SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus berupaya mempercepat pemerataan listrik di seluruh wilayahnya. Hingga kini, masih terdapat 25 desa di lima kecamatan yang belum menikmati akses listrik..
Bupati Kotim Halikinnor menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai langkah telah ditempuh, salah satunya dengan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di desa-desa yang belum terjangkau jaringan listrik.
”Kami bekerja keras agar semua desa bisa terang benderang. Meski belum sepenuhnya terealisasi, upaya pemerataan listrik terus kami lakukan,” ujarnya.
Selain PLTS, pada tahun 2025, Pemkab Kotim juga akan menggandeng perkebunan besar swasta (PBS) untuk memanfaatkan kelebihan daya listrik (exist power) mereka. Diharapkan langkah ini bisa menjadi solusi sementara bagi desa-desa yang masih bergantung pada penerangan seadanya.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menggencarkan koordinasi dengan Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Palangka Raya. Fokus utama saat ini adalah pemasangan tower dan jaringan listrik yang akan melintasi Sungai Mentaya, guna mengoptimalkan pasokan listrik ke Kecamatan Pulau Hanaut.
”Kami butuh dukungan semua pihak agar program ini berjalan lancar. Pemerataan listrik bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat dan pihak terkait,” kata Halikinnor.(yn/ign)