MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Jumat, 18 Oktober 2019 15:20
Keluarga Sisir Garis Pantai, Nasib Tiga Nelayan Belum Diketahui
PENCARIAN : Tiga nelayan KM Berkat Barokah yang hilang di Laut Jawa, hingga saat ini belum diketahui nasibnya, nampak Polair Polres Kobar melakukan pencarian di laut menggunakan Tagboat Senggora Marine.( SATPOLAIR/RADAR PANGKALAN BUN PENCARIAN : Tiga nelayan KM Berkat Barokah yang hilang di Laut Jawa, hingga saat ini belum diketahui nasibnya, nampak Polair Polres Kobar melakukan pencarian di laut menggunakan Tagboat Senggora Marine.)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Nasib tiga Anak Buah Kapal (ABK) KM Berkat Barokah, Irwansyah alias Dondoy (35), Sunarto alias Narto (35), dan Subandrio alias Iban (40), warga Jalan Perwira, Gang Kenanga, RT 10, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat yang hilang di Laut Jawa, pada 5 Oktober silam hingga kini belum diketahui nasibnya.Segala upaya telah dilakukan tim gabungan, dari Pos SAR Pangkalan Bun, TNI AL, Polair Polres Kobar, Polda Kalteng, dan Polair Mabes, Tagana, dan BPBD serta KSOP Kumai untuk melakukan pencarian, termasuk memperluas wilayah penyisiran ke barat daya sejauh 30 nautical mile dari posisi hilang kontak terakhir kali.

Kepala Pos Sar Pangkalan Bun Indra Saputra, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa hingga hari ke -14 pencarian terhadap tiga nelayan yang hilang, baik dengan melakukan penyisiran di laut, dan melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) belum menemukan tanda - tanda keberadaan atau bekas kapal KM Berkat Barokah maupun ABK-nya.

“Sampai saat ini belum ditemukan tanda - tanda apapun yang menunjukan keberadaan KM Berkat Barokah,” ujarnya.

Ia menyebut setelah penghentian pencarian pada 12 Oktoberlalu, praktis Basarnas hanya melakukan pemapelan atau memantau melalui stasiun radio pantai dan terus melakukan koordinasi dengan kapal - kapal yang melintas di titik koordinat hilangnya kapal Berkat Barokah.

Ia berharap kepada kapal - kapal yang melintas ketika melihat ada tanda - tanda  keberadaan kapal KM Berkat Barokah agar memberikan bantuan pertolongan serta segera menghubungi kantor pencarian dan pertolongan Basarnas Banjarmasin.

“Berdasar peraturan Basarnas, pencarian paling lama tujuh hari, apabila dalam waktu tersebut tidak ditemukan tanda - tanda apapun, operasi SAR akan ditutup,” terangnya.

Ia memastikan bahwa pihaknya tetap fokus pada tupoksinya, yaitu pencarian, pertolongan, penyelamatan, dan evakuasi dengan terus melakukan pemantauan melalui SROP, dan berkomunilasi dengan kapal - kapal yang melintasi perairan.

Ia berharap seluruh korban yang dicari masih dalam keadaan sehat, dan saat ditemukan dalam keadaan selamat tanpa kekurangan apapun. “Selain berusaha, kita juga berharap dan terus berdoa agar ketiga ABK ditemukan dalam kondisi baik - baik saja,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, salah satu anggota keluarga dari tiga ABK Berkat Barokah mengatakan, walau operasi pencarian sudah dihentikan, pihak keluarga yang dibantu Polair Polres Kobar terus berupaya melakukan penyisiran secara mandiri di sepanjang garis pantai Kobar

Mereka tetap berharap besar agar keluarga mereka yang hilang di Laut Jawa segera ditemukan, untuk itu mereka tetap berupaya terus mencari setiap harinya.

“Belum ada tanda - tanda, keluarga masih terus berupaya menyisir pantai dengan Polair Polres Kobar,” katanya.

Sementara itu anggota Polisi Perairan Polres Kobar, Ipda Sakir menyampaikan, dalam peristiwa hilangnya tiga ABK tersebut pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam, termasuk mendampingi keluarga dalam melakukan pencarian dengan menyisir garis pantai.

“Untuk kesimpulan yang lain, kita tidak berani berspekulasi, ini sedang kita lakukan penyelidikan mendalam, dan mendampingi keluarga menyisir di laut,” pungkasnya. (tyo/sla)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 16:02

Heboh Saling Klaim Survei, Ini Komentar Ketua PDI Perjuangan Kotim

SAMPIT – Hasil survei bakal calon kepala daerah dinilai bukan…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:27

Desa Runtu Diteror Buaya, Satu Warga Terluka

PANGKALAN BUN – Kemunculan buaya di Kabupaten Kobar mulai merambah…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:23

TGC Simulasikan Penanganan Suspect Virus Corona

PANGKALAN BUN - Tim Gerak Cepat (TGC) yang terdiri dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:20

Masuk Kandang Ayam, Ular Piton Gegerkan Warga

PANGKALAN BUN - Regu III PHL Animal Rescue Pemadam Kebakaran…

Jumat, 31 Januari 2020 17:02

ASN Dilarang Keluyuran Saat Jam Kerja

NANGA BULIK – Satpol PP Lamandau awasi ketat para Aparatur…

Jumat, 31 Januari 2020 16:38

Nekat..!!! Sekdes Ini Jinakkan King Kobra yang Masuki Kawasan Kantornya

PANGKALAN BUN - Sekretaris Desa Rangda, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten…

Jumat, 31 Januari 2020 11:39

Angkutan Perintis Resmi Beroperasi, Pangkalan Bun – Arutara Semakin Terbuka

PANGKALAN BUN -  Masyarakat Kecamatan Arut Utara (Arutara) Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 30 Januari 2020 21:26

Ditinggal Kerja, Satu Rumah Di Desa Bayat Jadi Arang

NANGA BULIK- Satu rumah milik warga Desa Bayat, Kecamatan Belantikan…

Kamis, 30 Januari 2020 21:11

Data Pemilih Pilgub Kalteng Wajib Jadi Perhatian

PANGKALAN BUN -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat…

Kamis, 30 Januari 2020 14:47

Pundak Ditepuk, Uang Pedagang Telur Melayang

PANGKALAN BUN - Nasib sial dialami oleh Ibu Rian (40),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers