SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT | DPRD SERUYAN

PALANGKA

Rabu, 10 April 2019 11:53
Bandara Tjilik Riwut Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Kalteng

Presiden Resmikan Bandara Rp 700 Miliar

AKHIRNYA DIRESMIKAN: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menandatangani prasasti bangunan baru Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.(DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKARAYA – Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya bakal menjadi motor pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah. Pembangunan fasilitas penerbangan di bandara senilai Rp 700 miliar itu diyakini akan mendongkrak berbagai sektor yang berujung pada kesejahteraan masyarakat Bumi Tambun Bungai.

Hal itu disampaikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat meresmikan bangunan baru Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Senin (8/4). Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Wagub Kalteng Habib Said Ismail, dan sejumlah menteri.

Jokowi menegaskan, pembangunan bandara itu merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan perekonomian, akses tranportasi, maupun kemudahan beraktivitas bagi masyarakat.

”(Pembangunan fasilitas baru bandara) ini agar warga Kalteng semakin tumbuh perekonomiannya, sehingga semakin sejahtera dan selalu mendukung program pemerintah,” ujarnya.

Jokowi menuturkan, Bandara Tjilik Riwut dikerjakan selama empat tahun enam bulan. Diselesaikan dengan anggaran sekitar Rp 700 miliar menggunakan dana APBN.

”Dari sebelumnya 5.000 meter persergi menjadi 29.000 meter persergi. Artinya, enam kali lipat (luasnya). Semoga bandara ini bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi di Kalteng,” ujarnya.

Jokowi menuturkan, peningkatan tersebut sudah terasa karena jumlah penumpang meningkat sangat tinggi. ”Yang jelas ini sebuah persiapan mengantisipasi pertumbuhan penumpang. Dengan pertumbuhan tinggi, otomatis semakin banyak penerbangan dari dan ke Kalteng,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, dengan operasionalnya terminal baru Bandara Tjilik Riwut tersebut, dapat memicu perkembangan berbagai sektor. Terutama pariwisata dan investasi yang akan berdampak pada perekonomian Kalteng.

”Semoga ini bisa memberi dampak besar dalam perekonomian Kalteng. Juga mengimbangi frekuensi penerbangan yang semakin meningkat, sehingga bisa menunjang aktivitas masyarakat dari berbagai sektor yang tentunya menarik minat warga untuk mengunjungi Bumi Tambun Bungai,” katanya.

Dia meyakini, dengan adanya terminal baru tersebut, mampu meningkatkan perkembangan ekonomi dan pariwisata.

”Bandara baru ini tentu akan menarik perhatian investor, sehingga akan berdampak pada perkembangan ekonomi dan pariwisata di Kalteng. Kami akan terus berupaya membenahi dan membangun infrastruktur, sehingga akses masyarakat semakin mudah,” tegasnya.

Sebagai informasi, maskapai yang melayani penerbangan di Bandara Tjilik Riwut di antaranya Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air, Wings Air, dan Transnusa. Total ada sebanyak 34 pergerakan pesawat. Terminal baru Bandara Tjilik Riwut memiliki luas 29.124 meter persegi dan dapat menampung hingga 2.200 orang per hari.

Sebelumnya, terminal lama hanya memiliki luas 3.865 meter persegi dengan kapasitas 600 orang per hari. Landasan pacu (runway) pada terminal baru berukuran 2.500 m x 45 m, dengan didukung dua taxiway masing-masing 150 m x 23 m, apron 328 m x 110 m, dan parking stand yang mampu menampung sebanyak empat pesawat berbadan lebar. (daq/ign)


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 21:50

Ratusan PNS Masih Mangkir, Laporkan Harta Kekayaan

<p>SAMPIT &ndash; Sebanyak 240 Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara di lingkup…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers