MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Selasa, 17 September 2019 15:11
Akan Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla
TINJAU KARHUTLA: Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah bersama Kapolres Kobar AKBP Arie Sandi ZS, dan Kepala BPBD Petrus Rinda, meninjau lokasi kebakaran lahan gambut di KM 12 Raja Seberang, Senin (16/9).(SULISTYO/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Pemerintah Kabupaten Kotawangin Barat (Kobar) akan meningkatkan status siaga karhutla menjadi tanggap darurat karhutla. Peningkatan status tersebut merujuk pada dampak kabut asap yang semakin parah beberapa pekan terakhir.

“Menyikapi kabut asap yang semakin pekat, kami besok (hari ini) akan menggelar rapat terbatas untuk menaikan status dari siaga karhutla menjadi tanggap darurat karhutla,” kata Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah saat meninjau lokasi karhutla di KM 11, Jalan Pangkalan Bun - Kolam, Senin (16/9) sore.

Bupati menegaskan untuk saat ini penanganan karhutla di Kabupaten Kobar sudah maksimal baik melalui penanganan darat dan udara. Ia mengakui, kondisi luas dan banyaknya hotspot yang ada di Kabupaten Kobar tidak sebanding dengan jumlah personil dan peralatan yang dimiliki. Tentunya keterbatasan tersebut membuat Satgas Karhutla harus bekerja ekstra keras melakukan penanganan, terlebih di area gambut tebal seperti di Kelurahan Raja Seberang.

“Mengingat gambut ini begitu tebal, water bombing juga tidak dapat mengatasinya, karena yang padam hanya dipermukaan sementara bagian dalam gambut masih menyala,” terangnya.

Ia juga menyebut, saat ini yang menjadi kendala adalah ketersediaan air di wilayah lahan gambut sudah kekering dan hal itu menjadi kendala tersendiri bagi tim.

Selain itu, mengingat lokasi kebakaran saat ini banyak yang menyasar di dekat permukiman penduduk, ia meminta kepada Satgas Karhutla untuk memprioritaskan pemadaman di area permukiman karena hal ini berkaitan dengan nyawa dan harta masyarakat, hal ini bukan berarti bahwa penanganan di lahan tidak penting.

“Jadi tantangan ini termasuk yang akan kita bahas semua dalam rapat terbatas besok, begitu juga terkait keterbatasan personil dan peralatan untuk penanganan,” pungkasnya. (tyo/sla)

 


BACA JUGA

Jumat, 18 Oktober 2019 15:09

Gagal Jadi Tuan Rumah Porprov Kalteng 2022, Pemkab Kobar Legawa

PANGKALAN BUN – Harapan Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi tuan rumah…

Kamis, 17 Oktober 2019 14:58

Setengah Kilo Sabu Bernilai Rp 1 Miliar Dimusnahkan

SUKAMARA – Kepolisian Resor (Polres) Sukamara musnahkan barang bukti sabu…

Kamis, 17 Oktober 2019 14:39

Berkesan, Peserta Sail Mulai Tinggalkan Kobar

PANGKALAN BUN – Puluhan kapal layar yang berisi 159 turis…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:13

Masyarakat Harus Mampu Kelola Sampah

PANGKALAN BUN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat…

Rabu, 16 Oktober 2019 15:26

Polres Lamandau Amankan Sabu Kualitas Super

NANGA BULIK - Satuan Reserse Narkoba Polres Lamandau tangkap pengedar…

Rabu, 16 Oktober 2019 15:09

Astagfirullah...!!! Di Daerah Ini Diduga Ada Prostitusi Rumahan Pas Digerebek Setengah Telanjang

PANGKALAN BUN - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran…

Selasa, 15 Oktober 2019 14:55

Lakukan Kekerasan pada Anak, Bapak Ini Dituntut Dua Tahun

NANGA BULIK - Matius Sanam (34) dituntut 2 tahun penjara…

Selasa, 15 Oktober 2019 14:53

Hujan Berhenti, Api Datang Kembali

PANGKALAN BUN – Kabupaten Kotawaringin Barat belum sepenuhnya terbebas dari…

Selasa, 15 Oktober 2019 14:14

Ratusan Peserta Ikuti Babukung Adventure

NANGA BULIK - Ratusan rider dari berbagai daerah mengikuti Babukung…

Selasa, 15 Oktober 2019 14:11

Pemkab Sukamara Latih Pengelola Homestay

SUKAMARA – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sukamara menggelar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*