MANAGED BY:
SENIN
21 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 19 September 2015 23:38
Heboh, Ular Sanca Tujuh Meter
Ular sanca menggegerkan warga Desa Ramban, Begendang Tengah. Ular ini ditangkap di sekitar lahan yang terbakar di Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

PROKAL.CO, SAMPIT- Seekor ular sanca kembang (Python Reticulatus) sepanjang tujuh meter dengan bobot sekitar 100 kilogram berhasil ditangkap warga Ramban, Kelurahan Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

 Johansyah warga Desa Ramban menceritakan ular raksasa ini pertama kali ditemukan oleh Darsah saat memadamkan api di hutan yang terbakar atau sekitar 500 meter dari pemukiman penduduk pada Selasa (15/9) lalu.

 Ular ditemukan di semak di bawah rimbunan tumbuhan rotan. Beruntung, saat itu Darsah lebih dulu tahu keberadaan ular dan jika tidak bisa saja dirinya digigit.

 ”Darsah berteriak, lalu kami bersama enam orang menangkap ular itu, memasukkannya ke dalam karung dan membawanya ke kampung,” ujar Johansyah warga Desa Ramban, Jumat (18/9).

 Lanjut cerita, sesampainya di kampung, ular disimpan dalam profil tank bekas milik warga di Jalan Binjai I, Bagendang Tengah.

 Perlu tenaga ekstra untuk memasukan ular ke dalam profil tank. Ular tersebut masih ganas dan tenaganya kuat dikarenakan dalam kondisi lapar.

 Samsudin, warga lainnya mengaku kaget melihat ular sebesar itu. Selama ini di Ramban memang sering ditemukan ular besar dan tangkapan kali ini yang paling besar.

  ”Saya juga kaget, biasanya cuma empat meter. Meski ada ular yang panjangnya sama dengan ini, tapi bobotnya lebih ringan,” katanya.

 Warga yakin, ular besar itu berjenis kelamin jantan. Kalau betina panjangnya bisa mencapai 10 meter lebih dan mampu menelan hewan rusa dewasa.

 Saat ini, warga yang menangkap mengaku bingung hendak diapakan ular raksana tersebut. Warga sempat ingin menjual, namun harganya masih tak sebanding dengan kerja keras untuk menangkapnya. Dan jika dilepas, dikhawatirkan mati sia-sia terkena kebakaran lahan.

 “Mungkin habitatnya terkepung api.  Kami tidak punyak dana untuk menangkarnya, kecuali ada pihak yang bersedia membelinya,” tandas Johansyah. (oes/fm)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:41

Wow Fantastis..!!! Mobil Baru Pimpinan DPRD Sedot Rp 1,8 Miliar

SAMPIT – Pimpinan DPRD Kotim periode 2019-2024 mendapat fasilitas mewah.…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:38

Sssttttt...!!! Politikus Ini Blak-blakan soal Politikus Munafik

SAMPIT – Politikus munafik dinilai masih banyak di Kabupaten Kotawaringin…

Sabtu, 19 Oktober 2019 10:55

Dikenal Disiplin, Bikin Gebrakan Pengelolaan Sampah

Sanggul Lumban Gaol  dikenal sebagai sosok yang tegas dan disiplin.…

Jumat, 18 Oktober 2019 14:57

Puncak Ritual Bebarosih Banua Diwarnai Perang Ketupat

PANGKALAN BUN - Prosesi puncak ritual adat Bebarosih Banua yang…

Jumat, 18 Oktober 2019 14:48

INNALILLAH.. Wartawan Antara Untung Setiawan Tutup Usia

SAMPIT –  Insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia…

Jumat, 18 Oktober 2019 09:20

Gubernur Dukung Aspirasi Masyarakat Dayak

PALANGKA RAYA–Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran mendukung pernyataan sikap…

Kamis, 17 Oktober 2019 15:36

Kasus Kematian Nur Fitri Dipertanyakan Lagi

SAMPIT – Kasus pembunuhan terhadap Nur Fitri (24) masih diselimuti…

Kamis, 17 Oktober 2019 15:33

AWASSSS!!! Politik Transaksional Lahirkan Kepala Daerah Korup

SAMPIT – Penetapan tersangka terhadap mantan Bupati Seruyan Darwan Ali…

Kamis, 17 Oktober 2019 15:21

Zam’an Berpotensi Jegal Supriadi

SAMPIT – Langkah Supriadi memarkir Partai Golkar untuk kendaraan politiknya…

Kamis, 17 Oktober 2019 15:19

Lagi dan Lagi, Lapas Terus Kebobolan

PALANGKA RAYA – Ketatnya pengamanan di penjara selalu dibobol para…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*