.08, Desa Sungai Kapitan H. Hendriansyah menyampaikan adanya ASN yang ikut membeli elpiji subsidi. Dia juga sering bersitegang dengan pembeli yang tidak mendapatkan gas melon.
”Ladang sampai ada yang bawa parang, karena kami sudah beritahu, gas ini satu orang hanya boleh satu tabung saja,” ujar H. Herdiansyah, Selasa (31/10).
H. Herdiansyah mengaku terkendala dalam pendistribusian tabung elpiji. Dalam daftar penerima subsidi mencapai 5.000 orang, sedangkan pasokan hanya 1.000 tabung.
Sementara itu, Wabup Kobar Ahmadi Riansyah menyampaikan, sebagian besar Pangkalan gas elpiji di Kumai belum menerapkan kartu kendali dalam upaya pihaknya untuk menyalurkan elpiji tetap sasaran. Kartu kendali juga berfungsi agar elpiji tepat sasaran.
“Sebagian Pangkalan setelah kita cek, hanya sebagian yang menerapkan itu. Mereka ini hanya untuk mendistribusikan ke masyarakat yang tidak mampu,” tegas Ahmadi, Selasa (31/10).
Pemerintah daerah akan mengumpulkan seluruh lurah dan kelapa desa untuk melakukan indentifikasi penerima elpiji 3 kilogram.
Ahmadi melanjutkan, masih banyak elpiji 3 kilogram dijual di tingkat pengecer. “Apabila kita dapati masyarakat menjual elpiji tingkat pengecer, maka akan kita tindak tegas pangkalan yang mendistribusikan elpiji 3 kilogram yang diecer itu,” pungkasnya. (jok/yit)