MANAGED BY:
SABTU
29 FEBRUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Selasa, 28 Januari 2020 14:51
Isu Ngayau Resahkan Arut Utara

Tegaskan Tak Ada

MERESAHKAN : Camat Arutara dan kepala desa serta para tokoh adat dan masyarakat adakan pertemuan tertutup menyikapi isu ngayau yang meresahkan masyarakat. (SYAMSUDIN/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN – Masyarakat Kecamatan Arut Utara (Arutara), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diresahkan dengan kabar hoax terkait ngayau yang sempat menyebar dalam beberapa hari belakangan. Terkait hal itu Camat Arut Utara Nursyah Ikhsan mengadakan rapat dadakan dengan seluruh Kepala Desa dan para tokoh adat masyarakat Arutara.

Rapat tertutup di ruangan Camat itu juga dihadiri oleh Kapolsek dan anggota Koramil Arut Utara.

Kepada Radar Pangkalan Bun, Nursyah Ikhsan mengatakan bahwa kabar terkait ngayau yang sedang merebak di masyarakat Arutara supaya tidak menjadi bola liar. “Oleh karena itu dalam pertemuan tadi saya meminta penjelasan kepada masing-masing Kepala Desa agar melaporkan situasi terkini tentang isu ngayau tersebut,” ujarnya.

Camat juga mengatakan bahwa pihaknya meminta kepada seluruh Kades dan tokoh masyarakat agar segera melaporkan bahkan menepis jika ada isu-isu yang meresahkan masyarakat. “Saya juga menekankan kepada tokoh adat, agar para penyebar hoax ini bisa ditangani secara adat atau bahkan mendapatkan sanksi adat itu sendiri,” harapnya.

Selain itu Camat juga meminta agar Poskampling dihidupkan kembali demi ketenteraman, kenyamanan dan keamanan bersama. “Tiga pilar yakni, Pemerintah, TNI, dan Polri ini harus dimaksimalkan demi stabilitas keamanan khususnya di Kecamatan Arut Utara,” tandas Nursyah Ikhsan.

Lurah Pangkut, Guntur Setyawan menyampaikan bahwa isu tersebut mulai muncul pada Bulan Desember tahun 2019. Meski dirinya menilai bahwa isu ini adalah hoaks, namun Guntur mengajak kepada semua agar tetap hati-hati dan waspada. “ Kita semua harus waspada agar jangan sampai hal ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melancarkan tindak kejahatannya,” katanya.

Hal serupa juga dikatakan Kapolsek Arutara, Ipda Rahis Fadhlillah, menurutnya kabar tersebut masih baru saja beredar di Arutara. Namun kabar tentang korban ngayau hingga kini belum ada temuan dan laporan di Polsek Arutara.

“Sejauh ini suasana selalu kondusif. Jika ada kabar ngayau itu hoax, dan kami minta jangan disebarluaskan apalagi melalui media sosial karena bisa melanggar undang undang ITE yang berujung pidana,” tukasnya.

Selain Kapolsek, pernyataan itu juga dikuatkan oleh Damang Arutara, Tanding, ia memaparkan tentang cerita ngayau bahwa dari jaman Presiden Soekarno memang isu ini sudah ada. Kayau itu beda dengan begal atau rampok. Kayau itu seseorang yang ingin membunuh orang lain dengan memenggal kepala calon korbannya untuk sebuah ritual dan dengan cara sembunyi-sembunyi. Tanding juga menegaskan jika di Arutara tidak ada adat Ngayau.

“Saya tegaskan bahwa adat Ngayau di Kabupaten Kobar ini tidak ada,” tegasnya.

Hal senada juga dijelaskan Tokoh Masyarakat Dayak Tomun, Yoner, menurutnya bahwa rapat kali ini tujuannya untuk mengantisipasi serta menepis isu yang sedang beredar di masyarakat yakni ngayau. Ia juga meminta para aparatur desa serta seluruh masyarakat Arutara tidak mudah termakan berita itu dan tidak ikut menyebarluaskan.

“Kalau sudah dipertemukan bersama kan sudah jelas. Bahwa isu ngayau itu jelas bohong. Maka jangan lagi kita percaya dan ikut menyebarkannya,” tandas Yoner. (sam/sla)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 16:02

Heboh Saling Klaim Survei, Ini Komentar Ketua PDI Perjuangan Kotim

SAMPIT – Hasil survei bakal calon kepala daerah dinilai bukan…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:27

Desa Runtu Diteror Buaya, Satu Warga Terluka

PANGKALAN BUN – Kemunculan buaya di Kabupaten Kobar mulai merambah…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:23

TGC Simulasikan Penanganan Suspect Virus Corona

PANGKALAN BUN - Tim Gerak Cepat (TGC) yang terdiri dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 15:20

Masuk Kandang Ayam, Ular Piton Gegerkan Warga

PANGKALAN BUN - Regu III PHL Animal Rescue Pemadam Kebakaran…

Jumat, 31 Januari 2020 17:02

ASN Dilarang Keluyuran Saat Jam Kerja

NANGA BULIK – Satpol PP Lamandau awasi ketat para Aparatur…

Jumat, 31 Januari 2020 16:38

Nekat..!!! Sekdes Ini Jinakkan King Kobra yang Masuki Kawasan Kantornya

PANGKALAN BUN - Sekretaris Desa Rangda, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten…

Jumat, 31 Januari 2020 11:39

Angkutan Perintis Resmi Beroperasi, Pangkalan Bun – Arutara Semakin Terbuka

PANGKALAN BUN -  Masyarakat Kecamatan Arut Utara (Arutara) Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 30 Januari 2020 21:26

Ditinggal Kerja, Satu Rumah Di Desa Bayat Jadi Arang

NANGA BULIK- Satu rumah milik warga Desa Bayat, Kecamatan Belantikan…

Kamis, 30 Januari 2020 21:11

Data Pemilih Pilgub Kalteng Wajib Jadi Perhatian

PANGKALAN BUN -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat…

Kamis, 30 Januari 2020 14:47

Pundak Ditepuk, Uang Pedagang Telur Melayang

PANGKALAN BUN - Nasib sial dialami oleh Ibu Rian (40),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers