MANAGED BY:
KAMIS
04 MARET
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Kamis, 14 Januari 2021 12:13
Ketika Penyakit Tanaman Serang Kebun Pisang Petani Seruyan
Perekonomian Ikut Terdampak, Ribuan Batang Pisang Harus Dimusnahkan Massal
PENYAKIT TANAMAN: Petani di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir, memperlihatkan kondisi buah pisang kepok yang rusak dan tidak bisa dimakan karena terserang penyakit.(ALDI SETIAWAN/RADAR SAMPIT)

”Akan tetapi, dalam beberapa pertemuan yang kita lakukan masih belum ada kesepakatan untuk itu, karena masih ada beberapa yang bagus. Yang jadi masalah, jika seperti itu, maka yang terkena penyakit ini akan menular ke tanaman pisang yang masih bagus itu," katanya.

Dia menambahkan, lahan tersebut seharusnya dilakukan eradikasi dan disuntikkan senyawa aktif yang akan membunuh pisang-pisang itu, lalu mengistirahatkan lahan tersebut dan menggantinya dengan tanaman hortikultura lainnya, seperti jagung dan lain-lain. Dalam jangka waktu satu sampai dua tahun, diganti dengan bibit pisang yang tahan hama dan penyakit.

Sebelumnya, DKPP juga ada mengadakan bantuan untuk mengatasi wabah penyakit tersebut. Akan tetapi, berdasarkan evaluasi, ternyata hasil yang didapat belum efektif, sehingga tidak dilaksanakan kembali. Sementara ini, yang bisa dilakukan pihaknya terkait keluhan petani tersebut, yakni dengan membantu pupuk dan pestisida.

”Kalau yang secara khusus, kami belum mempunyai obat untuk mengatasi itu. Tapi, baru-baru ini kami berencana mau mengadakan semacam kerja sama untuk melakukan riset terkait adanya wabah penyakit pisang tersebut. Semoga dalam waktu dekat ini kami bisa segera melakukan MoU dan bisa langsung diujicobakan dengan lahan petani yang terdampak," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya tidak memprogramkan secara khusus penanggulangan penyakit tanaman pisang tahun ini. Hal itu berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program sebelumnya. Pada 2019 lalu, pihaknya telah mengadakan bibit pisang kultur jaringan yang disinyalir tahan terhadap serangan penyakit tersebut dan ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan bertahan maupun keseragamannya.

Sementara ini pihaknya hanya bisa memberikan kiat bertahan dari serangan penyakit tanaman tersebut. ”Kita bicaranya bertahan ya, bukan untuk memberantas. Pertama, rawat dan pupuk tanaman itu. Kalau antibodinya kuat, cukup vitamin dan haranya, dengan sendirinya akan bisa bertahan. Kedua, peralatan yang digunakan untuk berkebunan seperti parang, arit, dan lain sebagainya harus steril. Ketiga, jangan lupa memotong jantung pisangnya dan jangan sampai dibiarkan, karena saat ini diduga inangnya penyakit tersebut adalah dari serangga. Kedisiplinan itu yang membuat bisa bertahan, dalam artian petani masih bisa panen," tuturnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 07 September 2015 22:26

Excavator Sudah Diincar

<p><strong>SAMPIT &ndash;</strong> Aparat kepolisian berhasil meringkus komplotan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers