MANAGED BY:
SABTU
23 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Jumat, 20 November 2020 17:09
Wow!!! Mi Instan di Tempat Ini Tembus Rp 15 Ribu Per Bungkus
ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO,

SAMPIT – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Hairis Salamad prihatin melihat kondisi masyarakat pedalaman yang hidup dalam keterbatasan. Bahkan, harga bahan pokok sangat tinggi. Salah satunya mi instan yang dijual seharga Rp 15 ribu per bungkus. Kenaikan harga berlipat ganda itu lantaran akses ke wilayah itu sangat sulit dan berbahaya.

”Saya berkunjung ke Kecamatan Antang Kalang, sampai ke Tumbang Gagu yang merupakan desa paling ujung. Miris saya melihatnya. Saya hampir menangis melihat kondisi saudara kita di sana yang hidup serba keterbatasan. Harga mi goreng satu bungkus Rp 15 ribu. Harga solar Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu per liter. Ini fakta. Saya datang dan melihat sendiri di sana," kata Hairis saat rapat pembahasan RAPBD 2021, Kamis (19/11).

Hairis mengajak semua pihak lebih peduli dan tidak menutup mata terhadap nasib masyarakat pelosok. Semua pihak harus duduk bersama untuk mencari solusi yang cepat dan terbaik untuk mengatasi masalah tersebut. Menurut politisi yang merupakan Ketua Fraksi PAN ini, selama ini masyarakat Desa Tumbang Gagu belum merasakan kemerdekaan dalam beraktivitas karena masih terisolasi. Pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masih sangat minim.

Keterisolasian itu membuat pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat jauh tertinggal. Masyarakat kesulitan membawa hasil pertanian, seperti karet, rotan, dan lainnya, karena belum ada jalan darat.

Apabila membawa hasil pertanian menggunakan perahu mesin dengan melintasi riam ganas, hasilnya belum sepadan karena biaya ongkos angkut sangat mahal. Informasi warga, biaya sewa perahu untuk pulang dan pergi ke pusat kecamatan saja mencapai Rp 5 juta - Rp 6 juta.

Kondisi ini tidak saja menghambat laju perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga membuat beban hidup menjadi tinggi. Harga kebutuhan sangat mahal karena tingginya ongkos angkut dari pusat kecamatan.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 02 Desember 2020 20:09

Cara Jitu dari Ernest Prakasa Promosikan Film Via Offline dan Media Sosial

  Rangkaian kegiatan Cerita Sinema Workshop persembahan Samsung Galaxy Movie…

Rabu, 02 Desember 2020 19:29

Tiga Hal Ini Jadi Perhatian Presiden Jokowi dalam Pengelolaan Perbatasan Negara

JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan…

Rabu, 02 Desember 2020 14:51

Parimus Berharap Pilkada Berjalan Jalan Lancar

SAMPIT-Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Parimus berharap…

Rabu, 02 Desember 2020 12:35

PLN Dukung Program Pencegahan Stunting

PALANGKA RAYA – Sebagai salah satu pilar pembangunan bangsa, PT…

Rabu, 02 Desember 2020 08:03

PBS Diminta Lakukan Perbaikan Jalan di Pedalaman

SAMPIT— Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi minta, kepada perusahaan…

Selasa, 01 Desember 2020 09:45

Asisten I Setda Kotim Pensiun

SAMPIT— Pada Senin (30/11), Asisten I Setda Kotim Nur Aswan,…

Selasa, 01 Desember 2020 09:38

Anggota Korpri Harus Berkontribusi untuk Daerah

SAMPIT— Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Korps Pegawai Republik Indonesia…

Selasa, 01 Desember 2020 09:35

DLH Evaluasi Perpanjangan Masa Kerja Tenaga Kontrak

SAMPIT – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotim Sanggul Lumban Gaol…

Senin, 30 November 2020 14:40

Penanam Kelapa Sawit Tewas di Dalam Rumah

SAMPIT – Warga Jalan ABD I, RT 9, RW 5,…

Senin, 30 November 2020 13:30

Tingkatkan Peran Partisipasi Generasi Muda

SAMPIT – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera  (PKS)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers