MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Selasa, 27 Februari 2018 15:36
4 Pejabat ASN Dituntut Pidana Bervariasi

Penasihat Hukum Persiapkan Petisi

TUNTUTAN: Suasana persidangan empat ASN Kobar di PN Pangkalan Bun, kemarin.(JOKO HARDYONO/RADAR PANGKALAN BUN )

PANGKALAN BUN – Persidangan kasus dugaan pemalsuan dokumen dan penyerobotan lahan milik Brata Ruswanda di Jalan Padat Karya, Gang Rambutan, Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan, yang menjerat 4 pejabat Aparatur Sipir Negara (ASN) Pemkab Kobar, berlanjut Senin (26/2) kemarin. Lahan bersengketa tersebut, digunakan untuk demplot pertanian atau balai pembenihan.

Agenda sidang kemarin yakni pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun. Dan para ASN yang jadi terdakwa mendapatkan tuntutan pidana bervariasi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Acep Subhan, saat membacakan tuntutan  menyatakan menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun pada terdakwa Mila Karmila. Kemudian untuk  Ahmad Yadi dengan pidana penjara salama 1 tahun 5 bulan. Selain itu, terdakwa Lukmansyah dituntut dengan pidana 2 tahun, sedangkan Rosihan Pribadi dituntut pidana 1 tahun 6 bulan.

Jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi Kalteng Happy C Hutapea menyampaikan, bisa ditetapkannya kasus tersebut P21 karena berkas tersebut sudah lengkap dan sudah layak dilanjutkan ke penuntutan. Karena sudah menemukan dua alat bukti berupa surat (surat pinjam pakai dan didukung dengan keterangan saksi).

”Kita punya keyakinan, sebelum P21 juga ada proses gelar perkara disaksikan oleh pimpinan kita juga, di situ kita bisa simpulkan ini layak untuk dilakukan penuntutan,”paparnya usai persidangan.

Happy meneruskan, tuntutan kepada 4 terdakwa berbeda-beda karena melihat hasil pemeriksaan yang berpengaruh dari hasil peran masing-masing. ”Kalau di sini Lukmansyah lebih tinggi dari yang lain, itu kami artikan dia lah yang punya peran.  Kalau Kepala Dinas lebih rendah dan lebih tinggi dari Mila Karmila sendiri, karena tanggungjawabnya lebih besar, kalau Mila Karmila sendiri itu lebih ringan dari yang lain, karena di situ dia hanya menjalankan tugas,” terangnya.

Sementara itu penasihat hukum 4 terdakwa tersebut, Rahmadi G Lentam menilai, dari awal proses penyidikan perkara ini sampai pra penuntutannya adalah contoh paling buruk dalam sejarah penegakan hukum. Menurutnya cara JPU merekontruksi fakta persidangan pun tidak berdasarkan fakta persidangan. 

 ”Karena jujur, setelah perkara ini selesai saya akan membuat petisi kepada Presiden Republik Indonesia juga Kapolri dan Jaksa Agung. Bahwa dalam hal nantinya kasus ini terbukti betul-betul 4 ASN menjadi korban kriminalisasi, maka tunggu saatnya,” tegas Rahmadi.

Sementara itu, keluarga dari Ahli Waris Brata Ruswanda, Kuncoro mengatakan, setelah mendengar pembacaan tuntutan dari JPU, ia memohon kasus ini diputuskan seadil-adilnya berdasarkan kebenaran dan fakta. 

”Saya sebagai keluarga ahli waris menuntut hak harus dikembalikan, karena itu punya hak mereka ahli waris. Karena fakta dari hasil persidangan sudah terbukti siapa yang punya hak,” tandasnya.(jok/gus)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 15 Oktober 2021 18:57

Polsek Bantu Penanganan Warga ODGJ

PANGKALAN BUN- “Kita bantu mengamankan karena khawatir tenaga kesehatan ini…

Rabu, 13 Oktober 2021 17:17

Desa Ini Ubah Sawah Jadi Tempat Wisata

PANGKALAN BUN -Desa Pangkalan Dewa, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin…

Rabu, 13 Oktober 2021 17:13

Banjir Ternyata Masih Genangi Rumah Warga

PANGKALAN BUN - Sebagian rumah warga di Kelurahan Baru, Kecamatan…

Senin, 11 Oktober 2021 12:01

NGGA SEREM LAGI..!! Bantaran Sungai Ini Bakal Semakin Cantik saat Malam

 Semakin turunnya kasus Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memotivasi…

Sabtu, 09 Oktober 2021 12:41

Jangan Begini kalau Ada Kebakaran, Petugas Pemadam Kesal Tau Ngga..!!?

 Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kotawaringin Barat mengeluhkan keberadaan kerumunan warga…

Sabtu, 09 Oktober 2021 12:31

Ngebut Pakai Motor Gede, Cewek Ini Seruduk Siswi SMP, Malah Khawatirkan Motornya

Kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan roda dua terjadi di Jalan…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:05

Arut Utara Terancam Banjir Susulan Lagi

Debit air di kawasan hulu Sungai Arut, Kecamatan Arut Utara,…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:04

Jalani Rawat Jalan Setelah Operasi Pemisahan, Si Kembar Boleh Keluar dari Rumah Sakit

Bayi kembar Muhammad Ibrahim dan Muhammad Abdullah kini sudah diperbolehkan…

Senin, 04 Oktober 2021 10:47

Kepedean..!! Motor Curian Dipakai Keliling Perumahan, Bonyok Dihajar Warga

 Satu terduga pelaku pencurian kendaraan yang belum diketahui identitasnya bonyok…

Sabtu, 02 Oktober 2021 10:26

Tak Mampu Bayar Denda, Pemuda Desa Dianiaya, 5 Anggota Perguruan Jadi Tersangka

 Aksi penganiayaan dialami oleh Arut Ariyanto yang dilakukan oleh sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers