SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana mencari lokasi alternatif tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Sebab, lokasi TPA di Jalan Sudirman Kilometer 14 akan dibenahi. Langkah ini diambil untuk memastikan pengelolaan sampah tetap berjalan lancar.
Mengingat pentingnya hal tersebut, pemerintah daerah bersama sejumlah instansi terkait menggelar rapat koordinasi dalam rangka evaluasi kegiatan pengelolaan dan penanganan persampahan di di ruang rapat Jelawat Setda Kotim, Senin (23/12).
"Hasil rapat, kami sepakat mencari lokasi sementara untuk pembuangan sampah, sambil membersihkan dan memulihkan TPA agar kembali optimal," ujar Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Sanggul Lumban Gaol.
Sanggul menjelaskan, salah satu tantangan utama saat ini adalah kondisi cuaca yang membuat jalan menuju TPA sulit dilalui oleh truk pengangkut sampah. Oleh sebab itu, pemerintah berencana memperbaiki jalan dan menata ulang pengelolaan area pembuangan.
"TPA itu sebenarnya masih bisa dimanfaatkan karena kita punya area sekitar 68 hektare. Namun, pengelolaannya harus lebih baik, terutama penataan blok-blok pembuangan agar kendaraan dapat masuk dengan lancar," jelasnya.
Penataan ulang TPA dan perbaikan jalan diharapkan dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Dalam jangka pendek, lokasi alternatif akan dipersiapkan agar depo-depo sampah di wilayah perkotaan tetap dapat beroperasi tanpa gangguan.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotim Siti Fauziah yang turut hadir dalam rapat tersebut, menekankan pentingnya penanganan sampah secara serius dan konsisten. Ia berharap pemerintah daerah tidak menunggu persoalan ini menjadi sorotan publik baru kemudian bertindak.
"Jangan menunggu viral dulu baru ditangani. Masalah sampah ini harus menjadi perhatian bersama, termasuk memastikan konsistensi di lapangan," tegasnya.
Siti juga mengingatkan tentang rencana Bupati Kotim yang pernah menyampaikan anggaran untuk pengadaan mesin pencacah plastik. Mesin tersebut sangat diperlukan untuk mengurangi volume sampah yang menumpuk, terutama di depo sampah utama di Kota Sampit.
“Bupati pernah berencana menyediakan mesin pencacah plastik. Apakah sudah ada atau belum? Ini perlu ditindaklanjuti. Jika belum terealisasi, program ini sebaiknya segera dijalankan,” ujarnya.
Sebagai alternatif, Siti juga mengusulkan agar pengelolaan sampah, terutama di depo-depo, diserahkan kepada pihak ketiga yang lebih profesional. Hal ini diyakini akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sampah di Kotim.
“Pengelolaan sampah oleh pihak ketiga dapat menjadi solusi agar prosesnya lebih terorganisir dan hasilnya lebih maksimal,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah ini, baik dari perbaikan akses TPA, pengadaan mesin pencacah plastik, maupun kerja sama dengan pihak ketiga, diharapkan pengelolaan sampah di Kotim dapat berjalan lebih baik dan memberikan dampak nyata terhadap kebersihan lingkungan. (yn/yit)