MANAGED BY:
SELASA
02 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 19 September 2015 23:38
Heboh, Ular Sanca Tujuh Meter
Ular sanca menggegerkan warga Desa Ramban, Begendang Tengah. Ular ini ditangkap di sekitar lahan yang terbakar di Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

PROKAL.CO, SAMPIT- Seekor ular sanca kembang (Python Reticulatus) sepanjang tujuh meter dengan bobot sekitar 100 kilogram berhasil ditangkap warga Ramban, Kelurahan Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

 Johansyah warga Desa Ramban menceritakan ular raksasa ini pertama kali ditemukan oleh Darsah saat memadamkan api di hutan yang terbakar atau sekitar 500 meter dari pemukiman penduduk pada Selasa (15/9) lalu.

 Ular ditemukan di semak di bawah rimbunan tumbuhan rotan. Beruntung, saat itu Darsah lebih dulu tahu keberadaan ular dan jika tidak bisa saja dirinya digigit.

 ”Darsah berteriak, lalu kami bersama enam orang menangkap ular itu, memasukkannya ke dalam karung dan membawanya ke kampung,” ujar Johansyah warga Desa Ramban, Jumat (18/9).

 Lanjut cerita, sesampainya di kampung, ular disimpan dalam profil tank bekas milik warga di Jalan Binjai I, Bagendang Tengah.

 Perlu tenaga ekstra untuk memasukan ular ke dalam profil tank. Ular tersebut masih ganas dan tenaganya kuat dikarenakan dalam kondisi lapar.

 Samsudin, warga lainnya mengaku kaget melihat ular sebesar itu. Selama ini di Ramban memang sering ditemukan ular besar dan tangkapan kali ini yang paling besar.

  ”Saya juga kaget, biasanya cuma empat meter. Meski ada ular yang panjangnya sama dengan ini, tapi bobotnya lebih ringan,” katanya.

 Warga yakin, ular besar itu berjenis kelamin jantan. Kalau betina panjangnya bisa mencapai 10 meter lebih dan mampu menelan hewan rusa dewasa.

 Saat ini, warga yang menangkap mengaku bingung hendak diapakan ular raksana tersebut. Warga sempat ingin menjual, namun harganya masih tak sebanding dengan kerja keras untuk menangkapnya. Dan jika dilepas, dikhawatirkan mati sia-sia terkena kebakaran lahan.

 “Mungkin habitatnya terkepung api.  Kami tidak punyak dana untuk menangkarnya, kecuali ada pihak yang bersedia membelinya,” tandas Johansyah. (oes/fm)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 10:11

Warga Pamalian Desak Selesaikan Jembatan

SAMPIT – Jembatan Desa Pamalian, Kecamatan Kotabesi yang dibangun sejak…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:05

Peserta Lomba Free Fire Membeludak, Gamers Masih Punya Kesempatan

SAMPIT – Kompetisi game online Free Fire yang akan digelar…

Jumat, 31 Januari 2020 17:22

Bantah Survei Nasdem, PANTAS Klaim Teratas

SAMPIT – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kotim…

Jumat, 31 Januari 2020 17:19

Kaca Mobil Dipecah, Rp 249 Juta Raib

SAMPIT – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) patut waspada. Pasalnya,…

Jumat, 31 Januari 2020 17:09

Proyek Rumah Sakit Jadi Temuan BPK

SAMPIT – Proyek di lingkungan RSUD dr Murjani Sampit jadi…

Jumat, 31 Januari 2020 11:56

Hikmah Jumat: Jaga Lisan dan Kemaluan!

Bismillah. Jika lisan ini rusak maka akan rusak amal. Jika…

Jumat, 31 Januari 2020 10:10

Cuaca Dingin, Nikmatnya Menyantap Kembang Tahu

SAMPIT–Ingin menikmati kuliner penghangat badan di saat cuaca dingin? Kembang…

Kamis, 30 Januari 2020 17:52

Halikinnor, Rudini, dan Suprianti Kuasai Survei Calon Bupati Kotim

SAMPIT – Persaingan merebut hati rakyat dalam Pilkada Kotim 2020…

Kamis, 30 Januari 2020 16:30

Di Pondok Ini, Ayah Bejat Bunuh Anak Sekaligus Cucunya

PURUK CAHU – Perilaku biadab ayah bejat yang tega menghamili…

Kamis, 30 Januari 2020 14:28

Wajib Kenakan Pakaian Khusus, Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Menangani penyakit mematikan yang menggemparkan dunia tak bisa sembarangan. Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers