MANAGED BY:
RABU
08 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Jumat, 07 Februari 2020 15:25
Pasokan Buah Impor ke Sampit Ditutup Sementara
ANJURAN: Beberapa tulisan antisipasi pencegahan virus corona yang di pasang di Hypermart.(DIAN TARESA/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Semenjak beredarnya wabah virus corona, pasokan buah dari China ditutup oleh pemerintah. Hal ini dilakukan untuk antisipasi penularan virus corona. 

“Biasanya satu minggu sekali ada buah yang datang, ini sudah hampir satu bulan tidak ada impor yang datang. Ada datang hanya dari Australia saja,” ujar General Manajer (GM) Hypermart Sampit Christian N kemarin.

Pihaknya mengambil pasokan buah impor dari manajemen pusat di Jakarta, sehingga semuanya sudah melalui proses karantina dan verifikasi. Buah impor dari China diantaranya apel, pir, lemon, dan anggur. Itupun sudah melalui karantina.

“Sedangkan untuk sayur produk dari China tidak ada, kebanyakan sayur dari lokal.,” terangnya. Dikatakan Christian, kran untuk impor baru akan dibuka bulan Maret. Buah-buahan yang ada sekarang masih sisa dari stok bulan Januari 2020 lalu.

Sedangkan untuk penjualan di Hypermart tidak ada perubahan. Penjualan buah dan sayur segar tetap stabil.

“Kita juga mengkampanyekan terkait virus corona, dengan memasang beberapa tulisan hidup sehat, seperti makan sehat dan hidup kuat agar terhindar dari virus corona. Bahkan di pintu masuk juga kita sediakan masker, susu, dan lain sebagainya. Dengan harapan masyarakat di sini tahu dengan mengonsumsi susu dan lainnya bisa terhindar dari penyakit,” jelas Christian.

Selain itu pihaknya juga menyediakan anti septik di beberapa sudut toko. Hal ini diinformasikan setiap setengah jam sekali melalui pengeras suara.

Tepat di tanggal 28 Januari 2020 Hypermart Sampit juga kedatangan audit halal dari MUI Pusat, dan semuanya sudah diverifikasi halal dan aman.

“Semua barang yang masuk ke sini selalu ada karantinanya, kadang dua sampai tiga kali karantina, tergantung pulaunya. Jadi kualitas dan keamanannya sudah terjamin,” tandasnya.

Untuk harga buah-buahan dikabarkan naik, karena impor yang sedang distop oleh pemerintah. Kenaikan hargapun bermacam-macam, dari 20 persen hingga 30 persen.

“Kenaikan disebabkan permintaan yang terus ada namun barang yang disediakan sudah berkurang dan belum ada pasokan lagi,” tutupnya. (dia/yit)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 10:11

Warga Pamalian Desak Selesaikan Jembatan

SAMPIT – Jembatan Desa Pamalian, Kecamatan Kotabesi yang dibangun sejak…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:05

Peserta Lomba Free Fire Membeludak, Gamers Masih Punya Kesempatan

SAMPIT – Kompetisi game online Free Fire yang akan digelar…

Jumat, 31 Januari 2020 17:22

Bantah Survei Nasdem, PANTAS Klaim Teratas

SAMPIT – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kotim…

Jumat, 31 Januari 2020 17:19

Kaca Mobil Dipecah, Rp 249 Juta Raib

SAMPIT – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) patut waspada. Pasalnya,…

Jumat, 31 Januari 2020 17:09

Proyek Rumah Sakit Jadi Temuan BPK

SAMPIT – Proyek di lingkungan RSUD dr Murjani Sampit jadi…

Jumat, 31 Januari 2020 11:56

Hikmah Jumat: Jaga Lisan dan Kemaluan!

Bismillah. Jika lisan ini rusak maka akan rusak amal. Jika…

Jumat, 31 Januari 2020 10:10

Cuaca Dingin, Nikmatnya Menyantap Kembang Tahu

SAMPIT–Ingin menikmati kuliner penghangat badan di saat cuaca dingin? Kembang…

Kamis, 30 Januari 2020 17:52

Halikinnor, Rudini, dan Suprianti Kuasai Survei Calon Bupati Kotim

SAMPIT – Persaingan merebut hati rakyat dalam Pilkada Kotim 2020…

Kamis, 30 Januari 2020 16:30

Di Pondok Ini, Ayah Bejat Bunuh Anak Sekaligus Cucunya

PURUK CAHU – Perilaku biadab ayah bejat yang tega menghamili…

Kamis, 30 Januari 2020 14:28

Wajib Kenakan Pakaian Khusus, Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Menangani penyakit mematikan yang menggemparkan dunia tak bisa sembarangan. Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers