MANAGED BY:
RABU
22 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Rabu, 24 Februari 2021 17:33
Pengguna Transportasi Wajib Lengkapi Persyaratan, Jika Tidak Ingin Bawaan Disita

Jika Ingin Memanfaatkan Komoditas Pertanian

PEMERIKSAAN: Petugas Karantina Pertanian Wilayah Kerja Sampit memeriksa barang bawaan penumpang yang sudah melengkapi surat BKSDA Kalteng.(IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Penggunaan jasa transportasi laut dan udara yang akan membawa atau memanfaatkan komoditas pertanian, baik tumbuh dan turunannya, maupun hewan dan turunannya, wajib berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau Karantina Pertanian.

”Pengguna jasa diharapkan berkoordinasi instansi yang ada di pelabuhan atau bandara dan melapor sebelumnya, bahwa sudah sesuai dengan peraturan BKSDA dan Karantina Pertanian," kata Penanggung Jawab Karantina Pertanian Wilayah Kerja Sampit Agung Rahmadi, Selasa (23/2).

Hal tersebut, kata Agung, merupakan prosedur yang harus dilakukan pengguna jasa apabila akan membawa komoditas pertanian agar tidak terjadi pelanggaran. ”Apabila terjadi pelanggaran pasti ada konsekuensinya," tegasnya.

Dia menjelaskan, Karantina Pertanian meliputi karantina hewan dan tumbuhan, merupakan upaya pencegahan masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan atau organisme pengganggu tumbuhan dari luar negeri dan dari suatu area lain di dalam negeri, atau keluarnya dari dalam wilayah Indonesia.

”Karantina hewan dan karantina tumbuhan mengawasi lalu lintas tumbuhan dan hasil turunannya, juga hewan dan hasil turunannya termasuk kulit ular," kata Agung.

Terkait adanya calon penumpang yang belum lama ini membawa ratusan lembar kulit ular jenis phyton reticulatus seberat 120 kilogram, menurut Agung, dari awal pengiriman, penumpang yang berasal dari CV Rido Hapakat Bersama tersebut sudah melapor.

”Jadi, kami bukan mencegat, karena mereka sudah konfirmasi kepada kami. Beberapa hari sebelumnya sudah menghubungi kami, kemudian kami melakukan persiapan pengecekan fisik terhadap barang bawaannya," jelas Agung.

Orang tersebut merupakan calon penumpang KM Kirana 3 tujuan Surabaya. Rencananya kulit ular tersebut akan dibawa menuju Banyuwangi untuk home industri sebagai bahan pembuatan tas, sepatu, dan lainnya.

”CV Rido sudah lima kali melakukan pengiriman. Sejak tahun 2020 mulai melakukan pengiriman sebanyak dua kali dan tahun 2021 sudah tiga kali,” katanya.

”Karena kulit ular termasuk satwa liar dan takutnya termasuk hewan yang dilindungi, karena ranahnya ada di konservasi, maka kami minta persyaratan untuk melengkapi surat dari BKSDA," tambahnya.

Tujuan melengkapi surat tersebut untuk memastikan bahwa dari sisi konservasi tidak ada yang dilanggar dan prosedurnya sudah sesuai. ”Karena pemanfaatan sumber daya alam hewani maupun hayati memang harus sesuai dengan aturannya," kata Agung.

Dia menjelaskan, terkait alur pengiriman komoditas pertanian, setelah melengkapi surat dari BKSDA, barulah Karantina Pertanian melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan kebenaran jenis dan jumlahnya. Setelah itu pihaknya memastikan tidak hama penyakit di barang bawaan tersebut.

”Kemarin itu kondisinya kering dan kami simpulkan kulit ular itu layak dilalulintaskan. Setelah layak, kami lakukan sertifikasi agar kulit ular itu bisa dilalulintaskan. Alurnya seperti itu," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kulit ular tersebut berasal dari ular dengan ukuran 3 - 4,5 meter yang berasal dari Kalimantan Tengah (Kalteng). ”Yang lebih mengetahui itu BKSDA kawasan itu, karena yang mengeluarkan surat adalah BKSDA Kalteng," tandasnya. (yn/ign)


BACA JUGA

Minggu, 19 September 2021 11:05

OOH DASAR MALING..!! Karyawan Bersekongkol Curi Barang Perusahaan

Hairul (22) dan Ahmad Yani (25) ditangkap polisi karena mencuri…

Jumat, 17 September 2021 11:49

Pelamar CASN Diminta Isolasi Mandiri Dua Pekan

Guna mencegah terjadi penularan Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)…

Jumat, 17 September 2021 11:44

DUH DERITANYA..!! Cuaca Ekstrem Masih Ancam Kalteng Sepekan ke Depan

Anomali cuaca mulai mewarnai Tanah Air menjelang paruh akhir bulan…

Kamis, 16 September 2021 13:49

Kasihan..!! Orang Utan Kelaparan, Cari Makan di Kebun Warga

 Kebun warga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka…

Kamis, 16 September 2021 12:21

Giliran Sampit-Pangkalan Bun Terancam Banjir

KUALA PEMBUANG – Bencana banjir belum berhenti melanda Kalimantan Tengah…

Kamis, 16 September 2021 11:28

Curah Hujan Diprediksi Meninggi, Banjir di Palangka Raya Berpotensi Meluas

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengingatkan warga Kota Palangka…

Rabu, 15 September 2021 12:23

Gubernur Tinjau Banjir, Makan Mi Goreng Telur Rebus, Promosi Objek Wisata Danum Bahandang

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran belakangan ini sibuk mengunjungi lokasi…

Rabu, 15 September 2021 12:21

Ancam Pakai Parang dan Bacok Korban, Pelaku Bilang Begini...

Miming mengejar rekannya Ratnah dengan sebilah parang hingga menyeretnya ke…

Selasa, 14 September 2021 10:58

GAWAT INI..!! Buaya Petantang-Petenteng di Lokasi Banjir

Belum usai penderitaan warga akibat banjir di Desa Kumpai Batu…

Selasa, 14 September 2021 10:57

Geng Motor Keroyok Warga, Tangkap Semuanya..!!

orban pengeroyokan yang dilakukan sekelompok geng motor anarkis, Selamet Riyadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers