SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

SAMPIT

Jumat, 11 Maret 2016 17:55
PARAH!!! Di Daerah Ini Masih Ada Satu Balita Diduga Gizi Buruk
MENDERITA SAKIT: Diego yang ditenggarai menderita gizi buruk hanya bisa terbaring dalam ayunan sambil ditemani sang ibu, Kamis (10/3). (FOTO: FAUZIANNUR/RADAR SAMPIT)

SUKAMARA – Seorang balita di Desa Pudu Kecamatan Sukamara ditenggarai menderita gizi buruk. Anak usia 3,8 tahun ini mempunyai berat badan 6,4 kilogram saja. kondisinya cukup memprihatinkan hanya bisa tergeletak di tempat tidur, tubuhnya kurus tak mampu menyangga untuk duduk dan berjalan.

Selain gizi buruk, anak yang bernama Daigo ini juga terindikasi menderita penyakit katarak karena tidak bisa melihat dengan jelas benda dan orang di sekitarnya. Penyakit bawaan kelainan jantung juga terindikasi dideritanya, akibat penyakit ini kondisinya semakin memburuk.

“Memang Daigo sejak lahir mengalami kelainan jantung, karena penyakit itu membuat berat badannya makin hari kian turun hingga mengalami gizi buruk,” ujar Santi, salah seorang bidan yang mendatangi rumah Daigo, Kamis (10/3).

Sementara itu, Nabila, sang ibu menyatakan perubahan kondisi pertumbuhan anaknya tersebut mulai terlihat sejak berusia 1 bulan. Kondisinya terus melemah dan badannya mengecil, bahkan tanda penyakit katarak di matanya mulai terlihat. Padahal, saat hamil, ia sering melakukan pemeriksaan kehamilan.

---------- SPLIT TEXT ----------

“Saat lahir, berat badannya normal dengan bobot sekitar  2, 7 kilogram dan saat hamil saya juga rutin memeriksakan kehamilan,” cerita sang ibu.

Disinggung bantuan dari pihak terkait, Nabila yang bekerja sebagai tenaga kebersihan penyapu jalan ini sempat mendapat bantuan susu dan makanan pendamping selama 5 bulan, namun tidak tahu kenapa tiba-tiba bantuan dihentikan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sukamara, Junaidin Tarigan mengatakan selama ini belum ditemukan gizi buruk di Kabupaten Sukamara. Namun pihaknya terus melakukan pemantauan jika ditemukan balita yang mengalami.

“Penderita gizi buruk memang belum ada laporan, tetapi yang selama ini kami tangani adalah balita dengan gizi kurang dan telah diberi bantuan makanan pendamping berupa susu dan biskuit agar kondisinya mempunyai berat badan normal,” ujar Tarigan. (fzr/fm)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 09 Mei 2025 17:38

Apresiasi Panen Bioflok untuk Ketahanan Pangan

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyambut baik upaya…

Jumat, 09 Mei 2025 17:36

Dinkes Kotim Siagakan Obat dan Layanan Kesehatan Hadapi Penyakit Musiman

SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Dinkes Kotim) meningkatkan…

Jumat, 09 Mei 2025 17:35

Prioritaskan Jemaah Lansia, Pemberangkatan Calon Haji Kotim Lewat Udara

SAMPIT – Sebanyak 218 calon haji asal Kotawaringin Timur (Kotim)…

Jumat, 09 Mei 2025 17:25

Pabrik Pakan Ikan Beroperasi, Harga Lebih Murah

SAMPIT - Pabrik pakan ikan milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur…

Jumat, 09 Mei 2025 17:23

Kader PKK Miliki Peran Mulia

SAMPIT — Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menegaskan pentingnya peran…

Jumat, 09 Mei 2025 17:23

Dharma Santi Momentum Pererat Kerukunan dan Persaudaraan

SAMPIT — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong generasi muda…

Jumat, 09 Mei 2025 17:22

Peningkatan Jalan Kandan–Camba Tertunda

SAMPIT — Warga Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali…

Rabu, 07 Mei 2025 17:31

Bupati Rencanakan Pelebaran Jalan Muchran Ali

SAMPIT — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana memperbaiki infrastruktur…

Rabu, 07 Mei 2025 17:30

Jambore PKK Diikuti Ratusan Peserta

SAMPIT – Setelah tertunda dua tahun akibat keterbatasan anggaran, Jambore…

Rabu, 07 Mei 2025 17:30

Halikinnor Pimpin Gotong Royong

SAMPIT — Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor turun langsung memimpin…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers