MANAGED BY:
SABTU
23 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Kamis, 18 Juli 2019 14:56
Marukan Jelaskan Asal-usul Lahan Sawit
BERIKAN KETERANGAN : Mantan Bupati Lamandau Marukan saat memberikan kesaksiannya dalam sidang tindak pidana pencurian sawit, Rabu (17/7).(RIA MEKAR/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO,

NANGA BULIK - Mantan Bupati Lamandau Marukan akhirnya hadir dalam persidangan kasus pencurian sawit yang mendudukan terdakwa Bono Cs. Marukan hadir seorang diri, mengenakan setelan kemeja putih dan celana kain, ia tampak santai saat tiba di Pengadilan Negeri Nanga Bulik. 

Dalam persidangan, Marukan dicerca sejumlah pertanyaan oleh tiga hakim pengadilan. Diantaranya apakah ia mengenal para terdakwa, apakah mengetahui perkara yang disidangkan, apakah mengetahui siapa pihak yang menanam sawit, hingga sejarah persengketaan lahan tersebut.  

Dengan tenang Marukan menuturkan bahwa awalnya tahun 2007 sebelum ia menjadi Bupati, pihak perusahaan PT Gemariksa telah diberi izin oleh Bupati sebelumnya. Lalu saat keluar update dari Menteri Kehutanan bahwa areal dimaksud masuk kawasan hutan, lahan itu kemudian tidak lagi dikelola perusahaan. Meskipun sebenarnya ada kesempatan untuk melakukan pemutihan terhadap areal yang sudah terlanjur tertanam, pihak perusahaan tidak melakukannya. 

“Kemudian lahan tersebut sebagian dikelola oleh saudari Maria, penuturan Maria demikian, katanya dia diberi oleh pihak perusahaan untuk pengelolaan kebun. Dan masyarakat Bunut merasa itu lahan mereka yang tidak pernah diganti rugi oleh perusahaan. Masyarakat merasa memiliki lahan, dan Maria juga memiliki, maka terjadilah perselisihan.  Agar tidak bertikai maka saya selaku Bupati melakukan upaya untuk menengahi,” bebernya. 

Hasil kesepakatan bersama, lahan yang menurutnya lebih dari seribu hektare tersebut kemudian dibagi. Sebagian untuk Maria dan sebagian untuk masyarakat Desa Bunut dan AMAN. 

“Saat pemeriksaan lapangan, masyarakat Bunut dan AMAN tidak hadir sehingga jadi abu-abu. Saya pikir sudah tidak ada masalah yang bergejolak, dan tidak ada perkembangan lagi,” cetusnya 

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 23 Januari 2021 12:28

Anaknya Ditangkap, Induk Buaya Muncul di Sungai Kumai

PANGKALAN BUN  – Induk buaya dengan panjang lebih dari 3…

Sabtu, 23 Januari 2021 12:25

Pedagang Pasar Korindo Direlokasi Akhir Maret

PANGKALAN BUN - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bakal merelokasi…

Sabtu, 23 Januari 2021 12:20

Penjualan Hasil Laut kembali Menggeliat

SUKAMARA - Setelah sempat terkendala penjualan saat awal pandemi Covid-19,…

Sabtu, 23 Januari 2021 12:11

Kantor BPN Lamandau Komitmen Bangun Zona Integritas Menuju WBK-WBBM

NANGA BULIK – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lamandau…

Jumat, 22 Januari 2021 15:46

Ratusan Napi Jalani Rapid Test Massal

PANGKALAN BUN -Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pangkalan Bun…

Kamis, 21 Januari 2021 14:18

Aksi Pencurian di Kumai Makin Meresahkan

KUMAI – Aksi pencurian di Kecamatan Kumai makin mengganas. Setelah…

Kamis, 21 Januari 2021 11:40

BANYAK BUAYA..!! BKSDA Imbau Hindari Aktivitas di Sungai

PANGKALAN BUN - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Kenservasi…

Rabu, 20 Januari 2021 17:22

Berkas Perkara Tambang Maut Dilimpahkan

PANGKALAN BUN – Polres Kotawaringin Barat limpahkan berkas perkara kecelakaan…

Rabu, 20 Januari 2021 10:00
Ditangkap Dua Pelaku Cabul, Seorang Lagi Coba Memperkosa Asusila

Kebun Sawit Jadi Saksi "Kuda-Kudaan", Akhirnya Si Perempuan Bawah Umur Hamil 6 Bulan

PANGKALAN BUN - Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah mengatakan bahwa…

Selasa, 19 Januari 2021 10:26

Setu Curi Ribuan Pakaian Dalam Wanita untuk Lampiaskan Nafsu, Katanya Biar Ngga Stress..!!

PANGKALAN BUN- Motif pencurian pakaian wanita yang dilakukan Setu dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers